Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Writer's Block: Pengaruh Promosi Buku Terhadap Bibir Hitam

Awalnya, kami membahas tentang promosi buku di grup WhatsApp Writer's Block.
"Intinya, kita harus semangat promosi," cetus saya.
"Gue promosi malah dibilang pamer." sahut Hadi.
"Iya. Takut dibilang promo mulu, jadi gak pede." timpal Vivie.
"Dan takut diminta gratisan," tambah Hadi dengan nada sumbang berbau curhat.
"Kalau gak promo, calon pembaca mana tau kita nerbitin buku," tandas saya.
"Gak bisa gak setuju sama Haris." Rido mengamini.
Vindy cuma read chat di atas.

Kemudian, saya ingat dengan promosi yang saya lakukan di catatan Facebook. Begini isinya.

***
Dulu3 Koplak Mengejar Cinta cuma dipajang di toko buku, tapi sekarang novel saya ini juga dijajakan di Indomaret. Saya happy dengan strategi marketing ini. Buku saya jadi lebih dekat dengan pembaca. Walaupun kenyataannya, ditempatkan di sebelah rak khusus deodorant. Lebih dekat dengan orang bau ketek. 


7 Artis yang Tidak Boleh Baca Doa Puasa di SCTV

Saya mau menyinggung tentang doa niat puasa dan buka puasa yang biasa tayang sewaktu imsak dan beduk Maghrib di SCTV. Biasanya doa-doa itu dibacakan oleh artis-artis yang sedang naik daun muda. Sebut saja Sm*sh, Afgan, Wali, Charlie ST12 dan Charlie Rae Jepsen. Charlie and the Chocolate Factory juga boleh. Bebas.
Tayangan ini juga pernah diisi oleh gerombolan balita-balita perempuan yang celingak-celinguk di meja makan. Mereka adalah kontestan Little Miss Indonesia. Dan mereka membacakan doa niat puasa tanpa bimbingan orangtua dan walimurid. Subhanallah. 
Tapi hal ini membuat saya berpikir, kenapa SCTV memilih Little Miss Indonesia untuk membacakan doa niat puasa? Emangnya gak ada artis lain yang lebih cukup umur? Mereka kan masih kecil-kecil. Makan sahur aja masih disuapin emaknya. Kalau mereka yang bacain doa niat puasa, berarti SCTV harus berani menayangkan doa buka puasa di jam 12 siang. Mereka kan puasanya masih setengah hari, puasa bedug. 

Belum lagi, Aliando yang dikenal sebagai v…

BULAN: Nyaris Jadi Bulan-bulanan Warga

BULAN adalah novel karangan Tere Liye yang menjadi lanjutan BUMI.

Premisnya hampir mirip dengan novel Harry Potter and the Goblet of Fire. Raib, bocah yang gak tau apa-apa terjebak keadaan untuk ikut sebuah kompetisi mematikan. Bocah yang seharusnya gak memenuhi syarat untuk lolos seleksi administrasi sekalipun, tapi dipaksa ikut karena alasan yang apalah-apalah. Sama kasusnya dengan Harry Potter yang terpaksa ikut Turnamen Triwizard walaupun tergolong masih di bawah umur. Dan, tentulah ada agenda terselubung di balik keikutsertaan anak polos dalam kompetisi tersebut.
Saya jadi kepikiran dengan film-film bergenre fantasi belakangan ini yang rata-rata bersetting dunia yang suram dan kelam. Sebutlah The Hunger Games, The Maze Runner dan Divergent. Gimana kalau cerita tiga film itu digabung jadi satu?

30 Alasan Menolak Buka Puasa Bersama

Ini adalah pengalaman nyata saya bersama sesosok mantan di bulan Ramadhan tahun lalu. Menurut saya, kisah ini cukup ngenes. Tentang perjuangan seorang lelaki ringkih yang mengajak teman ceweknya untuk buka puasa bersama.

Bakmi GM Delivery: Pembasmi Kelaparan yang Datang Ketika Dibutuhkan

Hadi merengek kepada Pak Stavolt, ayahnya satu-satunya. Hadi minta uang duaratus ribu kepada Pak Stavolt untuk mengajak gebetannya makan dan nonton di bioskop. Tapi, Pak Stavolt tidak mengabulkannya. Sebab Pak Stavolt gak mau Hadi berdua-duaan dengan lawan jenis tanpa pengawasaan orangtua.
Maka, Pak Stavolt memberi solusi untuk permintaan hati Hadi. Pak Stavolt menyarankan Hadi untuk mengundang gebetannya ke rumah. Pak Stavolt berniat mengadakan makan bersama sembari menonton DVD bajakan. Toh, esensinya sama saja, makan dan nonton.
Awalnya, Hadi menolak. Tapi setelah Pak Stavolt memintanya untuk memilih menu yang tersedia di website Bakmi GM, Hadi berubah pikiran. Ditambah ngiler melihat foto makanan yang akan dipesan.

