Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

Ada Apa dengan Mamet?

Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya.  Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...

Manfaat Coding Matematika: Meningkatkan Kemampuan Logika dan Kreativitas Anak

Di era digital saat ini, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. Salah satu keterampilan yang penting untuk diperkenalkan sejak dini adalah coding atau pemrograman komputer. Menariknya, belajar coding tidak hanya membekali anak dengan kemampuan teknis, tetapi juga dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap matematika. Integrasi coding matematika menawarkan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif bagi anak-anak. Mengapa Coding dan Matematika Saling Berkaitan? Matematika dan coding memiliki dasar yang sama, yaitu logika dan pemecahan masalah. Dalam matematika, anak-anak diajarkan untuk memahami angka, bentuk, dan pola melalui penalaran logis. Sementara itu, coding melibatkan penulisan perintah kepada komputer menggunakan bahasa pemrograman yang seringkali berbasis angka dan logika. Dengan demikian, mempelajari coding dapat memperkuat konsep-konsep matematika yang telah dipelajari anak di sekolah. Manfaat Integrasi Coding dalam Pembelajaran Matematika ...

Review Semua Season Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 1-11

Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Kompas TV telah menjadi ajang bergengsi yang melahirkan banyak komika berbakat sejak musim pertamanya. Setiap musim memiliki keunikan tersendiri, mulai dari peserta dengan karakter yang kuat hingga momen-momen ikonik yang masih dikenang. SUCI adalah laboratorium kreativitas yang membantu membentuk wajah industri stand-up comedy di Indonesia. Berikut adalah ulasan saya berdasarkan pengalaman menonton SUCI dari musim ke musim. SUCI 1: Pondasi yang Kuat Saya hanya sempat menonton final Ryan dan Akbar. Sebagai edisi pertama, SUCI 1 cukup menjadi pondasi yang kuat dan menetapkan standar tinggi dengan Ryan sebagai juara yang layak. Juara 3-nya adalah Ernest Prakasa yang kini makin terkenal di dunia hiburan. Saya juga ingat ada Wisben sang pesulap dan Asep komika nge-blank di edisi perdana ini. SUCI 2: Jokes Relationship Finalnya menampilkan Ge Pamungkas dan Gilang. Favorit saya adalah Gilang Bhaskara karena persona cerdasnya, tetapi Ge yang juara karena mungk...

Libur Panjang Ditemani Game, Buku, dan Snack FOCA Sachima

Libur panjang adalah momen yang selalu saya tunggu. Sebagai pekerja kantoran yang masuk kerja dari Senin sampai Jumat, saya selalu memanfaatkan libur untuk menikmati hobi tanpa gangguan. Kali ini, saya mengisi waktu dengan bermain game Nintendo, membaca buku favorit, dan tentu saja, menikmati cemilan praktis yang bisa menemani semua aktivitas ini: FOCA Sachima . Kenapa Game dan Buku? Ingat, “40 Pelajaran Hidup ala Raditya Dika di Usia 40 Tahun” nomor 19 dan 32.  19. Main game adalah cara termudah untuk kabur ke dunia lain. 32. Baca buku adalah cara terbaik untuk masuk ke pemikiran orang lain. Tanpa menunggu umur saya sampai 40 tahun seperti Raditya Dika, saya setuju dengan kedua pelajaran hidup tersebut.  Pernah merasa ingin kabur sejenak dari dunia nyata? Main game adalah jalan pintasnya. Lewat game, kita bisa menjelajahi dunia yang mustahil di kehidupan nyata—menjadi penyihir di Hogwarts, petualang di alam semesta fantasi, atau bahkan pengusaha sukses dalam simulasi kehidupa...