Langsung ke konten utama

Kembarannya Emma Stone: Mencoba Guyonan Vulgar (18+)

BOOM!
Setelah lama terbengkalai, akhirnya saya berniat menghidupkan kembali rubrik 'Ngobrol-Ngobrol Ngondek'. Dan teman ngobrol saya kali ini adalah...

Icha udah baca. Kamu? via twitter @ichahrnssa

Icha Hairunnisa!

Jadi, Icha ini blogger yang sering review film sambil curhat dengan bumbu-bumbu candaan erotis di setiap ketikannya. Setiap curhat, eh, review maksudnya, dia bisa mengaitkan unsur-unsur di film dengan kisah pribadinya, seringnya kisah percintaan jarak jauhnya dengan pria bernama Zai. Ya udah, langsung saja simak pillow talk di bawah ini.
***
Haris: Cha.
Icha: Iya, Bang?
Haris: Saya mau Ngobrol-Ngobrol Ngondek lagi.
Icha: Yuhu. Akhirnya. Itu sempat mati suri ya, Bang. Trus narasumbernya siapa, Bang?
Haris: Kamu, Cha.
Icha: Wah. Kuterharu
Haris: Icha seneng nonton ya. Film yang paling membekas di benak kamu apa sih?
Icha: Ngg... dulu sih Easy A. Sekarang Oldboy. Saking membekasnya sampe kalau denger soundtracknya, kesan depresif dan traumatik yang disuguhkan film itu kerasa bener. Hoho.
Haris: Oldboy itu nyeritain tentang apa? Si bocah tua nakal?
Icha: Tentang seorang pria yang dikurung 15 tahun tanpa dia tau alasannya apa. Trus dia dibebaskan dan dikasih waktu beberapa hari, buat cari tau siapa dan apa alasan dia dikurung.
Haris: Sama kayak Shawshank Redemption gitu, Cha? Tema penjara. Kalau di Indonesia, ada Serigala Terakhir.
Icha: Iya mirip-mirip gitu, Bang. Cuma Oldboy ini hidupnya terjamin di penjara. Dan alasan dia dikurung itu dia nggak tau. Di ending baru ketahuan.
Haris: Wah, Icha ini emang pencinta film tulen. Saya beberapa kali nonton film yang direkomendasikan Icha di blog. Icha panutan saya dalam tonton-menonton.
Icha: Kalau film, aku nggak suka film horror, kolosal dan animasi, Bang. Berarti aku pencinta film yang nggak mencintai apa adanya. Masih pasang kriteria dan pilih-pilih gitu. Aku jahat.
Haris: Oh ya, saya pernah baca di blog, Icha itu termasuk pelor ya? Nempel molor. Bahkan Icha pernah tidur pas nunggu lampu merah. Jangan-jangan waktu sekolah, Icha pernah tidur di ruang TU pas bayar SPP?



