Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Untuk menjadi pemimpin negeri, setiap warga negara harus nyalon terlebih dahulu. Nyalon di sini diartikan daftar ke KPU dan menjadi calon pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat secara demokratis. Namun, apabila nyalon di sini diartikan sebagai pergi ke salon, berarti negeri ini butuh pemimpin yang hobi perawatan rambut . Ketika musim kampanye pilpres tahun lalu, tercetus nama Nurhadi - Aldo (Dildo) . Entah kenapa pasangan fiktif ini disingkat Dildo. Padahal masih bisa pakai nama yang lebih sopan, misalnya Hadiah (Nurhadi - Aldo Hehehe). Namun, nama Dildo yang saru justru memikat banyak orang di media sosial. Ditambah akronim program kerja Dildo yang kebanyakan berkonotasi negatif. Seperti ucapan-ucapan Dokter Boyke dan Naek L Tobing yang diadaptasi sebagai singkatan dari nama-nama rencana program kerja paslon. Sepertinya orang-orang kekinian sukanya yang nakal-nakal seperti Dildo. Mungkin rakyat sudah bosan dengan personal branding yang heroik ala figur publik. Rakyat lebih s...