Sabtu, 30 Mei 2015

Before 25

Sebelum saya berumur 25 tahun, ada beberapa hal yang pengen saya wujudin.

1. Menerbitkan Komik

Saya suka baca komik Indonesia. Sejak SD, saya sudah membaca komik Petruk dan komik-komik lain yang dijajakan di Madrasah. Kebanyakan komik yang waktu kecil saya baca adalah komik-komik misteri. Mulai dari komik bertema pesugihan babi ngepet sampai teluh dari istri tua.

Komik Siksa Neraka juga saya udah khatam. Yang paling memorable adalah tokoh antagonis yang baca buku stensilan di saat tokoh protagonisnya berangkat sholat Jumat. Sangat hitam-putih. Sampai sini, saya sadar, sekecil itu, bacaan saya terlalu dark.

Mashiro dan Takagi via www.duniaku.net

Belakangan, komik Indonesia mulai bangkit lagi. Dan saya ingin turut serta dalam perhelatan ini. Sekarang saya sedang mengerjakan komik bersama teman saya. Saya yang bikin ceritanya, dia yang ngegambar. Ibarat anime Bakuman, dia jadi Mashiro, saya Takagi-nya. Tapi saya gak seganteng Takagi yang sampai direbutin dua cewek Tsundere dan satu cewek mirip Tsunade.

Rabu, 27 Mei 2015

Isnanto: "Nalurinya Dikeluarin Dong!"

DEG!

Ngobrol-Ngobrol Ngondek kali ini sangat spesial. Karena kita kedatangan seorang bocah misterius yang hidupnya berpindah dari hotel ke hotel. Keberadaannya masih tersamarkan oleh gelapnya ketidaktahuan umat manusia. Ibarat tokoh anime, dia seperti ketua organisasi Akatsuki di Naruto atau kapten Kiseki No Sedai di Kuroko No Basuke. Sengaja digelapkan di episode-episode awal agar menimbulkan rasa penasaran di benak pemirsa.

Mari kita sibak tirai misteri dan sambutlah...

Isnanto Fitriansyah!

Isnanto yang sengaja di-plot seperti ketua Akatsuki dan kapten Kiseki No Sedai

Senin, 25 Mei 2015

Pembalasan Untuk Cita Citata

Saya pernah dibikin bingung oleh penyanyi dangdut. Cita Citata. Dalam lagunya yang berjudul Perawan Atau Janda, saya disuruh milih.

sumber: http://edukasi.kompasiana.com

Abang pilih yang mana perawan atau janda
Perawan memang menawan, janda lebih menggoda
Abang pilih yang mana perawan atau janda
Perawan memang cantik, janda lebih menarik

Dikasih pilihan begitu, saya keder. Awalnya, saya mau pilih perawan, tapi ujung-ujungnya disebutkan bahwa janda lebih menggoda dan lebih menarik. Otomatis, saya tergoda dan tertarik. Maklum, saya ini lelaki ringkih.

Jumat, 22 Mei 2015

Inokari: "Berniat Bisnis Batu Akik"

EH!

Bintang tamu kita kali ini adalah seorang blogger, kuis hunter, reviewer dan announcer. Tempo hari, saya pernah diajaknya siaran di RRI Pro 2 Bengkulu untuk promo novel terbaru saya 3 Koplak Mengejar Cinta. Nah, sekarang gantian saya yang seret doi kemari. Mumpung doi lagi galauin kampung halaman karena ditugaskan ke luar daerah kekuasaannya.

Mari kita sambut bintang tamu kita dan kita simak betapa homesick-nya dia di kampung orang.

Intan Novriza Kamala Sari!

Intan sedang menyatu dengan alam

Selasa, 19 Mei 2015

Oen Makin Koenyol: Maen Mulu

Cowok anti-mainstream dengan muka tanpa aturan. Gadis manis yang sering mengundang maut untuk orang di sekitarnya. Dan keluarga biasa yang diam-diam punya kekuatan sakti. Yang barusan saya sebutkan adalah ciri khas karakter yang ada dalam beragam judul komik Indonesia favorit saya. Ya, mereka adalah Si Juki, Manjali dan Sakti Family.