Icha: Bahahaha. Alhamdulillah, Bang. Nggak pernah. Takut ditidurin. Apalagi kalau ternyata nunggak tiga bulan. Resiko buat ditidurinnya kayaknya semakin besar.
Haris: Abis telat tiga bulan, jadi 'telat tiga bulan' ya.
Icha: Yap. Itu yang aku takutkan, Bang. Nggak mau telat luar-dalam.
Haris: Kamu sakit, Cha?
Icha: Tau aja sih kalau aku sakit. Sakit hati.
Haris: Sakit hati kenapa lagi, Cha? Kirain saya aja yang sakit hati karena mantan yang pengen saya ajak balikan ternyata udah pacaran lagi.
Icha: Penasaran. Yang Bang Har maksud di postingan review Blogger Baper bukan sih?
Haris: Iya. Dia mantan yang susah dilupain, karena saya pernah bikin kesalahan sama dia.
Icha: ...
Haris: Eh, maksudnya bikin kesalahan sama dia itu bukan saya sama dia melakukan kesalahan bersama-sama ya. Bukan itu maksudnya. Jadi, saya intinya menyakiti dia. Terus, saya nyesel dan berharap bisa baikan sama dia.
Icha: ...
Haris: Ini kenapa jadi saya yang curhat?
Icha: Kesalahan kayak gimana, Bang? Bang Har selingkuh?
Haris: Nggak selingkuh. Saya jadiannya kecepatan setelah putus sama dia. Pas tau saya jadian, dia langsung unfriend saya. Dari situ saya tau saya jadiannya kecepetan. Saya geer, kayaknya dia masih sayang sama saya.
Icha: Oh... itu marahan karena Bang Har jadian kecepetan, marahannya anak sekolahan pacaran ya. Atau itu pacarannya memang pas masih sekolah?
Haris: Iya, waktu itu dia masih SMA, saya kuliah. Sekarang dia udah kuliah, saya masih bersikap kayak anak SMA. Dulu dia marah karena saya jadiannya kecepatan.
Icha: ...
Haris: Dia sendiri sebelumnya udah pasang foto cowok cakep di twitter. Saya pikir itu dia udah suka sama cowok lain, jadi giliran saya. Eh, nggak taunya dia pasang foto cowok itu juga buat ngelupain saya. Aslinya, dia gak kenal-kenal amat sama cowok itu. Ada kesalah-pahaman di sini.
Icha: Bang Har mirip sama Joel Barish di film Eternal Sunshine of Spotless Mind.
Haris: Saya udah nonton film Sinar Mentari Abadi pada Pikiran yang Ternoda itu, Cha.
Icha: Kalian sama-sama pengen ngelupain, dengan cara yang beda. Bedanya kalau di film itu pake jasa Lacuna Inc, kalau kalian pake jasa foto cowok di Twitter sama pacar baru. Dan Joel-nya susah lupa sama Clementine. Persis banget.
Haris: Nah, kita sebut mantan saya yang ini sebagai Clementine. Alasan saya gak bisa lupa karena saya merasa berdosa. Saya bikin dia kapok jatuh cinta. Sampai dia bilang gak mau pacaran lagi. Tapi sekarang dia udah pacaran lagi. Jadi ya udah gitu aja.
Icha: Dunia perkuliahan mungkin bikin dia mau buat pacaran lagi, Bang. Supaya ada yang nyemangatin pas ngurus skripsi.
Haris: Iya sepertinya. Cowoknya sekampus sama dia. Anak basket. Satu organisasi. Mungkin cinlok kali ya. Sebenarnya dia gak pernah cerita apa-apa sama saya. Tapi saya bisa tau dengan merangkai foto demi foto yang ada di Instagram-nya.
Icha: ...
Haris: Saya psikopat nggak sih? Stalking Instagram dia. Terus bisa tau cowoknya anak basket dan satu organisasi. Sakit kali ya saya ini?
Icha: Dasar pengamat! Bang Har bisa aja deh ngamatin dia sampe segitunya.
Haris: Setelah putus sama Clementine, saya jadian sama Ponijah yang saya ceritain di buku Unforgettable Baper Moments yang kamu pegang di foto itu. Sewaktu bareng Ponijah, saya masih sering chatting Clementine. Sampai Ponijah marah karena liat histori chat di WA saya.
Icha: Jadian sama Ponijah ini, jadian yang kecepetan itu, Bang? Jadian yang bikin Clementine sakit hati?
Haris: Iya, betul, Cha. Tapi saya pacaran sama Ponijah sampe lebih satu tahun. Paling lama sama Ponijah. Jadi, Ponijah bukan pelarian, mungkin pemberhentian.
Icha: ...
Haris: Saya di situ bingung banget. Mau balikan sama Clementine, gak adil buat Ponijah. Lagian juga Clementine gak mau pacaran lagi waktu itu. Apalagi sama saya. Tapi sama Ponijah pun gak tenang, karena di sana ada Clementine yang sendirian.
