Rabu, 30 Maret 2016

Hari Film Nasional

Katanya, kebangkitan film Indonesia dimulai dengan film ‘Petualangan Sherina’ dan ‘Ada Apa Dengan Cinta?’. Tahun ini AADC2 bakal tayang setelah 14 tahun film pertamanya rilis. Rangga udah jadi mas-mas berponi sementara Cinta makin seksi dan bertato. Rangga Sm*sh dan Cinta Penelope.


Dibanding AADC, saya lebih suka akting Nicholas Saputra sewaktu jadi kurir di film Janji Joni. Ngomong-ngomong Janji Joni, Joko Anwar sang sutradara film tersebut pernah berjanji di twitter. "Kalau hari ini follower gue tembus 3 ribu, gue bakal bugil di minimarket." Begitu janjinya. Dan pada hari yang sama, follower Joko Anwar tembus 13 ribu. Tapi dia beneran nepatin janji. Dia bugil masuk minimarket.

Untungnya, dulu plastik masih gratis. Kalau sekarang Joko Anwar nggak pakai baju masuk minimarket, bakal dipalak 200 perak sama kasirnya sembari ditanya, “Mau diplastikin?”

Senin, 28 Maret 2016

Blogger Baper: Ketika Blogger Jadi Baper

Ini antologi ketiga yang saya baca yang diawali dengan ceritanya Meykke Santoso. Ibarat tur stand up comedy, Meykke ini memang cocoknya jadi opener. Ceritanya bisa menyedot perhatian pembaca. Bisa dibilang cerita Meykke di Blogger Baper adalah lanjutan dari ceritanya di Unforgettable Baper Moments. Masih baper-bapernya. Dan masih sempet-sempetnya saya promosi buku sendiri.



Di sini, Nurul Prayoga menceritakan pengalaman masa lalu dengan absurd dan lebay. Dan itu yang bikin saya terkekeh geli. Doni Jaelani alias Dijeh, salah satu blogger idola saya, turut menyumbang cerita cintanya di sini. Khas Dijeh banget. Penuh jokes segar. Cerita Ahmad Fauzi si mahasiswa Mesir juga lumayan kece. Dan endingnya, ya ampun, kalem tapi nodongin pisau. Nusuk banget.

Baper United karangan Topik Dwi juga patut disimak. Ceritanya Topik baper gara-gara jersey pemberian mantan. Sama ngenesnya dengan cerita asmara Heru Arya si Pangeran Baper. Bayangin, Heru pernah diputusin via email. Canggih bener tuh mantannya. Mungkin pas nembak, Heru apply lowongan hati di situs pencari kerja. Jangan-jangan Heru pacarannya sama Lina Jobstreet. Tiap hari pacarannya dikirimin surat. Tapi surat elektronik yang memberitakan lowongan kerja di berbagai perusahaan.

Dan juaranya adalah cerita Edotz Herjunotz. Awalnya, kita dibawa enak-enak aja. Jalan-jalan di Gramedia. Nyari buku bekas di pasar. Ngajar anak SD bareng pacar sampai ketularan kutuan. Pokoknya, indah banget cerita cinta Edotz dan ceweknya. Saya jadi iri dengan Edotz yang punya pacar sehobi, sama-sama suka baca dan main di Gramedia. Beda dengan saya, yang tiap ngajak orang ke Gramedia, orangnya selalu minta pulang terus. Padahal saya sedang betah-betahnya dikelilingi banyak buku. Iya, yang saya ajak pacar orang sih. Tapi saya kan orang juga. Berarti pacar saya juga dong.

Ketika asyik baca kisah kasih Edotz, Edotz bakal menghentak cerita secara tiba-tiba hanya dengan satu kalimat. Ketika saya berharap ada lanjutannya dan membalik halaman, ternyata cuma lembar kosong. Ceritanya selesai di situ. Menyisakan satu ruang hampa di hati pembaca.

