Langsung ke konten utama

Blogger Rewind 2016

Januari adalah bulannya One Piece. Saya mengikat diri untuk fokus membaca komik One Piece sampai chapter terakhir (on going). One Piece menjadi karya terbaik di hati saya yang sejajar dengan Harry Potter dan Doraemon. Seperti yang pernah diucapkan oleh Sherina, setiap orang harus membaca One Piece!

Di bulan Februari, buku antologi saya bersama akun anonim di Instagram, @JustParody, yang berjudul Unforgettable Baper Moments mulai berkeliaran di toko buku. Ini jadi satu-satunya buku saya yang terbit di tahun ini. Dalam momen berdekatan, komunitas blog yang saya ikuti, Blogger Energy, meluncurkan antologi bertajuk Blogger Baper. Di situ ada cerpen Pangeran Wortel.



Di bulan penuh cinta ini, Pangeran Wortel mengadakan giveaway HUT Tulisan Wortel yang mana juara pertamanya akan diganjar buku Blogger Baper. Dengan semangat menggebu, saya bikin materi roasting untuk Pangeran dengan Alis Naik Sebelah itu. Eh ternyata menang. “Baik banget emang si Pange. Diledekin, malah ngasih hadiah.”


Maret, saya kepikiran married. Saya takut menikah. Saya merasa tidak cukup mapan, baik dari segi mental maupun materi. Entah kapan mapannya. Menurut Hadi Kurniawan, itu namanya Gamophobia. Tapi, untungnya, Gamophobia yang saya idap nggak bertahan lama. Hadi menyadarkan saya untuk tidak risau dengan masa depan. Hadi bilang saya lebih beruntung darinya. Baiklah, saya percaya. Terima kasih Tuhan telah menciptakan Hadi.

Baca Blogger Baper kiriman Pangeran Wortel, saya ikutan baper. Hal ini dikarenakan mantan yang paling susah dilupakan, upload foto di Instagram berdua pacarnya yang nggak lebih ganteng dari saya. Kenapa nggak dari dulu dia pacaran? Kalau begitu kan saya nggak perlu kepedean, mengira dia nggak pacaran lagi karena belum move on dari saya. Setelah itu, saya mulai jarang mengisi label ‘mantan’ di blog dengan tulisan baru.

April adalah ulang tahun blog Hari-Hari Haris. Mengikuti jejak sang inspirator para personal blogger tanah air, Pangeran Wortel Heru Arya, saya bikin giveaway seperti yang pernah beliau gelar. Terkumpul 13 review tentang blog Hari-Hari Haris dari para kontestan. Lalu saya memilih pemenang dengan review paling menyenangkan hati saya, di antaranya: Icha Hairunnisa, Yoga Akbar Sholihin dan  Heru Arya.

Anehnya, setelah mendapatkan giveaway, tiga besar pemenang ini mengalami malapetaka. Pertama, Icha putus dari pacarnya, Zai. Kedua, Yoga mengalami depresi berat yang membuatnya vakum dari blog dan media sosial selama kurang-lebih tiga bulan. Ketiga, Heru sakit gigi dan mulai tidak konsisten ngeblog. Hilangnya Heru dari peredaran, membuat pembacanya bertanya, “Ada Apa dengan Pangeran?”

Untungnya, kutukan giveaway ini tidak berlarut-larut. Icha bisa move on dari Zai setelah jatuh cinta dengan lelaki flawless harapan keluarga. Yoga bangkit dari keterpurukannya dengan mengunggah cerpen perusak generasi bangsa berjudul “Es Krim Spesial”. Mungkin, pikir Yoga, daripada menghancurkan diri sendiri, lebih baik menghancurkan anak muda negeri ini. Setelah hilang arah, Heru pun muncul dengan membuat pengakuan berjudul “Maaf untuk Keputusan Ini”. Di tulisan itu, Heru dengan sangat menyesal telah membuat keputusan untuk pindah genre blog dari blogger personal menjadi blogger tutorial.

Sulit rasanya untuk memaafkan keputusan Heru. Tapi siapa saya? Bukan saya yang membiayai domain blognya. Bukan saya juga yang membelikannya kuota. Bahkan saya tidak ada untuk sekadar memijati punggungnya ketika beliau letih mengetik di depan laptop. Jadi, saya tidak berhak untuk mencampuri keputusan beliau. Yang jelas, selama menjadi blogger personal, Heru telah banyak memberikan saya inspirasi. Saya jadi tahu harus seperti apa seorang blogger personal. Sebab saya hanyalah blogger baru.

Saya sendiri masih mencari-cari apa genre yang pantas untuk blog saya. Yang jelas, setelah move on, saya sudah tidak punya banyak bahan untuk membeberkan cerita tentang mantan. Sempat kepikiran untuk jadi blogger parodi. Tapi apakah bisa ngangkat?

