Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
“Namaku Milea. Jenis kelamin perempuan, dan tadi baru selesai makan sate taichan pakai lontong,” ketik Milea pada lembar kosong di Wattpad. Milea ingin menceritakan tentang lelaki yang berhasil mencuri hatinya dengan gombalan tidak biasa, yaitu Kalagondang. Ya Dilan lah! Setelah naik motor berdua keliling Bandung, Milea dan Dilan semakin dekat. Saking ingin dekat-dekat melulu, ketika di sekolah, Dilan nekat duduk semeja dengan Milea, padahal mereka beda kelas. Lalu Dilan minta kertas kepada Milea. Dilan menulis lima nama lelaki berumur di atas kertas. 1. Deddy Mizwar (Demokrat, Golkar) 2. Ridwan Kamil (NasDem, PPP, PKB) 3. Sudrajat (PAN, Gerinda, PKS) 4. Tubagus Hasanuddin (PDIP) 5. Dilan (The Panasdalam) Milea terperangah. Dilan yang telah gagal meramal tentang dirinya, sekarang mau meramal masa depan politik Kota Bandung? Milea pun penasaran, siapa calon gubernur pilihan Dilan. Lalu Dilan mencoret namanya sendiri. “Kok dicoret?” tanya Milea. “Ini bukan daftar ...