Cerita Edotz berhasil merebut hati saya. Dan mungkin setelah ini saya bakal gagal move on dari cerita Edotz.

***

Jumat, 25 Maret 2016

Ciptaloka: Desain Kaos Tanpa Ribet

Akhirnya, ada juga jasa print kaos desain sendiri yang harganya under 100k. Belakangan, saya emang hobi beli baju yang didesain sendiri. Bukan kaos yang sudah ditentukan toko. Lebih puas aja rasanya pakai baju yang saya mau. Biasalah, anak caper.

Kali ini saya mau ulas Ciptaloka.com. Sebuah situs “Print on Demand” yang menyediakan layanan untuk mencetak gambar secara  custom di berbagai macam media, seperti t-shirt, casing handphone dan batu. Iya, benar. Saya nggak salah ketik. Batu.


Sama seperti ketika kita belajar di waktu muda. Bagai mengukir di atas batu. Anti-mainstream. Kenangan yang diukir di atas batu jadi lebih tahan lama dong. Awet. Nggak kayak hubungan kamu sama mantan kamu yang nggak ada awet-awetnya.

Tapi untuk sekarang, saya mau fokus mengulas jasa desain kaos yang disediakan Ciptaloka.

Senin, 21 Maret 2016

Grup WhatsApp Pejuang Dystopia

Saya selalu menghindari nonton bioskop di weekend. Alasannya: mahal. Selisih harga tiket masuk antara weekdays dan weekend adalah duapuluh ribu rupiah. Uang segitu cukup untuk beli paket hemat popcorn plus softdrink, uang parkir dan tiket keluar dari WC mall. Iya, masuk WC gratis, keluarnya dicegat.

Film terakhir yang saya tonton adalah The Divergent Series: Allegiant. Ceritanya lanjutan dari Insurgent yang sempat saya review tahun kemarin. Tapi, beneran deh, nonton film ini bikin saya pusing. Mungkin Berbie kalau nonton film ini kepalanya nggak pusing lagi, tapi langsung potel.

sumber: Google Image

Yang bikin pusing adalah ceritanya yang hampir sama dengan The Giver, The Maze Runner dan The Hunger Games. Sama-sama bercerita tentang tokoh utama yang memberontak ketidak-adilan sistem kehidupan di Amerika masa depan. Ya Amerika sudah memutuskan mau seperti apa masa depan negara mereka.

1. Dikotak-kotakkan dalam lima faksi yang sebenarnya adalah buah eksperimen genetika dari sekelompok manusia lain di luar dinding.

2. Anak-anak mudanya dijeblosin ke labirin dan disuruh cari jalan keluar. Ketika berhasil keluar dari labirin, anak-anaknya malah dibikin hangus dan bagian tubuhnya diambil untuk bahan obat-obatan.

3. Negaranya dibagi 12 distrik dan setiap tahunnya diadakan arisan kematian menentukan duabelas pasang anak muda yang dipaksa mengikuti sabung manusia.

Kesamaannya adalah setiap tokoh utama dalam tiga film di atas melakukan pelarian. Mereka kabur agar selamat dari kegilaan penguasa masing-masing.

Saya curiga Tris punya grup WhatsApp bareng Katniss Everdeen dan Thomas. Di grup, mereka sharing cara melawan kekejaman penguasa.

Selasa, 15 Maret 2016

Sinetron Anak Jalanan

Anak Jalanan. Sebuah sinetron yang memperlihatkan indahnya dunia sekolah. Enak banget hidup Boy sang tokoh utama di sinetron ini. Masih SMA, Boy udah punya motor gede yang mahal, pacar yang cakep dan teman-teman yang setia.

sumber; www.wowkeren.com

Beda dengan saya sewaktu sekolah. Nggak punya motor, nggak punya pacar. Mungkin nggak bisa punya pacar pun karena nggak punya motor. Punya temen pun nggak setia-setia amat. Nggak bisa ditunggangi kayak motor untuk cari pacar.

