Kamis, 28 Januari 2016

5 Rekomendasi Kru Baru Topi Jerami

Siapakah kru Topi Jerami selanjutnya?

sumber: google image

Secara subyektif, saya merekomendasikan orang-orang di bawah ini sebagai kru baru untuk menemani Luffy dkk. menemukan One Piece.

Senin, 25 Januari 2016

5 Barang yang Pengen Saya Gondol di Lazada

"Jika kamu ingin hidup bahagia, gantungkanlah pada tujuan yang kamu buat, bukan pada orang lain, apalagi benda."

Saya mengamini kutipan dari Albert Einstein di atas. Jika kebahagiaan kita bergantung kepada orang lain, siap-siaplah dikecewakan. Ketika kebahagiaan tergantung pada benda bersifat duniawi, kita akan lupa untuk bahagia sebelum memiliki benda yang kita idamkan. Tapi apabila kita menggantungkan kebahagiaan pada sebuah tujuan, kita akan menikmati proses menuju kesana. Bahagia dalam perjalanannya.

Namun, untuk mencapai sebuah tujuan, ada kalanya kita membutuhkan benda sebagai media memuluskan rencana. Seperti halnya bajak laut yang membutuhkan kapal untuk berlayar mengarungi lautan.


Di bawah ini adalah barang-barang yang pengen saya gondol di Lazada supaya saya bisa berkehidupan yang lebih baik.

Jumat, 22 Januari 2016

Haris Firmansyah dan Relikui Kemantanan

Saya dicap cowok gagal move on. Hanya karena saya masih sering menelusuri Nistagram, eh, Instagram mantan yang rutin menggulirkan foto-foto imutnya di beranda. Apalagi saya kerap tak sengaja menekan tombol love ketika menjalankan ritual stalking di malam yang sunyi. Tujuh sumpah terlarang versi bajak laut pun saya maki ketika kecelakaan itu terjadi. Bisa-bisanya jempol dan otak tidak kompak.

Tapi, di satu sisi, saya mengingkari fakta bahwa love yang accidentialy saya berikan di foto mantan adalah remah-remah yang tersisa dari lubuk hati yang paling dalam. Masih ada ampasnya, ternyata.

Teman saya berkata bahwa saya harus melupakan mantan. Bukannya saya tidak mau mencoba, tapi saya sudah berusaha. Nyatanya, hati saya balik lagi untuk mengetikkan namanya di kolom pencarian Instagram ketika saya teraniaya sepi. Lagipula, untuk apa saya move on, jika menjadi cowok gagal move on pun saya tidak lupa bahagia? Lihat bio dia tertulis kalimat “Supel, simple and single” saja sudah bikin saya bahagia bukan buatan.

SINGLE-nya itu loh! Secercah harapan.

Dewasa ini, gagal move on itu biasa saja. Sudah sering saya mendapat sapaan dari Pak Harto di belakang truk, “Piye kabare? Masih enak jamanku toh?"

Lambaian tangan itu, senyuman hangat itu, saya hafal betul. Ciri khas mantan yang tambah super ketika sudah bukan milik kita lagi.

Saya yang mengendarai sepeda motor di belakang truk hanya bisa mengangguk pasrah sambil bergumam tidak jelas, “Iya, Pak. Masih enak jaman Bapak. Waktu itu kerjaan saya cuma makan, tidur dan nonton film kartun. Nggak ada tuh agenda baper sampai mager karena mantan cuma read WhatsApp saya. Saya rindu masa-masa dimana cobaan terberat saya sebatas ketinggalan nonton Pokemon.”

Ketika menengok ke fanpage Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang pandai menciptakan tembang, saya mendapati komentar-komentar kangen aroma gagal move on, semisal:

“Saya berharap agar dollar bisa turun seperti di masa Bapak jadi presiden dulu.”

Kami semua Rakyat Indonesia masih cinta padamu, Pak. Yang setuju dengan ucapan saya, like!

Di saat bersamaan, Pak SBY sedang bersenda-gurau dengan cucu-cucunya yang lucu. Sementara Facebooker yang berkomentar terakhir masih menunggu like. Like a boss.

Menurut penelitian saya yang sudah cukup berpengalaman dalam kubangan masa lalu, ada tiga pusaka yang dibutuhkan oleh seseorang yang gagal move on untuk memasuki dunia baru bernama ‘kemerdekaan hati dari kenangan masa lalu’.

Minggu, 17 Januari 2016

7 Orang yang Bisa Mengalahkan One Punch Man

Karena bisa mengalahkan lawan dengan sekali pukulan, Saitama dianggap sebagai manusia terkuat di muka bumi. Oleh sebab itu, Saitama digelari sebagai One Punch Man. Sekali tonjok bikin lawan keok.

Di saat jagoan lain harus bersusah-payah menghadapi musuh-musuhnya, Saitama hanya perlu mengeluarkan tinjunya. Lalu pertarungan selesai secara cantik. Diakhiri dengan adegan Saitama berlari menuju mall untuk memburu diskon hari terakhir.

Sekali tonjok langsung keok via duniaku.net

Tapi, apakah memang benar tidak ada yang bisa mengalahkan Saitama? Sebenarnya, tujuh orang ini punya kans untuk mengalahkan One Punch Man.

Kamis, 14 Januari 2016

Antara Gadget dan Keluarga

Sewaktu SMP, saya berbagi handphone dengan bapak saya. Pada zaman itu, usia saya memang masih terlalu dini untuk punya HP sendiri. Dengan HP bapak saya, saya pernah kirim SMS ke gebetan. Gebetan saya bernama Niken, seorang gadis berambut brunette dan berpipi kemerah-merahan.

SMS pertama yang saya kirimkan untuk Niken tergolong manis pada masanya:

"Halo, Niken! Lagi ngapain nih? Udah makan, belum? Kalau udah makan, jangan lupa cuci piringnya ya."

Tapi, SMS saya yang manis itu tidak dibalas oleh Niken begitu saja. Butuh waktu lama untuk Niken mengetikkan balasan. Mungkin dia masih bingung cari-cari huruf di keypad HP.

Belum sempat mendapatkan balasan SMS dari Niken, HP keburu dibawa bapak saya keluar rumah.

SMS yang bikin deg-degan ketika dibuka via www.beritateknologi.com

SMS Niken sampai ke inbox ketika HP sudah dipegang oleh bapak saya.

Sabtu, 09 Januari 2016

Apa Cuma Rangga di Sini, Cowok yang Hobi Baca?

Ketika SMP, saya punya teman berambut keriting bernama Agung. Ternyata Agung tidak hanya punya rambut keriting, dia juga punya banyak koleksi komik. Sewaktu main ke rumahnya bersama teman sekelas yang lain, saya kalap melihat tumpukan komik yang ditaruh di rak sepatu di dekat kamar mandi. Saya heran, komik kok ditaruh di rak sepatu, mungkin sepatunya ditaruh di rak buku.

Sementara teman-teman sibuk dengan Playstation di kamar Agung, saya asyik baca komik di depan kamar mandi dengan menyender di pintunya. Membuat ibunya Agung susah keluar dari kamar mandi. Saya merasakan sensasi bahagia ketika membaca hal-hal baru, sampai lupa keadaan sekitar.

Ketika pamit, saya memohon kepada Agung untuk pinjam beberapa judul komiknya. Setelah sebelumnya saya memasukkan dua lusin komik ke tas saya. Waktu itu, saya benar-benar mabuk. Sudah dikasih pinjam dua lusin, minta tambah satu kilogram lagi. Tepat hari itu, punggung saya makin bungkuk karena membawa beban berat. Tapi, sampai rumah, saya bahagia. Saya baca komik dengan senyum terkembang.

Sejak itu, saya suka baca. Saya makin kenal dengan Doraemon, Kungfu Komang, Dragon Ball dan majalah komik Shonen Magz. Ternyata sensasi nonton dan baca itu beda. Ketika baca, entah kenapa saya merasa dekat dan berempati dengan para tokohnya. Saya seperti diajak berjuang bersama karakter dalam komik untuk mencapai sebuah tujuan.

Dari kesukaan saya membaca komik, saya jadi ikutan bikin komik juga. Dengan mencontoh artwork di komik-komik yang saya baca, saya menghasilkan komik amatir yang dibaca secara keliling di kelas. Dari sini, saya paham, seseorang bisa menjadi apa yang dia baca.

"Nggak usah say hai gitu lah sama gue. Gue lagi sibuk baca buku."
(sumber: google image)

Senin, 04 Januari 2016

Inside One Piece Out

Saya membayangkan di kepala manusia ada kapal bajak lautnya. Lebih tepatnya Bajak Laut Topi Jerami yang dipimpin Monkey D. Luffy di komik One Piece. Seperti halnya animasi Inside Out, perubahan mood kita dipengaruhi oleh siapa yang memegang kemudi kapal.

Nomor di baju para karakter adalah urutan perekrutan via suzuran.deviantart.com