Selain itu, saya juga gemar baca komik religi macam Real Masjid untuk mempertebal keimanan. Baca Real Masjid, saya sempat takut ditilang oleh polisi tajwid yang ada dalam komik itu. Sebab ketika ngaji, saya menemukan nun mati dan tidak langsung lapor pihak berwajib.

Kali ini, saya diberi kesempatan untuk review komik yang bakal jadi favorit saya juga.

via republikfiksi.com
Oen Makin Koenyol: Maen Mulu
Penulis: Medz @medzcreative
Penerbit: Mokamedia

Minggu, 17 Mei 2015

5 Buku yang Bikin Otak Saya Lecet

Kalau ketemu tukang ngayal yang sering ngelawak jayus, tanyalah buku apa saja yang membuat otaknya lecet begitu. Kalau kamu tanya saya, maka saya akan jawab di sini.

1. King Quest

Sumber: Google Image
Setiap orang pasti punya buku favorit yang gak terkenal. Yang hanya dirinya dan orang-orang tertentu yang tahu betapa hebatnya buku itu. Dan inilah buku unpopuler favorit saya. Saya yakin tidak banyak orang yang berkesempatan baca buku ini. Dan saya bangga.

Sebelum kenal Aang yang jadi Avatar pengendali empat elemen, saya sudah menganut paham bahwa di dunia ini ada tujuh elemen, yaitu air, api, angin, tanah, petir, cahaya dan kegelapan. Konsep tujuh elemen itu dikenalkan oleh Alex G dalam komiknya yang berjudul King Quest: Legend of Astago.

Sabtu, 16 Mei 2015

22

Di tahun ini kamu menemukan seseorang yang membuatmu berhenti mencari. Bersamanya, kamu bersedia mengakhiri pencarian dan mulai menerima apa yang dia punya. Sayangnya, dia tidak berharap ditemukan olehmu. Dia memilih menepi dan berhenti. Membiarkanmu berlari sendirian. Sampai akhirnya, kamu lelah dan menyerah. Dan kamu menyadari kamu tidak bisa berjuang sendirian.

Sekeras apapun kamu berjuang, sebesar apapun rasa yang kamu simpan dan sekencang apapun tekad yang kamu lantangkan, semua terasa percuma. Sebab untuk bersatu dengan dia yang kamu impikan, kamu tetap butuh takdir. Lalu seseorang memberitahumu bahwa ada takdir yang bisa diubah. Sekali lagi, kamu berusaha untuk mengubahnya. Dan sekali lagi, kamu mendapatkan pemahaman. Bahwa kamu memang tidak bisa berjuang sendirian. Sebab ini bukan hanya tentang impianmu, melainkan tentang keinginannya yang tidak kamu tahu. 

Yang bisa kamu lakukan hanyalah melambaikan tangan. Ucapkan selamat jalan kepada dia yang telah pergi. Pergi bersama seseorang yang bisa membuatnya rela untuk diperjuangkan. Dan kamu hanya perlu kembali melangkahkan kaki. Melanjutkan perjalanan seorang diri. Di ujung jalan sana, kamu akan temukan orang baru yang bisa menghentikan langkahmu. Orang baru yang mau berjuang bersamamu. 


Di tahun ini kamu mulai bertanya kepada diri sendiri. Apakah hal yang selama ini kamu lakukan akan membuahkan hasil di masa depan? Lalu kamu mulai membandingkan hidupmu dengan hidup orang di kanan-kirimu. Kamu terkejut karena kamu tidak menemukan siapa-siapa di sebelahmu. Sebab mereka sudah melesat jauh di sana. Kamu tertinggal. Di garis ini, kamu sadar bahwa jalan yang kamu pilih berbeda dengan jalan yang mereka lalui. 