Setelah tulisan tentang Anak Jalanan sempat viral di Facebook, saya mengepos beberapa tulisan serupa di blog dan Facebook. Di akhir April, beberapa hari sebelum pemutaran #AADC2 di bioskop, saya membagikan parodi Ada Apa dengan Cinta? (AADC). Hasilnya, parodi tersebut dibagikan hampir 12 ribu kali di Facebook. Kerjaan saya saat itu hanya mengecek notifikasi untuk membaca respons netizen. Ternyata begini rasanya jadi Jonru.

Di bulan Mei, saya menghadiahi kado ulang tahun untuk diri saya sendiri. Saya menulis novel komedi fantasi yang sudah lama ingin saya tulis. Judulnya Fantastic Ex-Girlfriends and How to Forget Them. Sangat egoisentris. Novelnya hanya diterbitkan online di Novel Nusantara. Ya, walaupun ceritanya nggak ngangkat, saya cukup puas.

Di bulan Juni, saya sempat sakit pada hari pertama puasa. Padahal saya berniat rutin berbagi serial AADC Syariah sehari satu bab di Wattpad. Mungkin saya sakit karena keberatan cerita.

Pertengahan Juli sampai akhir Agustus, saya kecanduan Pokemon GO. Sampai bikin saya ‘hilang’. Tapi saya nggak ada apa-apanya dibanding Rido Arbain. Rido bela-belain melancong ke tiga negara tetangga, Malaysia, Thailand dan Singapura, hanya untuk berburu Pokemon. Begitu pulang ke Indonesia, Rido malah uninstall Pokemon GO. Maksud L?

Pokemon GO telah beristirahat dengan tenang pada bulan September 2016. Lahirlah Werewolf di grup Telegram. Di grup World Werewolf Federation, saya kenal dengan teman-teman yang menyenangkan. Kebanyakan dari mereka adalah blogger. Sebut saja Udafanz, Ilham Bacha, Mamad Karburator, Benaaagram, Icha Hairunnisa, Jung  Jawa, Justina Landhiani, Mia, dan masih banyak lagi. Seiring derasnya chat, grup main Werewolf jadi seperti grup lawak. Ketawa tiap hari. Yang paling bikin ketawa adalah Son Agia yang ditinggal nikah mantan. Bisa-bisanya bencana bagi seseorang, menjadi bahan tawa bagi sekumpulan orang lainnya. Belum selesai menertawakan Agia, muncul Reyhan Ismail yang mengaku hacker. Hacker mana yang buka Telegram di PC saja mesti pakai Bluestack?

Oktober jadi bulan kebangkitan circle blogger. Wahai Para Shohabat (WPS) yang sempat saya roast di blog menunjukkan kebolehannya di Twitter. Kresnoadi dkk. bikin trending topic dengan #CinderellaMasaKini dan #TutorialSulit. Setelah sebelumnya, saya dan Yoga sempat terlibat perbincangan hangat dengan selebtwit aMrazing mengenai dunia penerbitan. Yoga yang kebelet nerbitin buku, curhat di Twitter. Dia bilang, “Gue udah kerja-keras banting-tulang, tapi cuma dapat duit dikit.” Eh bukan. Itu curhatannya yang lain. Yang benar begini: “Sekarang yang bisa nerbitin personal literature cuma selebtwit.” Twit itu di-retweet Rido dan disamber oleh aMrazing.

“Siapa bilang? Temen gue bisa nerbitin novel. Dan followersnya di Twitter cuma keluarganya doang,” cuit aMrazing.

Padahal Yoga ngomongin personal literature, Mas Alex malah bahas novel. Kalau Pangeran Wortel sampai tahu, dia pasti bakal ngetwit: “Asli, gue kesel banget sama orang yang nggak paham segmen tulisan gue.”

Pertengahan November, saya ketemu Yoga si blogger curhat pada perjalanan menuju Solo. Selain Yoga, saya juga bertualang bersama Bena, Tiwi dan Mia. Di Solo, kami bertemu dengan Ilham, Hana, Jaimbum, Justin dan Jung. Perlu tulisan sendiri untuk menceritakan pengelanaan WWF di Solo.

Desembernya, giliran Ilham mengunjungi kekasihnya, Tiwi, di Jakarta. Nggak mau kalah, saya terbang ke Balikpapan. Sampai bandara Sepinggan, saya disambut salah satu anggota WPS, Yogaesce. Inilah pengalaman pertama saya menjejakkan kaki di daerah WITA. Saya sempat menginap di rumah Yogaesce dan melakukan pillow talk sampai Subuh. Besoknya, saya meluncur ke Samarinda untuk menemui Icha Hairunnisa bersama kakak sepupunya, Kak Ira. Perlu tulisan sendiri untuk menceritakan petualangan saya di Kalimantan Timur.

