Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label flash

Anak yang Dihasilkan Saya Bersama Tangan Saya

Kalau buku saya diibaratkan anak, beginilah wujud mereka. Si sulung yang polos dan apa-adanya. Lucu sekaligus bikin kasihan, tapi pantang menyerah.

23

Saat dimana kamu terlalu jengah dengan aktivitas perpacaran. Tapi juga belum siap-siap amat untuk mengikuti jejak para mantan yang kawin duluan. Banyak faktor di balik ketidak-siapan itu: belum mapan secara mental dan materi, atau malah jahitan sunat belum kering. Kamu hanya bisa mengerutkan kening ketika anak muda klaim relationship goals adalah berani cium ketek pacar, lalu di-upload di Instagram. Sementara kamu sudah mengerti bahwa relationship goals yang betul itu cium kening pasangan di mesjid disaksikan oleh penghulu, keluarga dan diiringi kata "SAH". Walaupun belum ada jidat yang beruntung untuk dikecup sampai sekarang. Sebab jika memang tidak bisa cium jidat pasangan yang halal, lebih baik fokus cium ubin mesjid. Sholat berjamaah. Kamu menjadi semakin berhati-hati memperlakukan lawan jenis. Karena ketika bikin lawan jenis nyaman, dia akan minta status. Lebih ngeri, minta dinafkahi. Sementara kamu belum siap meninggalkan kenyamanan rumah orangtua untuk memban...

Sinetron Anak Jalanan

Anak Jalanan. Sebuah sinetron yang memperlihatkan indahnya dunia sekolah. Enak banget hidup Boy sang tokoh utama di sinetron ini. Masih SMA, Boy udah punya motor gede yang mahal, pacar yang cakep dan teman-teman yang setia. sumber; www.wowkeren.com Beda dengan saya sewaktu sekolah. Nggak punya motor, nggak punya pacar. Mungkin nggak bisa punya pacar pun karena nggak punya motor. Punya temen pun nggak setia-setia amat. Nggak bisa ditunggangi kayak motor untuk cari pacar. Hidupnya udah enak begitu, Boy pernah pamer di media sosial nggak ya? Kalau orang biasa dapat rezeki, paling banter bakal update status begini: “Alhamdulilllah, rezeki anak soleh.” Tag foto martabak yang dibawain pacar. Kalau Boy yang dapat rezeki, misalnya dibawain martabak oleh Reva, pacarnya, mungkin bakal update status begini: “Alhamdulillah, rezeki anak jalanan.” Tag foto Reva yang bawa martabak. Tapi apa benar Boy itu termasuk anak jalanan? Saya kepikiran makna anak jalanan di...

Perihal Menyatakan Cinta Agar Tidak Berakhir Perih

Menyatakan cinta itu harus sesuai pada waktu nya. Jangan lama-lama. Bisa-bisa diserobot orang. Nanti pernyataan cintanya malah jadi begini: "Bro, sampaikan kepada istrimu. Aku mencintainya." Tapi, jangan terlalu terburu-buru kayak gini juga: "Setelah anak kamu lahir, bilang padanya. Bahwa aku telah jatuh cinta kepadanya sejak dia masih di dalam dengkul ayahnya." Seperti kata Al Ghazali dalam lagunya yang galau itu bahwa cinta itu ruang dan waktu. Jadi, ruang juga harus diperhatikan ketika menyatakan cinta. Jangan nyatakan cinta di tempat ramai dan bising. Obrolannya bakal nggak nyambung, seperti ini:

22

Di tahun ini kamu menemukan seseorang yang membuatmu berhenti mencari. Bersamanya, kamu bersedia mengakhiri pencarian dan mulai menerima apa yang dia punya. Sayangnya, dia tidak berharap ditemukan olehmu. Dia memilih menepi dan berhenti. Membiarkanmu berlari sendirian. Sampai akhirnya, kamu lelah dan menyerah. Dan kamu menyadari kamu tidak bisa ber juang sendirian. Sekeras apapun kamu berjuang, sebesar apapun rasa yang kamu simpan dan sekencang apapun tekad yang kamu lantangkan, semua terasa percuma. Sebab untuk bersatu dengan dia yang kamu impikan, kamu tetap butuh takdir. Lalu seseorang memberitahumu bahwa ada takdir yang bisa diubah. Sekali lagi, kamu berusaha untuk mengubahnya. Dan sekali lagi, kamu mendapatkan pemahaman. Bahwa kamu memang tidak bisa berjuang sendirian. Sebab ini bukan hanya tentang impianmu, melainkan tentang keinginannya yang tidak kamu tahu.  Yang bisa kamu lakukan hanyalah melambaikan tangan. Ucapkan selamat jalan kepada dia yang telah pergi. Perg...

21

Usia 21 adalah masa-masa penuh keresahan. Mau gak mau, kamu bakal mulai mikirin yang namanya KKN. Tapi bukan KKN yang bikin pejabat-pejabat pakai rompi oranye KPK. Itu korupsi, kolusi, nepotisme. Bukan juga KKN yang bikin mahasiswa-mahasiswi cinlok di kampung pelosok. Itu kuliah kerja nyata. Ini KKN yang kepanjangannya kuliah, kerja, nikah.  21 adalah penghujung masa remaja. Dunia perlahan-lahan mulai berubah seiring makin lebatnya kumismu. Dan kamu harus udah nemuin merek pisau cukur yang cocok untuk dipakai ngerok jenggot 3 hari sekali. Jangan sampai salah pilih pisau cukur, akibatnya bisa fatal. Bisa-bisa tiap cukuran, kamu bakal nyium bau amis. Begitu lihat cermin, bagian atas bibir udah robek dan berdarah.  Umur 21. Di saat inilah teman-teman seumuran pamer foto wisuda dan pasang gelar sarjana di nama kontak BBM mereka. Mau gak mau, kamu juga bakal terpacu untuk menyelesaikan skripsi yang telah lama terbengkalai di dasar folder terdalam dalam laptop. Kamu harus s...

Salam Sapa Blogger Personal

"Kenapa Kamu Memilih Jadi Blogger Personal?" Baru sehari ngeblog udah ditanya-tanya begini. Saya memilih genre personal dalam ngeblog karena saya bukan mewakili perusahaan atau kabupaten di sini. Saya murni ingin berbagi tentang masalah hidup saya, kegundahan saya sehari-hari, tentang mantan saya yang hobi remove dan blokir saya semaunya. Saya heran, kenapa sih saya gak bisa akur sama mantan? Padahal dulu sewaktu saya diputusin, dia bilang, "Walaupun kita udah gak bersama lagi, kamu jangan musuhin aku ya. Kita tetep temenan." Temenan kepalamu! Ya begitulah kehidupan. Kadang apa yang kita rencanakan tak sesuai kenyataan. Tapi semoga rencana saya untuk jadi Blogger Personal teladan tidak hanya harapan. "Kenapa Kamu Kepengen Gabung Blogger Energy?" Pertanyaan di atas, saya gak bisa jawab. Tapi kalau ditanya kenapa saya bikin blog, alasannya karena saya pengen gabung  Blogger Energy. "Jadi, Apa ...

Terpopuler