Hidupnya udah enak begitu, Boy pernah pamer di media sosial nggak ya?

Kalau orang biasa dapat rezeki, paling banter bakal update status begini:

“Alhamdulilllah, rezeki anak soleh.” Tag foto martabak yang dibawain pacar.

Kalau Boy yang dapat rezeki, misalnya dibawain martabak oleh Reva, pacarnya, mungkin bakal update status begini:

“Alhamdulillah, rezeki anak jalanan.” Tag foto Reva yang bawa martabak.

Tapi apa benar Boy itu termasuk anak jalanan? Saya kepikiran makna anak jalanan di sini telah bergeser. Mungkin maksud anak jalanan di sini adalah ketika Boy ikut lomba lari, dia malah jalan santai sambil cengengesan. Ketika ditanya panitia, Boy jawab, Gue kan anak jalanan. Nggak suka lari-larian.

Oke, dunia ini milik Boy.

Dengan predikat “anak jalanan”, Boy nggak perlu cemas ketika dipanggil walikelas karena nilai rapor jelek. Kalau walikelas memanggil orangtua Boy untuk datang ke sekolah, Boy cukup mengajak walikelas ke trotoar sambil bilang, Saya anak jalanan, Pak. Walikelas pasti langsung paham.

Asumsinya, pada suatu hari, ada seorang lelaki jatuh dari motor dan nyium aspal. Sembilan bulan kemudian lahirlah Boy dari retakan polisi tidur. Anak Jalanan secara harfiah. Jadi, ketika menemukan polisi tidur di jalan, jangan dilindas. Itu aspal hamil yang sedang mengandung Stefan William.

Tapi jadi anak jalanan itu keren. Dengan motor gede sebagai tunggangan, mereka bisa hidup di dua planet, yakni Planet Bumi dan Planet Ban. Di Planet Ban ngapain? Ya ngisi nitrogren gratis lah.

Ngomong-ngomong planet, sampai sekarang, belum ada manusia yang berminat hidup di Mars. Apalagi Mars Partai Perindo. Sebab Mars Perindo nggak bisa dihuni. Tapi bisa dihafal kok. Sebagian besar penonton setia Anak Jalanan hafal Mars Perindo. Gimana nggak hafal? Setiap iklan, dinyanyiin lagu wajib itu terus.

Ngomong-ngomong Mars, sebenarnya, ada satu artis yang pernah mencoba tinggal di Mars, tapi tidak bertahan lama. Nama artis itu Ben Kasyafani. Mars yang ditinggali adalah Mars handa.

Lalu apa persamaannnya Marshanda dan Andhika? Sama-sama kangen Ben.

Intinya, sampai manusia membuat koloni di Planet Mars, Boy tetap akan dikenal sebagai Anak Jalanan. Hanya bisa berubah ketika ada cewek yang nyatain perasaan ke Boy, tapi Boy nggak jawab. Nggak nolak, nggak nerima juga. Sejak itu, berarti Boy udah jadi Anak Jalanin Aja Dulu.

KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) nggak berani menghentikan tayangan Anak Jalanan. Sebab menurut undang-undang, fakir miskin dan anak jalanan dipelihara oleh negara.

Jumat, 11 Maret 2016

Giveaway 1st Anniversary harisfirmansyah.com

Tidak terasa sudah satu tahun saya ngeblog. Banyak yang saya dapat dari blog. Saya bisa kenal dengan teman-teman blogger yang cakep. Tentunya tulisan mereka menambah khazanah ilmu pengetahuan bagi saya yang kurang main ini. Saya juga sempat dapat job review yang fee-nya berupa duit, atau voucher belanja, atau sekadar ucapan terima kasih dari pihak terkait. Yang terakhir, saya baru ngeh kalau saya disuruh ikut kompetisi blog, bukan job review. Pardon me.