Lalu kamu mulai meragukan mimpimu. Kamu tidak yakin nantinya mimpi itu akan berpihak padamu. Rasa takut mulai mengepungmu. Bagaimana jadinya jika nanti kamu dikhianati oleh apa yang kamu cintai selama ini? Siapkah kamu menerima apa yang telah kamu bangun dengan suka cita itu, pada akhirnya roboh dan puing-puingnya menimpamu? Masih sanggupkah kamu berdiri dan tetap percaya dengan kecintaanmu? 

Yang tidak kamu sadari setiap orang punya jalan ceritanya sendiri. Kamu dan mereka tidak akan sama. Kamu hanya perlu melakukan apa yang kamu cinta. Dan cintailah apa yang kamu lakukan. Yang jelas, akhir yang indah hanya milik mereka yang tidak pernah menyerah. Kamu pun harus begitu.

Jumat, 15 Mei 2015

Epen Cupen The Movie: Cowok Polos Ketemu Cowok Mesum

Serius, film ini bikin saya ketawa kencang. Babe ketemu Celo, lalu keluarlah dialog-dialog lucu itu. Pecah. Kayak bibir orang gak pernah dapat jatah larutan penyegar. Pecah-pecah.

via www.21cineplex.com

Ceritanya bermula ketika Celo (Klemen Alwi) diminta ayahnya untuk mencari kembarannya yang hilang. Di tengah pencarian, Celo ketemu Babe (Babe Cabita) yang sedang diburu debt collector. Lalu mereka berdua membuat kesepakatan untuk saling bahu-membahu dalam menyelesaikan misi masing-masing.

Rabu, 13 Mei 2015

21

Usia 21 adalah masa-masa penuh keresahan. Mau gak mau, kamu bakal mulai mikirin yang namanya KKN. Tapi bukan KKN yang bikin pejabat-pejabat pakai rompi oranye KPK. Itu korupsi, kolusi, nepotisme. Bukan juga KKN yang bikin mahasiswa-mahasiswi cinlok di kampung pelosok. Itu kuliah kerja nyata. Ini KKN yang kepanjangannya kuliah, kerja, nikah. 

21 adalah penghujung masa remaja. Dunia perlahan-lahan mulai berubah seiring makin lebatnya kumismu. Dan kamu harus udah nemuin merek pisau cukur yang cocok untuk dipakai ngerok jenggot 3 hari sekali. Jangan sampai salah pilih pisau cukur, akibatnya bisa fatal. Bisa-bisa tiap cukuran, kamu bakal nyium bau amis. Begitu lihat cermin, bagian atas bibir udah robek dan berdarah. 

Umur 21. Di saat inilah teman-teman seumuran pamer foto wisuda dan pasang gelar sarjana di nama kontak BBM mereka. Mau gak mau, kamu juga bakal terpacu untuk menyelesaikan skripsi yang telah lama terbengkalai di dasar folder terdalam dalam laptop. Kamu harus sudah memikirkan gimana caranya meluluhkan hati dosen pembimbing agar dia mau ACC bab 1 yang udah revisi belasan kali. Apakah dengan cara membawa martabak mesir tiap bimbingan? Jadian dengan anak sulungnya yang belum pernah merasakan cinta sejak lulus SD? Ataukah dengan cara membantu benerin genteng dan mengecat tembok rumahnya seperti yang dilakukan Wiranto menjelang pilpres? 

