Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Christopher Nolan Odyssey review mulai bermunculan setelah film adaptasi epos Yunani karya Homer tayang di bioskop. Salah satu ulasan yang banyak dibahas berasal dari Forbes. Film garapan Christopher Nolan dipuji karena tampil berbeda dari film epik pada umumnya. Visualnya disebut memukau, atmosfernya kuat, meski sebagian penonton mungkin merasa durasinya yang hampir tiga jam cukup panjang. The Odyssey menjadi salah satu proyek terbesar Nolan setelah kesuksesan Oppenheimer . Film ini menghadirkan Matt Damon sebagai Odysseus dan membawa penonton mengikuti perjalanan panjang sang pahlawan setelah Perang Troya. Christopher Nolan Odyssey Review Christopher Nolan Odyssey Review Review Forbes menyebut The Odyssey sebagai film yang "aneh" dalam arti positif. Sebagai sutradara yang menolak makan siang ( no lunch ), Christopher Nolan menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda dari film epik modern lain. Banyak adegan dibuat dengan pendekatan artistik yang indah sekaligus teras...