Langsung ke konten utama

Postingan

Anak yang Dihasilkan Saya Bersama Tangan Saya

Kalau buku saya diibaratkan anak, beginilah wujud mereka. Si sulung yang polos dan apa-adanya. Lucu sekaligus bikin kasihan, tapi pantang menyerah.
Postingan terbaru

Qasir: Satu Aplikasi untuk Semua Jenis Usaha

Jenis usaha pertama yang saya geluti adalah berjualan pulsa sewaktu sekolah. Pelanggannya adalah teman-teman sekolah. Namun, usaha itu harus gulung tikar sebelum berkibar sebagai perusahaan. Penyebabnya, ada teman yang beli pulsanya minta dikirim cepat, tapi bayarnya ngutang. Sudah begitu, utangnya tidak bayar sampai sekarang. Ada juga kejadian di mana pelanggan saya tidak tahu wajah saya seperti apa karena kami biasa bertransaksi via SMS, bayarnya dititipkan ke teman sekelas saya. Pernah suatu hari, saya tidak masuk sekolah karena izin sakit untuk nonton kartun Avatar. Sementara di kelas saya ada siswa lain yang namanya mirip dengan saya. Nah, pelanggan saya ini justru bayar pulsa ke teman sekelas yang namanya mirip dengan saya itu. Mungkin pelanggan mengira saya itu dia. Maklum, dia tidak tahu muka saya. Sewaktu saya tagih uangnya ke teman sekelas yang namanya mirip dengan saya ini, dia nggak mau balikin uangnya. Dia menganggap itu rezeki dia. Dari situlah semangat berusaha

Ingin Mencuri Gaya Idola Drakor yang Modis? Klik DRESSVY!

Ketika drakor Start-Up mengudara, penonton terbagi menjadi dua kubu: Team Do-san dan Team Ji-pyeong. Sampai tiba di ending, Team Ji-pyeong harus berlapang dada. Sebab Dal-mi sang pemeran utama wanita menjatuhkan hati pada Do-san. Ternyata Ji-pyeong hanyalah mak comblang. Kepiawaian akting Kim Seon-ho sebagai Ji-pyeong membuat penggemar bersimpati sampai terkena second lead syndrome. Sebuah kondisi dimana kamu diam-diam lebih menyukai pemeran utama kedua ketimbang sang tokoh utama. Ketika Kim Seon-ho kembali hadir di drakor bertajuk Hometown Cha-Cha-Cha, penggemarnya pun mengharapkan akhir yang bahagia. Kali ini, ia berperan sebagai Hong Du-sik alias Hong Banjang (Kepala Hong), pria berkepala tiga serba bisa asal Desa Gongjin. Di drakor Hometown Cha-Cha-Cha, Kim Seon-ho beradu akting dengan Shin Min-a. Di sini Mpok Min-a berperan sebagai dokter gigi bernama Yoon Hye-jin. Sewaktu Hye-jin bertandang ke Desa Gongjin,   ia bertemu dengan Hong Du-sik dalam berbagai kesempatan. Beli k

Dengan QuBisa, Kamu Bisa Dapat Kerja

Menyongsong era Metaverse, kita dihadapkan dengan proses digitalisasi di mana-mana. Dari mulai belanja online, belajar online, meeting online, dan yang online-online lainnya. Ditambah pandemi menjadi akselerasi yang tak terduga. Kita dituntut beradaptasi dengan kondisi yang serba siber. Sisi baik dari kemajuan besar di era informatika ini: setiap orang bisa menjangkau segala hal yang terhubung dengan internet. Seorang pekerja kantoran bisa berkoordinasi dengan sesama rekan kerja di ruang maya yang sama, walaupun kenyataannya mereka berada di rumah masing-masing. Pengajar melakukan transfer ilmu kepada murid-muridnya via webinar, diteruskan memberikan tugas di grup chat. Dengan tanda-tanda di depan mata, metaverse bisa jadi adalah masa depan untuk generasi muda. Ketika segala urusan berpindah ke ranah digital, tak heran dewasa ini orang-orang sibuk mengumpulkan aset digital. Para seniman mulai menjual karya berbentuk NFT (non-fungible token). Perusahaan teknologi berlomba-lomba memb

Solitaire yang Cocok Dimainkan Saat Ronda

  Di lingkungan tempat tinggal saya, tiap warga dapat jadwal ronda. Ketika tiba masanya, saya dan tetangga menunggu pagi untuk mengamankan lingkungan. Saat begadang biasanya kami memainkan berbagai permainan, seperti gaple (domino) dan remi. Ketika main gaple, saya mengobrol dengan salah seorang tetangga yang mengaku sering main game di ponsel. Dari tetangga pula saya mendapatkan wawasan baru bahwa permainan domino yang biasa ia mainkan di ponselnya dapat menghasilkan uang atau pulsa. Berbekal info penting tersebut, saya pun mengunduh beberapa game yang menjanjikan penghasilan untuk para pemainnya. Rasanya seperti mimpi, bermain game tapi dibayar. Setelah sebelumnya, saya bisa sampai bayar untuk main game. Namun, hal itu juga terasa too good to be true. Benar saja, setelah memainkan beberapa game, saya diminta untuk menonton iklan. Ternyata penghasilan yang dijanjikan itu hanya bisa cair setelah maraton nonton iklan selama beberapa hari berturut-turut, tidak boleh absen. Bahkan kit

Sudah Tahun 2021 Masih Belum Tahu Cara Menyelesaikan Game 2048?

Dalam sebuah film, seorang gamer bisa mendapatkan uang dari bermain game. Namun, di satu titik nadir, ia menjual peralatan game, termasuk item-item dalam gamenya, demi modal usaha. Setelah menjadi pengusaha sukses dengan aset miliaran, ia menikmati hidupnya dengan santai. Ujung-ujungnya, dia kembali bermain game. Ternyata kesempatan untuk bermain game dengan tenang, dapat menjadi sebuah akhir yang bahagia. Tentu saja saya tidak mau menunggu sukses hanya untuk bisa bermain game. Game sudah menemani saya sejak kecil. Bahkan game itu sendiri bisa membuat pertemanan. Contohnya, konsol game yang dihadiahkan kepada saya yang berani sunat. Pada masanya, benda itu bisa membuat rumah saya ramai karena dikunjungi teman-teman sekampung yang ingin main bersama. Ini merupakan momen yang menyenangkan yang pernah saya lewati. Saya melihatnya sekarang, ketika bermain game bersama teman, kita tidak hanya bermain game, tetapi juga menciptakan kenangan untuk masa depan. Sebab saat ini, saya kangen