Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh harisfirmansyah.com (@harisfirmansyah.com_) Sartika yang sedang hamil delapan bulan meninggalkan kota asalnya untuk mencari pekerjaan demi kehidupan yang lebih baik. Bulan sebelumnya, Sartika sempat jadi astronot seperti Neil Armstrong karena nuju bulan. Di KM 26, Tika menumpang sebuah truk yang melintas di jalur Pantura. Di KM 60, sopir truk merasa kedinginan. Salah satu pengemudi truk meyakini bahwa kejadian itu merupakan pertanda sial akibat kehadiran Sartika, sehingga ia meminta Sartika turun di lokasi tersebut. Mereka kedinginan karena Antar Tika. Sartika pun berjalan menelusuri kawasan hiburan malam Eretan Kulon sampai akhirnya berhenti di sebuah warung kecil milik seorang perempuan tua bernama Maya. Maya menawarkan minum kepadanya dan kemudian bertanya mengenai asal usul dan tujuan Sartika. Namun, Tika tidak mau menjawab jujur dan memilih tantangan. Maya memang ajak Tika main Truth or Dare. Te...