Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Hari Film Nasional

Katanya, kebangkitan film Indonesia dimulai dengan film ‘Petualangan Sherina’ dan ‘Ada Apa Dengan Cinta?’. Tahun ini AADC2 bakal tayang setelah 14 tahun film pertamanya rilis. Rangga udah jadi mas-mas berponi sementara Cinta makin seksi dan bertato. Rangga Sm*sh dan Cinta Penelope.

Dibanding AADC, saya lebih suka akting Nicholas Saputra sewaktu jadi kurir di film Janji Joni. Ngomong-ngomong Janji Joni, Joko Anwar sang sutradara film tersebut pernah berjanji di twitter. "Kalau hari ini follower gue tembus 3 ribu, gue bakal bugil di minimarket." Begitu janjinya. Dan pada hari yang sama, follower Joko Anwar tembus 13 ribu. Tapi dia beneran nepatin janji. Dia bugil masuk minimarket.
Untungnya, dulu plastik masih gratis. Kalau sekarang Joko Anwar nggak pakai baju masuk minimarket, bakal dipalak 200 perak sama kasirnya sembari ditanya, “Mau diplastikin?”

Blogger Baper: Ketika Blogger Jadi Baper

Ini antologi ketiga yang saya baca yang diawali dengan ceritanya Meykke Santoso. Ibarat tur stand up comedy, Meykke ini memang cocoknya jadi opener. Ceritanya bisa menyedot perhatian pembaca. Bisa dibilang cerita Meykke di Blogger Baper adalah lanjutan dari ceritanya di Unforgettable Baper Moments. Masih baper-bapernya. Dan masih sempet-sempetnya saya promosi buku sendiri.


Di sini, Nurul Prayoga menceritakan pengalaman masa lalu dengan absurd dan lebay. Dan itu yang bikin saya terkekeh geli. Doni Jaelani alias Dijeh, salah satu blogger idola saya, turut menyumbang cerita cintanya di sini. Khas Dijeh banget. Penuh jokes segar. Cerita Ahmad Fauzi si mahasiswa Mesir juga lumayan kece. Dan endingnya, ya ampun, kalem tapi nodongin pisau. Nusuk banget.
Baper United karangan Topik Dwi juga patut disimak. Ceritanya Topik baper gara-gara jersey pemberian mantan. Sama ngenesnya dengan cerita asmara Heru Arya si Pangeran Baper. Bayangin, Heru pernah diputusin via email. Canggih bener tuh mantannya…

Ciptaloka: Desain Kaos Tanpa Ribet

Akhirnya, ada juga jasa print kaos desain sendiri yang harganya under 100k. Belakangan, saya emang hobi beli baju yang didesain sendiri. Bukan kaos yang sudah ditentukan toko. Lebih puas aja rasanya pakai baju yang saya mau. Biasalah, anak caper.
Kali ini saya mau ulas Ciptaloka.com. Sebuah situs “Print on Demand” yang menyediakan layanan untuk mencetak gambar secara  custom di berbagai macam media, seperti t-shirt, casing handphone dan batu. Iya, benar. Saya nggak salah ketik. Batu.

Sama seperti ketika kita belajar di waktu muda. Bagai mengukir di atas batu. Anti-mainstream. Kenangan yang diukir di atas batu jadi lebih tahan lama dong. Awet. Nggak kayak hubungan kamu sama mantan kamu yang nggak ada awet-awetnya.
Tapi untuk sekarang, saya mau fokus mengulas jasa desain kaos yang disediakan Ciptaloka.

Grup WhatsApp Pejuang Dystopia

Saya selalu menghindari nonton bioskop di weekend. Alasannya: mahal. Selisih harga tiket masuk antara weekdays dan weekend adalah duapuluh ribu rupiah. Uang segitu cukup untuk beli paket hemat popcorn plus softdrink, uang parkir dan tiket keluar dari WC mall. Iya, masuk WC gratis, keluarnya dicegat.
Film terakhir yang saya tonton adalah The Divergent Series: Allegiant. Ceritanya lanjutan dari Insurgent yang sempat saya review tahun kemarin. Tapi, beneran deh, nonton film ini bikin saya pusing. Mungkin Berbie kalau nonton film ini kepalanya nggak pusing lagi, tapi langsung potel.