Icha: Jadi serba salah gitu ya. Dan akhirnya malah nggak sama dua-duanya. Bang, kusedih.
Haris: Gantian, Cha. Kamu yang cerita mantan. Jadi, sebelum sama Zai, kamu sempet gagal move on juga kan? Kayak di film Silver Linings Playbook? Maksudnya film Buku Panduan Garis-garis Perak.
Icha: Iya pernah, Bang. Itu aku diputusin. Trus gagalnya itu karena aku udah ngerasa dia belahan jiwaku. Soalnya kami punya banyak kesamaan. Dan ternyata malah putus. Putusnya lewat sms lagi. Alasannya pula, apaan mau fokus sekolah. Kesel banget.
Haris: Nah, saya juga ngerasa begitu waktu sama Clementine, makanya saya gagal move on.
Icha: Mungkin kebanyakan begitu ya, Bang. Alasan orang gagal move on. Padahal kata adeknya Tom Hansen, kalau punya banyak kesamaan, bukan berarti dia adalah belahan hati.
Haris: ...
Icha: Bingung deh sama orang-orang yang pake alasan mau fokus gitu. Memangnya pacaran itu ngeganggu konsentrasi buat menjalankan kehidupan sehari-hari? Sampe mau fokus sekolah aja, harus putusin pacar.
Haris: Eh, tapi saya pernah pake alasan pengen fokus mengejar mimpi pas putus sama mantan yang terakhir.
Icha: ...
Haris: Tapi emang saya beneran mau fight. Sebelum bersenang-senang di kamar pengantin, saya pengen berjuang mewujudkan cita-cita. Sebab sewaktu pacaran, waktunya kesita untuk berdebat dan mengadu ego. Kan sayang sama waktunya. Malu sama Mashiro dan Azuki di film Bakuman yang mengisi masa muda dengan menggapai mimpi.
Icha: Oh... jadi sebenarnya juga karena hubungannya saling adu ego begitu ya, Bang. Wajar sih kalau pake alasan pengen fokus mengejar mimpi. Lain halnya kalau hubungannya legowo woles apa segala macam eh malah putus. Itu nggak wajar menurutku. Itu yang bikin kesel.
Haris: Icha udah ada bayangan mau ngapain aja di kamar pengantin?
Icha: Bahahahaha. Banyak, Bang. Yang jelas bakal ada adegan bercocok tanam. Karena menurut surah Al Baqarah: 223, Allah berfirman bahwa istri-istri layaknya tanah tempat para suami bercocok tanam. Maka datangilah tanah bercocok tanammu itu (dengan cara) bagaimana saja kamu kehendaki.
Haris: Keren kamu, Cha! Selangkah lagi menuju sholehah.
Icha: Itu ayat yang sering dikumandangkan Mamah Dedeh, Bang. Tukang tausiyah favoritku. Tukang ngeblog ngefans sama tukang tausiyah.
Haris: Cha, saya pernah lihat kamu unggah foto di Twitter sedang main kartu bareng keluarga. Sampai saya menyimpulkan bahwa kamu adalah anak Samarinda yang dibesarkan dengan budaya Las Vegas. Apakah main kartu bareng keluarga itu dilakukan secara berkala?
Icha: Kalau bisa dilakuin tiga kali dalam seminggu, Bang. Pas lagi ngumpul semua. Itu tujuannya buat mempererat ukhuwah di antara kami sebagai saudara.
Haris: ...
Icha: Tapi sekarang udah jarang. Anak-anak sang kakak-kakak lagi pada rewel. Jadi susah deh kalau main kartu sering-sering.
Haris: Kartu yang digunain kartu BPJS apa gimana?
Icha: Jadi kartu yang digunakan adalah Kartu Indonesia Sehat.
Haris: Kirain kartu BPJS Ketenagakerjaan. Yang menang bisa nyairin dana pensiun mereka yang kalah.
Icha: ...
Haris: Jadi, gimana kamu bisa lupa mantan? Apakah dengan jatuh cinta lagi?
Icha: Ini mantan yang dulu kan maksudnya? Apa mantan yang baru-baru ini, yang fresh graduate?
Haris: Mantan yang dulu. Yang udah layu graduate.
Icha: Kalau bisa lupa sama mantan yang layu graduate itu dengan cara ketemu sama yang fresh graduate. Padahal waktu itu aku janji nggak mau pacaran lagi. Sama kayak Clementine, aku sempat kapok jatuh cinta lagi.
Haris: Terus, Zai ngapain kamu, Cha? Nyuekin padahal udah sekota?
Icha: Iya gitu. Nyuekinnya naik satu tingkat jadi mengabaikan. Diajak ketemu nggak digubris, pas ketemu malah sibuk main hape.
Haris: Oh gitu. Kamu tau alasan kenapa dia begitu?
Icha: Udah aku bahas di malam sebelum dia berangkat balik kesana, tapi dia cuma ngomong maaf. Bukan ngomong, "Maaf," udah selesai gitu sih. Tapi ngomong banyak cuman isinya ya ngomong maaf gitu. Nggak jelasin dia kenapa kayak gitu.
