Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Review Jika Kucing Lenyap dari Dunia: Tentang Hidup, Kehilangan, dan Hal-Hal Kecil yang Ternyata Penting
Review Jika Kucing Lenyap dari Dunia: Pernah nggak sih kamu membayangkan hidup cuma tinggal beberapa hari lagi? Itulah titik awal novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia karya Genki Kawamura. Sebuah cerita tentang “aku” yang hampir mati, lalu didatangi Iblis dengan tawaran yang terdengar menggiurkan sekaligus mengerikan: hidupmu bisa diperpanjang, tapi setiap harinya harus ada satu benda atau satu hal yang lenyap dari dunia. Satu hari hidup ditukar dengan satu kehilangan. Review Jika Kucing Lenyap dari Dunia Awalnya, konsep ini terdengar seperti cerita fantasi biasa. Tapi semakin dibaca, terasa kalau ini bukan soal sihir atau iblis semata. Ini soal pilihan, kenangan, dan nilai hidup. Setiap hari, tokoh utama harus merelakan sesuatu menghilang: benda, kebiasaan, atau bahkan hal yang selama ini dianggap sepele. Dan dari situ, kita diajak bertanya: “Kalau ini hilang dari hidupku, apakah aku masih baik-baik saja?” Tentang Kucing, Keluarga, dan Luka yang Belum Sembuh Meski judulnya menyebut ...