Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Selain Naruto dan One Piece, Dragon Ball adalah komik cowok yang wajib dibaca, menurut saya. Maka, saya membaca dari volume 1 sampai 42. Biar nggak lupa, saya menuliskan kembali cerita petualangan Son Goku menyelamatkan dunia. Awalnya, cerita Dragon Ball mirip Journey to the West. Ada siluman monyet, siluman babi dan siluman kura-kura. Bahkan ada si mata tiga yang merepresentasikan Dewa Erlang. Gantilah tujuan cerita ‘perjalanan ke Barat mengambil kitab suci’ dengan ‘perjalanan kemana saja mengumpulkan tujuh bola naga’. Karakter Bulma yang menggerakkan Son Goku untuk mencari dragon ball, bisa disamakan dengan Biksu Tong versi feminis. Dalam perjalanan mengumpulkan dragon ball untuk kali pertama, Bulma dan Goku bertemu musuh-musuh yang cemen. Sebutlah Oolong si siluman babi yang bisa berubah wujud. Tapi Oolong cuma menang tampang, skill bertarungnya masih kalah dengan Goku yang saat itu berdandan sebagai anak perempuan. Ada juga musuh yang bisa mengubah siapapun yang disentuh...