Umur 21. Di saat inilah teman-teman seangkatan pasang DP slip gaji dan mulai kredit motor Yamaha V-ixion di leasing-leasing terdekat. Kamu pun bakal terinspirasi untuk cari pekerjaan di perusahaan yang slip gajinya bisa dilampirkan di permohonan kredit. Biar bisa kebeli barang-barang impian yang ada di wishlist. Dorongan untuk segera dapat pekerjaan akan semakin mendesak ketika teman-teman satu almamater udah kerja enak di kantor masing-masing, dan kamu masih lontang-lantung dari ruang HRD ke ruang HRD yang lain untuk interview kerja. Mencari pekerjaan dengan tekanan begitu, saya yakin tidur kamu susah nyenyaknya. Mungkin kamu bisa tidur nyenyak, tapi mimpinya buruk, kan? Semacam mimpi diusir calon mertua karena belum bekerja? Sungguh, di saat itulah beban dunia terasa berat. Ingin rasanya kembali ke masa kanak-kanak dimana ujian hidup masih sebatas ketinggalan nonton Dragon Ball. Oh, mama, masukkan aku ke dalam perutmu lagi.

Umur 21. Di saat inilah satu persatu mantan pacar mengirim undangan pernikahan mereka. Senang rasanya mendapati yang dulu pernah disayang udah nemu the right man masing-masing. Tapi kamu pasti bakal merasakan begitu gelapnya dunia ketika ditinggal kawin. Apalagi ketika si doi tega-teganya bikin live report pengalaman malam pertama di timeline twitter. Puncaknya, ketika dia pasang avatar bareng pasangannya sambil gendong dedek bayi. Kalau kamu mau bales pakai pasang nama pacar di bio, jelas gak bakal ngefek. Ini udah bukan masanya pacaran ala ABG. Kamu harus mulai memikirkan pernikahan. Dengan siapa kamu nikah? Ah, itu bisa dicari. Tapi gimana caranya kamu bisa nikah dan direstui mama-papa si doi, kalau kuliah gak lulus-lulus dan pekerjaan tak kunjung dapat? 

Minggu, 10 Mei 2015

7 Kemampuan Hantu Dalam Film Horor Ini Berguna Bagi Kehidupan Sehari-hari

Sebenarnya, kemampuan hantu dalam film horor itu bisa berguna bagi kehidupan manusia. Oleh sebab itu, jika kita bertemu hantu, jangan langsung kabur. Tapi dekati dan cobalah menjadikan hantu sebagai salah satu teman baik. Karena hantu punya kemampuan hebat seperti di bawah ini.

via quickmeme.com

Jumat, 08 Mei 2015

Youtubers: Bagaimana Cara Menolong Nenek-Nenek Pingsan

Rasanya saya pengen ninggalin bioskop sewaktu ada adegan Jovial memberi nafas buatan untuk nenek-nenek pingsan. Jijik. Jovial beneran nyium si nenek dan si nenek balas menggigit bibir Jovial. Saya heran kenapa adegan begini bisa lolos sensor.

Saya ingin menghapus ingatan saya tentang adegan tak senonoh itu. Mata saya perih. Apalagi mata batin saya, sudah ternodai. Saya butuh remote Mr Crab di salah satu episode Spongebob yang bisa menarik kembali ingatan para pelanggan Krusty Krab tentang film gratis yang sudah terlanjur ditonton.

sumber: Google Image

Selasa, 05 Mei 2015

10 Golongan Manusia Berdasarkan Cara Makan Bubur

Sebenarnya, manusia di dunia ini tidak hanya dibagi ke dalam dua golongan saja. Masih banyak golongan di luar sana, selain 'penganut prinsip bubur harus diaduk' dan 'front pembela bubur tidak diaduk'.


via resepbukapuasa.net
Berikut adalah golongan-golongan tersebut...

Jumat, 01 Mei 2015

3 Hal yang Harus Dimiliki Orang Tidak Berbakat Versi Bakuman

An Hasibuan, teman saya yang menang KAMFRET, pasang display picture ini di BBM:

Sumber: Google Image

Terus, saya chat dia, "Anime apa itu, Abang?"

Dia jawab, "Eeeee... Itu anime Bakuman. Kamu tidak tahukah? Norak."

Saya tanya lagi, "Bagaimana itu ceritanya, Abang?"