Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat rela berdesak-desakan di mall dan pasar demi baju lebaran. Seolah lupa dengan anjuran pemerintah untuk jaga jarak minimal satu meter. Tidakkah takut mereka lebaran dengan baju baru, tetapi merayakannya di rumah sakit khusus Corona? Buat apa pakaian trendi jika tidak enak bodi? Betul apa betul? Namun, pemerintah sendiri mengizinkan mall buka. Jadi? Jadi, sebenarnya ada solusi untuk kebutuhan terhadap pakaian baru yang terkendala dangan imbauan untuk di rumah saja. Tidak perlu mati gaya, jalan keluarnya adalah belanja online. Jadilah kamu tetap gaya walaupun di rumah saja. Belanja online menjadi jalan tengah bagi geliat ekonomi dan tuntutan menerapkan protokol kesehatan. Pasar tetap jalan, penjual tak perlu khawatir kehilangan pembeli. Sementara kesehatan mental dan kesehatan fisik tetap diutamakan. Pembeli tetap good mood karena kebutuhan primer akan sandang tetap terpenuhi. Yang terpenting, kesehatan terjaga. Salah satu tempat belanja online ...