Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Kemarin saya beli game Dispatch di Playstation Store. Harganya lumayan mahal, nyaris 300 ribu rupiah. Tapi karena di FYP TikTok saya sering lewat podcast Raditya Dika dan bintang tamunya yang bahas betapa kerennya Breaking Bad, saya langsung gas checkout Dispatch. Loh, apa hubungannya? Pemeran Breaking Bad, Aaron Paul jadi Voice actor Robert Robertson aka Mecha Man di Dispatch. Saat memainkannya, jujur, saya merasa seperti Windah Basudara pas streaming main Five Hearts Under One Roo f. Ya karena Dispatch punya fitur dating simulation juga. Jadi, di sini, saya jadi Robert Robertson yang dideketin sama Blonde Blazer. Melihat Blonde Blazer, saya langsung naksir. Maksudnya, saya sebagai Robert loh ya. Kondisi karakternya kurang lebih kayak Hughie yang suka sama Starlight di The Boys. Lelaki biasa yang tanpa kekuatan tapi bermimpi bersanding dengan superhero cewek yang kuat. Bahkan saya merasa cemburu saat tahu Blonde Blazer udah pacaran sama Phenomaman. Alien yang jadi superhero populer di...