Haris: Kamu bingung pasti ya Cha.
Icha: Aku putus bukan karena nggak sayang dia. Tapi karena sayang. Mungkin aku nggak bisa jadi orang yang bisa ngertiin dia. Aku masih suka ngeluh dan ngatur dia. Dan dia harus nemuin orang yang sabar, nggak kayak aku. Aku takut kalau selama ini dia pacaran sama aku karena terpaksa aja atau apa.
Haris: ...
Icha: Btw, percaya ramalan golongan darah nggak sih, Bang?
Haris: Saya gak percaya ramalan. Golongan darah A emang begitu orangnya.
Icha: ...
Haris: Oh saya juga pernah ada di posisi Zai. Punya cewek yang ngatur-ngatur. Tapi saya beranikan diri untuk mutusin. Karena saya gak bisa memenuhi kemauan dia dan saya punya kemauan sendiri.
Icha: ...
Haris: Seperti ending film Thailand Teacher's Diary, "Jika tidak bisa saling mengerti, kenapa harus dipaksakan bersama?"
Icha: Kayaknya semua cowok nggak suka diatur pacarnya ya, Bang. Berbanding terbalik sama cewek. Walaupun di bibir bilang kesel, tapi di hati seneng. Karena ngerasa dipeduliin. Asal nggak berlebihan aja sih.
Haris: Tonton deh Teacher's Diary. Ceritanya tentang dua guru yang gak pernah ketemu, tapi saling mengenal lewat diary. Dari situ mereka tau arti cinta yang sesungguhnya. Seperti kata kamu, jarak bisa bertemu asal perasaan udah satu.
Icha: Oke, Bang. Udah lama juga nggak nonton film Thailand.
Haris: Sama Zai udah berapa lama, Cha?
Icha: Tiga tahun, Bang. Sama kayak hubungannya Emma Stone-Andrew Garfield. Dan mereka putus setelah tiga tahun menjalin hubungan. Good.
Haris: Cha, ngeblog udah berapa lama?
Icha: Dari tahun 2011. Waktu itu masih SMK. Cuman baru paham blogwalking pas di tahun 2014.
Haris: Lama juga ya. Udah 5 tahun jadi blogger.
Icha: Dulu masih sekedar curhatan aja. Tapi dari 2015-sekarang mulai nyoba buat bahas apa yang menurutku penting, biar kesannya aku nggak egois dalam nulis. Soalnya kalau aku nulis soal curhatan aja, kesannya aku egois gitu. Jadi aku sok-sok review film atau apa gitu. Buat jadi tameng kalau misalnya ada yang mau ngehajar dengan bilang, "Postingan apa sih ini? Curhatan nggak ada faedahnya!"
Haris: Tapi kehebatan kamu di curhat, Cha. Yang paling bikin saya takjub, ketika kamu bisa review film padahal nggak jadi nonton. Ya walaupun isinya curhat juga. Tapi itu tetap menarik.
Icha: Btw, ini Ngobrol-Ngobrol Ngondek butuh pesan-pesan gitu nggak sih, Bang? Kalau yang dari aku baca, setiap orang yang dingondekin, pada kasih pesan gitu. Hohoho. Tapi aku bingung mau kasih pesan apa. Apalagi kalau disuruh kasih pesan moral. Postinganku pada nggak bermoral gitu. Haha.
Haris: Jadi, apa pesan dari Icha untuk mereka yang ingin mencoba guyonan vulgar?
Icha: Astaghfirullah! Apa ya. Hmm....... Anu, guyonan vulgar nggak selalu berasal dari pribadi yang liar. Tapi bisa dari keresahan akan mesum yang besar. Katanya Raditya Dika, menulis itu bentuk dari keresahan kita akan sesuatu. Jadi resahlah akan mesum. Banyakin teori daripada praktek. Maksudnya, cari tau soal istilah vulgar gitu tanpa harus mempraktekkan itu. Selipkan dalam tulisan. Trus sok mesum deh. Karena sok mesum rasanya lebih baik daripada sok sayang sama aku padahal kamu nggak cinta lagi. Selesai.
Haris: Luar biasa pesan-pesannya. Kita harus bisa bedain sok mesum yang belum pernah ngapa-ngapain dengan sok polos tapi udah punya dua anak.
Icha: Bang, aku mau ambil kantong plastik habis ngetik pesan itu .
Haris: Oke, Icha. Makasih ya udah mau berbagi.  Semoga Icha bisa segera mempraktekkan segala teori mesum yang telah dicanangkan. Mempraktekkannya dengan jalan yang diridhoi tentunya.
Icha: Oke. Sama-sama. Aku yang harusnya bilang makasih sih karena dingondek-ngondekin sama Bang Har.
Haris: Eh kamu tau gak kenapa namanya Ngobrol-Ngobrol Ngondek?
Icha: Nggak tau, Bang. Memang alasannya apa?
Haris: Namanya Ngobrol-Ngobrol Ngondek karena yang bawain saya. Kalau Adipati Dolken yang bawain, jadinya Ngobrol-Ngobrol Ngondoy.

