Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Selain ngeblog, saya main aplikasi media sosial di bawah ini. 1. Facebook Saya adalah anak FB sejati. FB adalah media sosial pertama yang saya geluti. Dari FB, saya bisa ketemu teman-teman yang berpengaruh di hidup saya. Bisa menerbitkan buku pertama pun karena info yang berseliweran di FB. Pokoknya, FB membentuk hidup saya. Sekarang FB lebih beragam. Isinya nggak cuma anak Kpop yang galau karena nggak bisa nonton konser boyband idolanya, seperti ketika awal saya main FB pada tahun 2010-2012. Sekarang saya biasa menemukan anak SD yang pacaran karena puber kecepatan (diakibatkan kekurangan vitamin D), hoax mengandung SARA yang disebarkan, di-like dan dikomentari AAMIIN ribuan kali, dan video-video kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur. Tapi kita masih bisa memilih, kan? Ada tombol unfollow, unfriend, bahkan block. Selain sisi kelam yang saya sebutkan, ada page Tere Liye yang rutin menggelontorkan quote-quote bijak yang mengayomi dedek-dedek gemes. Ada juga A...