Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Writer's Block

Ada Apa dengan Mamet?

Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya.  Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...

Wahai Para Shohabat

Tahun lalu, saya membuat grup di WhatsApp bernama Writer's Block yang beranggotakan Rido Arbain, Hadi Kurniawan, Vindy Putri dan Vivie Hardika. Tapi sekarang anggotanya udah sibuk masing-masing. Rido sibuk   cari Pokemon sampai keliling Asia Tenggara , Vindy bikin   dance cover lagu Cari Pokemon   untuk diunggah di Youtube, Vivie sibuk   main Werewolf di Telegram   sambil   promosi novel India   karangannya yang mau terbit. Hadi?   Jualan kuota . Tapi, jangan salah. Mungkin sekarang Hadi jualan kuota, tapi kita nggak tahu kalau besok-besok Hadi jualan kota. Beuh. Jadi mafia dong. Saya sendiri sibuk mencari kesibukan. Salah satu kesibukan saya adalah mengamati geng blogger lain. Di dunia blog personal, saya mengenal beberapa geng blogger yang eksis. Contohnya geng WIDY yang dibentuk   Yoga Akbar Sholihin   bersama   Darma Kusumah   (pake 'H'),  Icha Hairunnisa  dan  Wulan Kadek . Kelompok WIDY ini se...

Writer's Block: Pengaruh Promosi Buku Terhadap Bibir Hitam

Awalnya, kami membahas tentang promosi buku di grup WhatsApp Writer's Block. "Intinya, kita harus semangat promosi," cetus saya. "Gue promosi malah dibilang pamer."  sahut Hadi. "Iya. Takut dibilang promo mulu, jadi gak pede." timpal Vivie. "Dan takut diminta gratisan," tambah Hadi dengan nada sumbang berbau curhat. "Kalau gak promo, calon pembaca mana tau kita nerbitin buku," tandas saya. "Gak bisa gak setuju sama Haris." Rido mengamini. Vindy cuma read chat di atas. Kemudian, saya ingat dengan promosi yang saya lakukan di catatan Facebook. Begini isinya. *** Dulu   3 Koplak Mengejar Cinta  cuma dipajang di toko buku, tapi sekarang novel saya ini juga dijajakan di Indomaret. Saya happy dengan strategi marketing ini. Buku saya jadi lebih dekat dengan pembaca. Walaupun kenyataannya, ditempatkan di sebelah rak khusus deodorant. Lebih dekat dengan orang bau ketek.  Sumber: https://...

Writer's Block: Mukadimah

Jadi, saya bikin grup di WhatsApp dengan nama " Writer's Block ". Anggotanya di bawah ini: Hadi adalah penulis nakal. Di blognya, dia sering membahas tentang sabun-menyabun. Di buku perdananya , dia menuliskan tentang tokoh yang sering mimpi basah. Mungkin cita-citanya ingin seperti Fredy S. Jadi, jangan kaget kalau nanti ada novel erotis berjudul "Jeritan Lajang di Kamar Mandi" atau "Noda Ranjang Bujangan". Pasti Hadi yang nulis. Dia mengaku tidak suka membaca, kerjanya nanya-nanya terus. Dia melakukan riset dengan bertanya kepada berbagai narasumber. Beragam teori dan referensi pun dia lahap dan kemudian diolah dengan otak pe'aknya. Tapi dari aktivitas banyak bertanya, sedikit membaca itu, Hadi berhasil menyelesaikan naskah novelnya. Hadi mematahkan teori bahwa seorang penulis haruslah pembaca yang rakus.