Wenda Koiman: "Tips Agar Novel Diadaptasi Menjadi Film"

HAI!
Ketemu lagi dengan Ngobrol-Ngobrol Ngondek. Kali ini bintang tamunya sangat istimewa. Penulis novel Mengejar Malam Pertama yang udah diangkat jadi film. Ayo, kita belajar bersamanya untuk menjadi penulis yang penuh semangat! Kita sambut saja!
Mas Wenda Koiman!

Writer's Block: Mukadimah

Jadi, saya bikin grup di WhatsApp dengan nama "Writer's Block". Anggotanya di bawah ini:


Hadi adalah penulis nakal. Di blognya, dia sering membahas tentang sabun-menyabun. Di buku perdananya, dia menuliskan tentang tokoh yang sering mimpi basah. Mungkin cita-citanya ingin seperti Fredy S. Jadi, jangan kaget kalau nanti ada novel erotis berjudul "Jeritan Lajang di Kamar Mandi" atau "Noda Ranjang Bujangan". Pasti Hadi yang nulis.
Dia mengaku tidak suka membaca, kerjanya nanya-nanya terus. Dia melakukan riset dengan bertanya kepada berbagai narasumber. Beragam teori dan referensi pun dia lahap dan kemudian diolah dengan otak pe'aknya. Tapi dari aktivitas banyak bertanya, sedikit membaca itu, Hadi berhasil menyelesaikan naskah novelnya. Hadi mematahkan teori bahwa seorang penulis haruslah pembaca yang rakus.

5 Khayalan Pejuang LDR

Dalam novel Long Distance Realtionsick, ada adegan Minggu yang mengadakan candle light dinner bersama Ciska via Skype. Sangat manis dan mengharukan. Walaupun lilinnya diganti pakai obat nyamuk bakar juga tetap terasa khidmat. Karena niat tulus Minggu yang membuatnya so sweet.
Apa yang dilakukan Minggu semata-mata agar merasa dekat dan nyata dengan Ciska. Walaupun Ciska di sana gak bisa mencium bau badan Minggu, Minggu bersedia mandi junub dan pakai parfum aroma jantan sebelum dinner online itu. Begitu pun dengan Ciska yang mengenakan busana pesta. Di momen ini, jarak benar-benar sangat antagonis.
Sebagai pelaku LDR, mungkin khayalan di bawah ini juga pernah terlintas di pikiran Minggu yang kadang mesum itu.
1. Pintu Kemana SajaJika saja Doraemon benar-benar ada, maka dia akan diangkat jadi superhero oleh para pejuang LDR. Dengan Pintu Kemana Saja, Minggu bisa kapan saja berkunjung ke kost Ciska di Palembang. Semaunya. Sampai engsel pintunya copot. Minggu pun didapuk jadi avatar pengendal…

Long Distance Relationsick: Sakit

Sakit. Itulah satu kata yang mampu menggambarkan keseluruhan isi teenlit dengan bumbu humor ini. Bukan cuma tokohnya yang menjalin hubungan jarak jauh aja yang ngerasain sakitnya di sana-sini. Tapi penulisnya juga sakit. Dia adalah Hadi Kurniawan, mas-mas bingung asal Lubuklinggau yang jadi bintang tamu pertama di Ngobrol-Ngobrol Ngondek.

Hadi bisa-bisanya membangun tokoh utama yang absurd, centil dan pe'ak. Tersebutlah Minggu Mahardika. Cowok flamboyan yang sepanjang cerita mengalami kebingungan. Dimulai dari kebingungan karena harus LDR dengan Ciska, pacarnya, sampai bingung karena Ciska ngajakin nikah melulu. Membaca gerutuan Minggu dalam Long Distance Relationsick, membuat saya berkali-kali menghela nafas. Capek juga ya jadi Minggu.

Cermati: Jadilah Avatar Pengendali Keuangan

Pak Stavolt sedang dilanda galau. Dikarenakan, Hadi, anak semata wayangnya merajuk minta dibelikan motor matic. Anaknya itu mengancam akan terus memakai celana di kepala apabila keinginannya tidak segera dipenuhi. Masalahnya, celana yang dipakai Hadi adalah celana favorit Pak Stavolt yang bermotif kembang-kembang.
Sebelumnya, Hadi mengadu bahwa cintanya ditolak oleh gadis pujaan hatinya sebab dia tidak punya kendaraan pribadi yang keren. Selama ini, Pak Stavolt memang biasa mengantar sekolah anaknya menggunakan mobil pick-up. Anaknya ditaruh di bak mobilnya bersama anak-anak tetangga lainnya. Sekilas mereka mirip kumpulan anak STM yang hendak tawuran.
Pak Stavolt hanya punya uang tiga juta rupiah di saldo rekeningnya yang tidak gendut-gendut amat itu, sementara harga motor matic bisa mencapai belasan juta. Untunglah, Inta, sahabat terbaiknya, memberikan pencerahan kepada Pak Stavolt. Inta menunjukkan sebuah situs web yang memudahkan Pak Stavolt untuk memenuhi keinginan anak semata wayan…