Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Suatu pagi, saya dan istri pergi ke taman kompleks untuk menangkap Pokémon sambil jalan-jalan. Di saat saya main Pokemon GO, istri saya main Wizard Unite. Begitu selesai, kami pulang ke rumah, dan saya langsung duduk di kursi gaming kesayangan. Tapi, ada yang janggal. Saat tangan saya menyentuh sandaran lengan kursi, terasa sesuatu yang aneh—sesuatu yang seharusnya tidak ada di sana. “Eh, ini apa?” gumam saya sambil merogoh bagian dalam sandaran. Tiba-tiba, jari saya menyentuh sesuatu yang keras dan kasar. Saat saya keluarkan, saya terpana. Sebuah puntung rokok. Istri saya menatap saya dengan mata terbelalak. “Kok bisa ada puntung rokok di sini? Padahal kita kan nggak ada yang ngerokok.” Saya mengangguk, bingung. Rasanya tidak masuk akal. “Lagipula, ini ukurannya gede banget, kayak nggak masuk akal…” Istri saya menggigit bibirnya, wajahnya terlihat agak pucat. “Aku lupa cerita, tapi... semalam pas Aa lembur, ada kejadian aneh. Tadi malam, aku lagi duduk santai di kamar, pintu kamar se...