Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Ada Apa dengan Mamet?

Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya.  Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...

How Wiro Sableng Should Have Ended

How It Should Have Ended adalah webseries animasi yang memparodikan film populer dengan membuat akhir pengganti dan menunjukkan berbagai kekurangan. Nah, itu kata Wikipedia. Bukan kata saya. Kalau kata saya, HISHE adalah webseries parodi yang menyajikan alternatif ending semaunya yang kadang lebih seru daripada film aslinya, seringkali keminter. Saya kepikiran bikin HISHE untuk Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212. *** Nusantara, abad ke-16, Mahesa Birawa dan pasukannya menyerbu sebuah perkampungan pada malam hari. “Ambil apa saja yang kalian mau, tapi jangan ambil bagianku,” ucap Mahesa Birawa yang sedang dikendalikan birahi, kepada anak buahnya. “Bagian apa, bos? Kepala ikan?” tanya Kalingundil, salah satu anak buah dari Mahesa Birawa. “Ini tidak dijelaskan di filmnya, tapi biar kamu ngerti motivasi kejahatanku, aku ceritakan ulang cerita versi sinetronnya. Jadi, aku suka dengan gadis bernama Suci, tapi Suci malah menikah dengan Ranaweleng,” terang Mahesa Bir...

Hindari Ganjil Genap, Ayo Naik Bus dan Rasakan Bedanya di Udara!

Jika bicara kota Jakarta, yang pertama saya ingat adalah bus. Sebab saya lebih sering naik bus setiap ingin mengunjungi ibukota. Ternyata hubungan antara Jakarta dan bus ini bisa membawa perubahan positif terhadap kesehatan masyarakat. Kok bisa? Penasaran? Di Indonesia , bahkan Asia , Jakarta menjadi salah satu kota tersibuk. Ketika Asian Games 2018 berlangsung , k esibukan ibukota negera ini pun naik level . Bagaimana tidak? Ribuan atlet berdatangan dari hampir seluruh negara di Asia untuk berlaga membela n egara masing-masing. Belum lagi para pendukung yang ikut datang untuk menonton para jagoan. Namun, bisa dibilang Indonesia sukses sebagai tuan rumah perhelatan olahraga terbesar di Asia ini. Infrastruktur dibenahi, sungai-sungai dibersihkan, sampai dilakukan pengaturan lalu-lintas segala. Te ntulah hal ini dilakoni supaya infrastruktur dan kualitas lingkungan mendukung pelaksanaan kegiatan. Sebagai tuan rumah yang baik, Indonesia me...