Komentar

  1. Ahhhhaaiiii baca ini perutku langsung koyak bang wkwkwkkwk
    salam kenal buat kk icha... hheee

    BalasHapus
  2. hahahaa asli deh bisa nyambung kemana mana. Si icha pake ambil ayat dari al-qur'an segala lagi.

    Dalam pembicaraan kali ini sepertinya banyak referensi film yang bagus ya.

    Btw.. aku mirip sama clementine nih, ditinggal putus lalu seminggu doi jadian. Sempet trauma, gak move on sampe 2 thn. Bahkan dalam 2 th itu pernah pacaran ternyata... ga siap pacaran akhirnya cuma jadi 3 bulan. huhuhu. Kasian, dia sama kayak poinijah, semacam pemberhentian.

    Eh kok jadi curhat hahahaa.

    Tapi bedanya sama cerita bang haris nih ya, kalo bang haris kan nyesel dan merasa berdosa. Nah kalo si doi, KAGA. Hahahaha

    syedih~ ehh kok curhat lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Icha lucu tuh pas ngeluarin ayat. :D

      Berarti masih mendingan saya ya. Yess!

      Hapus
  3. Ini kenapa bang Haris yang jadi curhat kan narasumbernya Icha lho? gimana ini bang apa terbawa suasana yak?? xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Icha bikin nyaman saya curhat gitu, Wid.

      Hapus
  4. Ini narasumber sama hostnya sama2 curhat nih.. wah.. Gue harus belajar mesum juga nih.. kayaknya asik.. wkkwkw

    BalasHapus
  5. Oke. sesaat sempat bingung siapa yang diwawancarain.... tapi parah emang kalian. kocaaakkkkkk.... xD yang aku tanyain di komentar blog Icha, juga kejawab di sini. tapi sedih. :(

    BalasHapus
  6. Wkwkwkw aseeem wkwk kemana-mana banget ya ini obrolannya wkwkw :D

    Dan yaaah, namanya juga Ichak -_- guyonannya kadang bikin ilang fokus dan kadang juga bikin ngebayangin gimana gitu wkwkwk :D

    Seru nih bang ngobrol-ngobrol ngondeknya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bikin menggelinjang bahagia gitu, Feb. :D

      Hapus
  7. seru juga ngobrol-ngobrol ngondeknya boleh di coba tuh :D itu yang telat 3 bulan apaan ya ?

    BalasHapus
  8. Aaaaak, ini narasumbernya mantap abis. Udah tak diragukan lagi pokoknya.

    Kok, kebanyakan Bang Haris yang curhat ya? Jadi ketuker mana yang punya acara dan yang narasumber. Tapi seru!

    Kalo ngikutin pola, narasumber selanjutnya Yoga Akbar, yang (dulunya) sering bikin konten 18+. Hahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoga? Boleh, Rob. Nanti saya kontak orangnya.