Tahun 2016 cukup payah bagi saya. Saya sama sekali tidak menerbitkan novel baru di tahun ini. Kecuali novel yang diterbitkan secara online. Padahal di awal tahun, saya sudah mencanangkan akan menulis satu judul naskah setiap satu bulan. Di tahun 2017 ini, lagi-lagi saya mengharapkan hal yang sama: menerbitkan buku lagi. Mudah-mudahan dunia penerbitan Indonesia kembali sehat. Sehingga bikin para penulis menjadi semangat. Tapi saya tetap berterima-kasih untuk 2016 karena telah memberikan teman-teman yang menyenangkan.

Komentar

  1. Halo kak, saya pembaca tulisan di blogmu. Baru pertama kali baca saja sudah suka. Bagaimana jika kakak memberikan saya hadiah, itung-itung menjadikan awal tahun saya lebih berkesan, kak. Kan 2016 udah terlanjur payah gitu...

    Jadi, ceritanya gini...

    BalasHapus
  2. aamiinn. (mengaminkan penerbitan buku kembali sehat)

    gimana ya, tulisan ttg solo belum juga terbit padahal udah berangsur beberapa bulan yang lalu. alhamdulillah videonya udah...

    BalasHapus
  3. Apa cuma aku di sini yang pas baca "Mas Alex," malah kengiang Young Lex bukannya aMrazing? :(

    Keberatan cerita! Segala ada nggak-paham-sama-segmen-gue. Pengungkitan masa lalu seseorang yang sungguh keji.

    Ngomongin giveaway, itu pertama kalinya aku ikut giveaway dan ternyata menang. Huehehe. 2016 berkesan. Jadi aku ngerasa kena kutukan atau malapetaka koks.

    Semoga harapannya bisa terwujud, Bang. Semangaaaat! Ganbatte! Karena menjadi penulis itu memang jalan Bang Haris. Bukan jalan pemerintah. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak ngerasa kena kutukan bla bla bla. Anjis. Kurang kata mulu bangke.

      Hapus
  4. Rido uninstall Pokemon Go karena kuciwa, sudah ke luar negeri tapi cuma dapat 3 pokemon baru. "Aselik, kesel banget."

    Dukung Haris nerbitin novel 2017!

    BalasHapus
  5. BOOM! Banyak sekali teman2 ya di tahun 2016. Bersyukur bang. Hehe

    BalasHapus
  6. Buruan posting tulisan yang pas ke Samarinda bang. Yang sama yogaesce pillow talk gausah diceritain. Males.

    BalasHapus
  7. Ini blogger rewind 2016 ada satu tokoh yang namanya disebut berkali-kali. mau nangyss bacanya :'D

    BalasHapus
  8. Gimana rasanya jadi Jonru? Mantapkah?

    Mau dukung Bang Haris terbitin novel, tapi malu. Di rak buku gak ada bukumu, Bang. :')

    BalasHapus
  9. Di situ ada cerpen Pangeran Wortel. Ya, terus ngapahhh? "Pertanyaan bagus!"

    Jangan-jangan give away kamu itu ada jampi-jampinya, Ris. Icha sampe putus. Gue sampe depresi. :(

    Bodo amat deh soal cerpen es krim! Taik. Gue ngakak sendiri inget Attar. :(

    Aamiin. Semoga tahun ini penerbitan kembali sehat dan nama Yoga Akbar S ada di sebuah sampul buku. Iya, jadi buku orang gue tulisin aja nama sendiri. Muahaha.

    BalasHapus
  10. Santai bro..
    Masih ada tahun 2017
    Mari menjadikan semua resolusi 2016 yang ga tercapai di 2016 menjadi resolusi 2017 yang tercapai..

    Hehehhehe

    BalasHapus
  11. Hahahaha, iya juga, ya.. Kenapa bang Heru pindah aliran, tapi apalah kita yang nggak bisa menahannya. :D
    Ohiya saya juga baru tau soal twit - twit dengan #Toturialsulit apalah - apalah.. Mungkin kalau WPS-nya udah tau :D

    Moga - moga saya bisa kenalan dengan blogger lain, deh.. Keliatannya hebat juga, bisa ada tempat nginap.. eh, gimana - gimana ? :D

    BalasHapus
  12. Disini apa cuman saya yg nggk tau siapa itu Amrazing? Saya abis buka twitternya. Smua twitt2nya pake bhs inggris. Saya curiga ini orang inggris. Ditambah dia juga meretweet cuitan dari Donald Trump. Spertinya dia bukan orang inggris. Tpi orang Amerika. Tapi pas baca tweetnya "om telolet om". Spertinya benar. Klo orang ini adalah seorang supir Indonesia-Amerika. PP

    BalasHapus

Posting Komentar