Langsung ke konten utama

Postingan

Ada Apa dengan Mamet?

Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya.  Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Postingan terbaru

Pluribus: Review Series Vince Gilligan Apple TV+ yang Bikin Saya Bertanya, Apa Jadinya Kalau Dunia Punya ChatGPT Bersama?

Pluribus adalah serial terbaru karya Vince Gilligan , kreator Breaking Bad dan Better Call Saul , yang tayang di Apple TV+. Premisnya sederhana, tetapi ide yang dibawanya sangat liar: setelah sebuah wabah misterius, hanya tersisa 13 penyintas yang masih menjadi manusia biasa. Di luar mereka, hampir seluruh umat manusia telah menjadi bagian dari sebuah kesadaran kolektif bernama The Others . Yang menarik, The Others terasa seperti versi ekstrem dari ChatGPT. Bedanya, bukan AI yang menjawab pertanyaan, melainkan jutaan pikiran manusia yang menyatu menjadi satu "otak raksasa". Mereka bisa mengabulkan hampir semua permintaan. Sebagai penulis, saya langsung merasa serial ini dekat dengan keseharian saya. Tokoh utamanya juga seorang penulis yang hidup dari ide dan kata-kata. Ditambah lagi ada karakter asal Indonesia, Ida Ayu Dewi , yang membuat saya makin penasaran mengikuti ceritanya. Pluribus: Review Series Vince Gilligan yang Bikin Saya Bertanya, Apa Jadinya Kalau Dunia Punya ...

Cara Main Werewolf Gampang Banget, Begini Aturan dan Strategi Menangnya

Cara Main Werewolf ternyata lebih mudah dipelajari daripada yang dibayangkan. Game yang mengandalkan kemampuan membaca ekspresi, menyusun strategi, dan berdiskusi ini masih menjadi pilihan favorit saat berkumpul bersama teman, keluarga, maupun komunitas. Cukup dengan beberapa orang pemain dan satu moderator, permainan bisa berlangsung seru hingga beberapa ronde. Popularitas Werewolf juga terus bertahan karena setiap pertandingan menghadirkan cerita yang berbeda. Tidak ada strategi yang selalu berhasil. Semua bergantung pada cara pemain menyembunyikan identitas atau membongkar kebohongan lawan. Cara Main Werewolf Cara Main Werewolf, Kenali Dulu Pembagian Perannya Sebelum permainan dimulai, moderator akan membagikan peran secara acak kepada setiap pemain. Pembagian bisa menggunakan kartu, kertas, atau aplikasi pendukung. Setiap pemain wajib merahasiakan perannya sampai permainan selesai. Moderator Moderator menjadi orang yang mengatur jalannya permainan. Tugasnya membagikan peran, menga...

Komik The Boys, Ringkasan Cerita Billy Butcher Basmi Semua Superhero The Seven Termasuk Homelander

Komik The Boys adalah serial komik superhero dewasa yang menawarkan sudut pandang berbeda dari cerita pahlawan super pada umumnya. Jika biasanya superhero digambarkan sebagai penyelamat dunia, komik ini justru memperlihatkan sisi gelap mereka.  Popularitas komik karya Garth Ennis dan Darick Robertson kembali meningkat setelah adaptasi serial televisinya sukses besar. Banyak pembaca yang penasaran dengan cerita asli karena alurnya memiliki sejumlah perbedaan dibanding versi layar kaca. Komik The Boys Komik The Boys Ceritanya berlatar di dunia alternatif ketika superhero benar-benar ada. Sayangnya, sebagian besar dari mereka justru berubah menjadi selebritas yang arogan. Mereka sering bertindak semena-mena dan menimbulkan kerusakan tanpa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Di balik popularitas para superhero, ada perusahaan raksasa bernama Vought-American yang mengatur citra mereka di mata publik. Dari luar semuanya tampak sempurna, tetapi kenyataannya penuh kebohongan. Berbeda de...