      Hapus
  9. ngobrol ngondek? ini yang ngondek pewawancaranya kali ya ahahahaha
    please bang jangan suka kelepasan curcol gitu ahh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih. Duh. Gak bisa dibendung. :(

      Hapus
  10. Ini jadinya yg curhat sapa? -_#

    BalasHapus
  11. Ini jadinya yg curhat sapa? -_#

    BalasHapus
  12. Ini cewek tapi mainstream banget Ris, sosok langka nih :D
    Baca ini kita jadi perlu menemukan keresahan akan hal yang berbau mesum ya~

    BalasHapus
  13. Bahahaha. Aku masih aja ngakak sama kalimat yang anak-Samarinda-yang-dibesarkan-dengan-budaya-Las-Vegas walaupun udah dibaca berkali-kali, Bang😂😂

    BalasHapus
  14. ahhh... gue terboker-boker ngebaca postingan elu ris!!
    kamfret!!!

    BalasHapus
  15. Oalah.. Ternyata si Icha emang vulgar gini toh orangnya. :// Hampir aja baper (lho?)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gpp, Us, kalau mau baper juga. :D

      Hapus
  16. awal-awal kaya malah bang Hare nya yang banyak tjurhat. :')
    tapi kocak sih ampun.

    BalasHapus
  17. Wahaha, sekilas kok aku ngerasa kalo ini adalah sesi curhat soal mantan sih? Wkwk.
    Curhatan kalian diselipin sama film2, dan itu keren! Walaupun film2 yg td disebutin blm ada yg aku prnah tonton :')

    Aku paling suka quote ini "Kita harus bisa bedain sok mesum yang belum pernah ngapa-ngapain dengan sok polos tapi udah punya dua anak." Sepertinya ada benarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, tonton, Lu. Bagus-bagus film yang direkomendasikan oleh Icha itu.

      Iya, ada benarnya. :D

      Hapus
  18. HAHAHAHAHAHAAAA aku ngakak mulu parah ih.
    Itu apa-apaan segala nanya udah bayangin mau ngapain aja di kamar pengantin. Hahahaha

    Kocak nih ngobrol-ngobrol ngondeknya. Apalagi narasumbernya Icha.

    Pesan yang disampaikan Icha good. :D Bener banget. Untuk guyonan vulgar, lebih baik dibanyakin teori daripada praktek. Teorinya aja dulu, prakteknya nanti pas malam pengantin. Huahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Lan. Apalagi kamu yang biasa ngobrol sama dia di grup, pasti ngakak terus. :D

      Ciye. Udah gak sabar praktek ya Lan? :D

      Hapus
  19. Baru tahu kalo ternyata icha sudah jadi pemain bebas, saya pikir masih sama mas mas penyanyi pillowtalk ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemain bebas. Free transfer ye. :D

      Hapus
  20. Balasan
    1. Meleyot. Kata Ernest, Adipati Dolken itu badannya meleyot kalau lagi break syuting.

      Hapus
  21. AHHAHAHAHAH SERIUS BACA INI NGIKIK TERUS!
    dari mulai kalian curhat ini, tiba tiba jadi A,B, C dan malah ngomongin "apa yang dibayangin di kamar pengantin"! Hihihi. Kocak!
    ini banyak yang curhat jadinya malah bang Harisnya, kebablasaaaan! hahahahaah
    Segar sekali tulisannya. suka paraaaaaaaah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah! Tak disangka akan dapat tanggapan demikian segar. Padahal ini termasuk konten hot. Hehehe. Makasih ya.

      Hapus
  22. haha.. kocak bang, bikin ktawa..
    Salam kenal..

    BalasHapus
  23. Ahaha, panjang amat percakapannya ya. seru bkin ketawa jg ngobrolnya.
    baru dnger ini sih ngondek itu.
    pesan moralnya gak nahaaaann.. hahaha ya ampunn.

    BalasHapus
  24. wakakakakakaka.
    ini lucu ya allah :))

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

22 Peran di Game Werewolf Telegram

7 Peran Baru di Game Werewolf Telegram

Raditya Dika’s Book: Pakai atau Tanpa Hati, Tetap Komedi Hewani

25 Komik Doraemon Petualangan

A: Aku, Rafathar & Negara

Ngenest: Kadang Hidup Perlu Dibawa Santai

11 Macam Mantan dan Cara Menghadapinya