Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Kamis, 29 Maret 2012 Pertandingan catur. Dalam rangka menyambut ulang tahun lembaga tempat kuliah kami, pihak kampus mengadakan berbagai lomba. Dari sekian lomba itu ada satu lomba yang saya ikuti. Cuma satu-satunya lomba, yakni catur. Hampir setahun saya gak main catur. Rasanya saya udah lupa kalo luncus itu jalannya serong dan benteng jalannya lurus. Lain sama adik saya yang paling gede, Andi, yang dapat juara pertama catur di sekolahnya. Saya gak begitu lihai melamuni papan hitam-putih itu. Sebagai persiapan sebelum bertanding, saya baca novel bertema catur. Iya, baca novel Cinta di Dalam Gelas karangan Andrea Hirata. Novel itu kan nyeritain Maryamah Karpov yang bertanding catur lawan mantan suaminya. Saya merasa bergairah main catur setelah mengkhatamkan novel itu. Tapi jangan tanya prakteknya. Saya gak latihan catur sama sekali. Hari ini pertandingan berlangsung. 32 pecatur diadu. Dari kelas KAS39, ada saya, Ari dan Uwi. Uwi adalah salah satu pecatur wanita yang ikut berlomba. Mel...