Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Jika ada yang membuat lis 'Top 10 Saddest Anime Moments', haruslah memasukkan cerita masa lalu Sanji dari manga One Piece. Momen memilukan di saat Sanji cilik terjebak di sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Dengan bekal makanan seadanya, Sanji bertahan hidup berbulan-bulan. Sampai akhirnya, Sanji yang hampir mati syahid karena kelaparan, ditolong oleh kapal yang kebetulan lewat. Dari pengalaman traumatis itulah Sanji memutuskan menjadi koki dan bertekad tidak akan membiarkan seseorang kelaparan di depan matanya. Sejahat-jahatnya orang, jika dia kelaparan, Sanji merasa wajib memberikannya makan. Setelah kenyang, baru deh boleh ditendang ke laut tuh penjahat. Gara-gara baca chapter tersebut, saya juga belajar lebih menghargai makanan dan tidak menghina masakan orang lain. Bisa makan tiga kali sehari adalah contoh nikmat Yang Maha Kuasa yang selalu ada tapi kadang luput disyukuri. Kebetulan di hari yang sama, tema...