Sebagai bentuk terima kasih kepada para pengunjung blog yang nggak pernah jemu membaca tulisan saya yang ala kadarnya, saya ingin mengadakan syukuran kecil-kecilan. Begini cara mainnya:

1. Tulis review tentang keunikan tulisan Haris Firmansyah, baik tulisan di blog atau di buku. Kombinasi keduanya dapat poin tambah. Pokoknya, nilailah aku sepuas hatimu. Minimal 500 kata.

2. Posting review tersebut di blog (bebas platform). Bagi yang tidak memiliki blog tapi punya akun Facebook, boleh posting di notes Facebook dengan setting publik.

3. Share link review ke twitter dengan mention @harishirawling. Bisa juga share via facebook dengan menandai akun saya (www.facebook.com/harishirawling) di kiriman.

Giveaway digelar dari tulisan ini diterbitkan, yakni 11 Maret 2016 sampai 11 April 2016. Para pemenang akan diumumkan pada tanggal 17 April 2016.

Hadiahnya sebagai berikut:


Juara 1
6 buku saya: Date Note, Nyengir Ketupat, All About Teen Idols, Good Hobby vs Bad Habit, 3 Koplak Mengejar Cinta dan Wrecking Eleven.

Juara 2
3 buku saya: Date Note, 3 Koplak Mengejar Cinta dan Wrecking Eleven.

Juara 3
2 buku saya: 3 Koplak Mengejar Cinta dan Wrecking Eleven.

Juara 4
1 buku saya: 3 Koplak Mengejar Cinta.

Juara 5
1 buku saya: Date Note.

NB: Setiap juara akan mendapatkan hadiah uang tunai masing-masing Rp. 50.000,-. Lumayan buat jajan bakso.


Bila ada yang kurang jelas, bisa hubungi saya di twitter: @harishirawling atau layangkan pertanyaan via ask.fm: @harishirawling. Jangan layangkan secara harfiah, bisa benjol pala Berbie.

Dan jangan lupa, selamat bersenang-senang!

Senin, 07 Maret 2016

Comic 8: Casino Kings Part 2. Banyak Laga, Minim Tawa

Karena saya udah review part sebelumnya, nggak afdhol rasanya kalau Comic 8: Casino Kings Part 2 ini nggak ikut ditinjau juga.



Sebenarnya, saya udah nggak berharap banyak dari part 2 ini. Apalagi berharap dengan mantan yang udah punya pacar. Nope. Saya udah kecewa dengan part 1 yang mempertontonkan banyak darah dalam kesadisan. Saya juga udah kecewa dengan mantan yang cengengesan bareng pacarnya di Instagram.

Motivasi saya nonton part 2 ini hanya ingin tahu apakah Anggy Umbara akan memberikan kejutan yang sama seperti Comic 8 edisi ngerampok bank itu?

Jumat, 04 Maret 2016

Sama Seperti Summer's Effect

Grup BBM. Saya gabung di grup BBM alumni kampus. Isinya temen-temen kuliah doang. Nggak ada penjual obatnya. Emangnya kolom komentar foto seleb di Instagram.

Sejak zaman es, masalah utama grup alumni adalah anggota-anggotanya yang susah diajak reuni. Coba kalau diajak pacar masing-masing naik pelaminan, pasti semangat deh. Semangat cari alasan. “Pada belum siap sih.”

Lho? Pangeran Wortel kenapa ada di sini?

Tapi, akhirnya, sebuah tanggal disepakati. Setelah sebelumnya gagal karena salah satu teman yang ditunjuk sebagai sopir tembaknya mendadak dilanda sakit. Sakit meriang. Merindukan kasih sayang. Kasih Sayang Bunda. Itu sih nama TK.

Ternyata Summer bisa jurus seribu bayangan ala Naruto via feministmusicgeek.com

Menjelang hari yang dinanti, mobil rental sudah di-DP-in, enam orang positif ikut, eh, temen saya yang bisa nyetir itu melambaikan tangan dengan alasan yang sangat bisa diterima akal sehat: