Rabu, 08 Maret 2017

Paper Towel

Menurutku, setiap orang punya keajaiban. Seperti menang kuis malam yang dibawakan oleh Mbak Yeyen di TV. Atau menjadi pemain timnas U-19 yang mencetak gol penentuan di menit terakhir pada final melawan Malaysia di stadion Gelora Bung Karno. Berhasil ke luar angkasa untuk membuktikan jika bumi itu datar. Atau nge-vlog dengan Raja Arab.

Jika kau memikirkan sesuatu yang mustahil terjadi di seluruh dunia, pikirkan juga kalau salah satunya akan terjadi pada kita.

Ternyata keajaibanku berbeda. Dari sekian kota, dari sekian rumah, dari sekian blok, aku bertetangga dengan Margareta. Singkat kata, Marga adalah simpul keajaiban dunia. Marga satu level di bawah komodo yang sama-sama ajaib tingkat dunia.



Aku kini mengerti rasanya menjadi Peter Parker. Sejak kecil hingga remaja, aku menjadi pemuja rahasia dari tetanggaku sendiri. Tapi aku tidak sampai digigit laba-laba modifikasi genetik beracun, lalu menjadi superhero dan ciuman terbalik dengan pujaan hati di tengah hujan. Aku hanya kebagian jatah culunnya doang.

Karena imej culun itulah aku tidak akrab dengan Marga. Marga hanya berteman dengan mereka yang memiliki followers ratusan ribu dengan feed Instagram aesthetic. Sementara aku hanya jadi penonton dari instastories Marga. Saking banyaknya momen yang dia share, bentuk instastores-nya kayak bekas jahitan operasi usus buntu.

Senin, 06 Maret 2017

3 Cara Legal Nonton Film

Saya suka nonton film bajakan. Dulu beli DVD bajakan di emperan, sekarang unduh di situs penyedia film ilegal. Tapi pelan-pelan saya ingin berhenti nonton film bajakan. Saya takut kualat disumpahi oleh mulut para sineas yang bertuah.

Inilah 3 cara yang bisa dilakukan untuk menonton film secara legal.