Yang bikin pusing adalah ceritanya yang hampir sama dengan The Giver, The Maze Runner dan The Hunger Games. Sama-sama bercerita tentang tokoh utama yang memberontak ketidak-adilan sistem kehidupan di Amerika masa depan. Ya Amerika sudah memutuskan mau seperti apa masa depan negara mereka.
1. Dikotak-kotakkan dalam lima faksi yang sebenarnya adalah buah eksperimen genetika dari sekelompok manusia lain di luar dind…

Sinetron Anak Jalanan

Anak Jalanan. Sebuah sinetron yang memperlihatkan indahnya dunia sekolah. Enak banget hidup Boy sang tokoh utama di sinetron ini. Masih SMA, Boy udah punya motor gede yang mahal, pacar yang cakep dan teman-teman yang setia.

Beda dengan saya sewaktu sekolah. Nggak punya motor, nggak punya pacar. Mungkin nggak bisa punya pacar pun karena nggak punya motor. Punya temen pun nggak setia-setia amat. Nggak bisa ditunggangi kayak motor untuk cari pacar.
Hidupnya udah enak begitu, Boy pernah pamer di media sosial nggak ya?
Kalau orang biasa dapat rezeki, paling banter bakal update status begini:
“Alhamdulilllah, rezeki anak soleh.” Tag foto martabak yang dibawain pacar.
Kalau Boy yang dapat rezeki, misalnya dibawain martabak oleh Reva, pacarnya, mungkin bakal update status begini:
“Alhamdulillah, rezeki anak jalanan.” Tag foto Reva yang bawa martabak.
Tapi apa benar Boy itu termasuk anak jalanan? Saya kepikiran makna anak jalanan di sini telah bergeser. Mungkin maksud anak jalanan di sini adalah keti…

Comic 8: Casino Kings Part 2. Banyak Laga, Minim Tawa

Karena saya udah review part sebelumnya, nggak afdhol rasanya kalau Comic 8: Casino Kings Part 2 ini nggak ikut ditinjau juga.


Sebenarnya, saya udah nggak berharap banyak dari part 2 ini. Apalagi berharap dengan mantan yang udah punya pacar. Nope. Saya udah kecewa dengan part 1 yang mempertontonkan banyak darah dalam kesadisan. Saya juga udah kecewa dengan mantan yang cengengesan bareng pacarnya di Instagram.
Motivasi saya nonton part 2 ini hanya ingin tahu apakah Anggy Umbara akan memberikan kejutan yang sama seperti Comic 8 edisi ngerampok bank itu?

Sama Seperti Summer's Effect

Grup BBM. Saya gabung di grup BBM alumni kampus. Isinya temen-temen kuliah doang. Nggak ada penjual obatnya. Emangnya kolom komentar foto seleb di Instagram.
Sejak zaman es, masalah utama grup alumni adalah anggota-anggotanya yang susah diajak reuni. Coba kalau diajak pacar masing-masing naik pelaminan, pasti semangat deh. Semangat cari alasan. “Pada belum siap sih.”
Lho? Pangeran Wortel kenapa ada di sini?
Tapi, akhirnya, sebuah tanggal disepakati. Setelah sebelumnya gagal karena salah satu teman yang ditunjuk sebagai sopir tembaknya mendadak dilanda sakit. Sakit meriang. Merindukan kasih sayang. Kasih Sayang Bunda. Itu sih nama TK.

Menjelang hari yang dinanti, mobil rental sudah di-DP-in, enam orang positif ikut, eh, temen saya yang bisa nyetir itu melambaikan tangan dengan alasan yang sangat bisa diterima akal sehat: