Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Hal yang paling saya hindari ketika keluar rumah adalah ketemu mantan. Suatu waktu, saya pergi jajan bakso di warung bakso favorit saya. Di perjalanan, saya bersenandung girang seperti anak kecil. "Jajan, jajan. Jajan bakso." Naasnya, sesampainya di warung bakso, saya melihat mantan sedang ngebakso bareng pacarnya. Mereka keringetan bareng. Saya buru-buru ambil sikap pura-pura gak lihat. Lalu saya mencari meja yang jauh dari meja dua insan yang sedang dimabuk kuah bakso itu. Setidaknya pandangan saya terhalang oleh botol kecap. Entah kenapa, rasa bakso hari itu terasa hambar. Makan bakso gak pernah secanggung itu. Sejak hari itu, bakso favorit saya bukanlah bakso favorit saya lagi. Selain di warung bakso, saya juga pernah ketemu mantan yang lain di lobby bioskop. Waktu itu, saya bersama teman kantor sedang ketawa-ketawa di depan poster film Youtubers . Kemudian, dari pintu keluar, muncul mantan bersama pacar barunya yang baru selesai nonton. Ketika mata saya...