Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Aku Calvin. Aku bukan seorang DJ karena nama panjangku bukan Calvin Harris. Aku juga bukan sejenis kolor mahal karena nama lengkapku bukan Calvin Klein. Aku adalah penulis muda terkenal yang baru menerbitkan satu buku. Buku pertamaku laku keras bak kacang goreng. Sampai-sampai editor yang menangani bukuku diangkat menjadi pimred. Bukuku sudah tiga tahun menempati top seller di bukabuku.com. Semua novel yang ditulis Tere Liye belum ada yang bisa menggeser posisi pertama bukuku di seluruh toko buku Gramedia. Rating bukuku di Goodreads hampir mencapai 5 bintang (jika tidak ada satu kritikus buku pendengki yang memberikan rating 1 dan review menghujat). Aku bingung untuk menggambarkan besarnya royalti yang kuterima. Pokoknya, hasil kerja Young Lex jualan daster selama 100 hari sama dengan hasil penjualan bukuku sehari. Gaji Laurentius Rando dari Youtube tidak ada 10% dari royaltiku satu semester. Singkat kata, masalah finansial bukanlah konflik ceritaku. Bahkan aku sudah punya rum...