Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Ternyata menjadi kepala tiga memang sepusing itu. Punya satu kepala saja berat. Ini tiga kepala. Kamu harus memikirkan diri sendiri, pasangan, dan keluarga. Kehidupan menawarkan banyak sekali hal baru, setelah kamu mengikhlaskan yang dulu. Dari perumahan ke apartemen. Dari kota industri ke kota metropolitan. Dari jalanan lurus ke jalanan bercabang yang kalau salah belok sedikit bisa kena tilang. Dari menghitung angka ke merangkai kata. Dari Microsoft Excel ke Google Doc. Dari Internet Banking ke Content Management System (CMS) . Dari Android ke iOS. Dari Windows ke macOS. Dari menekuni pekerjaan di tanah kelahiran ke pekerjaan yang membawamu sampai Pulau Dewata. Bekerja di tempat orang berlibur, membuatmu ingin kembali ke sana kapan-kapan untuk benar-benar liburan sampai jatah cuti habis. Kamu bergumul dengan kemacetan ibukota, berbaur dengan ribuan karyawan yang commuting dan berkumpul di stasiun KRL. Berdesakan di halte untuk kembali berdesakan di bus kota. Atau kalau mood, men...