Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Sebelum saya berumur 25 tahun, ada beberapa hal yang pengen saya wujudin. 1. Menerbitkan Komik Saya suka baca komik Indonesia. Sejak SD, saya sudah membaca komik Petruk dan komik-komik lain yang dijajakan di Madrasah. Kebanyakan komik yang waktu kecil saya baca adalah komik-komik misteri. Mulai dari komik bertema pesugihan babi ngepet sampai teluh dari istri tua. Komik Siksa Neraka juga saya udah khatam. Yang paling memorable adalah tokoh antagonis yang baca buku stensilan di saat tokoh protagonisnya berangkat sholat Jumat. Sangat hitam-putih. Sampai sini, saya sadar, sekecil itu, bacaan saya terlalu dark. Mashiro dan Takagi via www.duniaku.net Belakangan, komik Indonesia mulai bangkit lagi. Dan saya ingin turut serta dalam perhelatan ini. Sekarang saya sedang mengerjakan komik bersama teman saya . Saya yang bikin ceritanya, dia yang ngegambar. Ibarat anime Bakuman, dia jadi Mashiro, saya Takagi-nya. Tapi saya gak seganteng Takagi yang sampai direbutin dua cewe...