Minggu, 27 November 2016

Kilau Permata

Aku Calvin. Aku bukan seorang DJ karena nama panjangku bukan Calvin Harris. Aku juga bukan sejenis kolor mahal karena nama lengkapku bukan Calvin Klein. Aku adalah penulis muda terkenal yang baru menerbitkan satu buku. Buku pertamaku laku keras bak kacang goreng. Sampai-sampai editor yang menangani bukuku diangkat menjadi pimred. Bukuku sudah tiga tahun menempati top seller di bukabuku.com. Semua novel yang ditulis Tere Liye belum ada yang bisa menggeser posisi pertama bukuku di seluruh toko buku Gramedia. Rating bukuku di Goodreads hampir mencapai 5 bintang (jika tidak ada satu kritikus buku pendengki yang memberikan rating 1 dan review menghujat).

Aku bingung untuk menggambarkan besarnya royalti yang kuterima. Pokoknya, hasil kerja Young Lex jualan daster selama 100 hari sama dengan hasil penjualan bukuku sehari. Gaji Laurentius Rando dari Youtube tidak ada 10% dari royaltiku satu semester. Singkat kata, masalah finansial bukanlah konflik ceritaku. Bahkan aku sudah punya rumah sendiri sebelum usia 20 tahun.

Kisah kelamku dimulai ketika ayah yang paling kusayang meninggalkanku untuk selama-lamanya. Ayah yang membuatku suka menulis karena aku selalu dibelikan buku-buku Lupus dan serial Lima Sekawan. Pernah sekali Ayah salah membelikanku buku Djenar Maesa Ayu. Tapi itu bukan bagian pentingnya. Walaupun setelah membaca buku Djenar Maesa Ayu, aku sering melamun sendirian. Tapi itu tidak penting.

Ayahku meninggal kena serangan jantung ketika melihat saldo rekeningku di mesin ATM.

Seminggu setelah ayahku dikebumikan, Laila, kekasihku, memutuskanku di inbox Facebook. Laila seperti tidak ingin aku bangkit dari keterpurukan. Aku tidak mengerti dengannya. Padahal aku menuliskan namanya di halaman persembahan di bukuku. Itu sudah cukup membuktikan bahwa dia sangat berarti bagiku. Jika begini jadinya, aku ingin menghapus namanya di edisi revisi pada cetakan selanjutnya. Aku akan mengganti namanya dengan Si Buluk, nama kucing peliharaanku.

“Kupersembahkan novel sederhana ini untuk Si Buluk. Berhenti menjilati belakang telingaku, kucing kampung penyakitan!”

sumber: google image

Jumat, 18 November 2016

Fantastic Monsters and Where to Catch Them

Fantastic Beasts and Where to Find Them adalah film dengan tokoh utama seorang penulis yang menjadi favorit saya setelah Ruby Sparks. Newt Scamander ibarat Pokemon Trainer di dunia sihir. Dengan membawa koper ajaib, dia berburu hewan-hewan fantastis ke seluruh dunia. Koper yang ditenteng penyihir berjambul ini tak ubahnya Pokeball. Binatang segede apapun bisa dijejalkan ke dalamnya.

sumber: www.landoffab.com

Beda dengan Ash Ketchum, Newt tak punya ambisi untuk menangkap seluruh monster, lalu mengadunya dengan monser lain pada ajang sabung monster internasional. Newt hanya ingin mengenali makhluk-makhluk gaib itu untuk materi buku yang sedang digarapnya.

Saya pernah menjadi pemburu monster seperti Newt Scamander. Saya sampai berkeliling kota (bahkan luar kota) hanya demi mengumpulkan monster. Ada rasa senang ketika berhasil menangkap monster langka. Dan tentu saja kecewa ketika gagal mendapatkannya. Padahal saya sudah melempar banyak pokeball, greatball, bahkan ultraball. Apakah saya juga harus melempar eyeball (baca: biji mata)?

Pokemon GO memang bikin saya gila. Sepulang kerja, saya rela nongkrong di tempat yang tersedia banyak Pokestop. Baru pulang ke rumah setelah diusir satpam. Ketika jam makan malam, saya lebih memilih tempat makan yang ada Pokestop-nya. Agar saya bisa makan ayam goreng sambil melempar bola ke ayam kepala dua bernama Doduo di layar smartphone. Hal yang sama yang pernah saya lakukan ketika keranjingan tazos Pokemon di masa kecil. Saya rela beli chiki hanya untuk mendapatkan tazosnya. Padahal saya nggak suka-suka amat dengan chiki. Saya lebih suka Chika, by the way.

Rabu, 09 November 2016

7 Peran Baru di Game Werewolf Telegram

Setelah 22 peran yang sudah ada, permainan Werewolf di Telegram menambahkan 7 peran baru agar permainan makin seru. Anggota grup World Werewolf Federation dalam kesehariannya lebih sering perang sticker dan saling bully lewat editan foto daripada main game Werewolf itu sendiri. Sejak ada update role list, kembali semangat main (dan tetap sembari ngobrol hangat) untuk mencicipi peran baru yang ditawarkan.


sumber: boardgamegeek.com

Team Villager:
1. Mayor
Jika ingin menggunakan kekuasaannya, Mayor harus membuka identitasnya di depan khalayak. Sehingga semua orang tahu siapa dia, termasuk serigala. Setiap vote, suara Mayor dihitung dua kayak Sarimi isi dua.
Kelebihan: Suaranya dobel.
Kelemahan: Jika jadi minoritas, tetap bisa kalah dalam vote.

2. Prince
Pangeran tampan yang menyamar menjadi warga desa. Walaupun kalah dalam musyawarah untuk mencapai kata mufakat, pangeran tidak bisa digantung. Pangeran memang gayanya paling swag.
Kelebihan: Tidak bisa digantung.
Kelemahan: Ketika kalah vote, maka semua orang tahu peranmu sebagai Pangeran. Sehingga di malam berikutnya, kamu bisa dibunuh oleh tim serigala dan Serial Killer. Kamu juga tetap bisa mati ditarik hunter dan ditembak gunner.

3.  Blacksmith
Si pandai besi yang bisa menggagalkan serangan serigala dengan bubuk besinya.
Kelebihan: Lebih sakti dari Guardian Angel. Sebab Blacksmith bisa melindungi seluruh warga desa.
Kelemahan: Tapi ketika kamu ingin melindungi desa, semua orang akan tahu peranmu. Sehingga kamu jadi incaran serigala dan pembunuh berantai.

4. Clumsy Guy
Si ceroboh yang selalu meleset setiap vote. Maksud hati pilih A, malah kena B. Pesen nasi goreng cabe ijo, malah dikasih bebek goreng sambel ijo.
Kelebihan: Nggak ada.
Kelemahan: Meleset melulu.

Sabtu, 29 Oktober 2016

Catatan Dodol Doctor Strange

Lagi, saya marathon nonton film di bioskop sendirian. Terdengar menyedihkan, tapi nonton sendirian juga ada untungnya. Yaitu tidak tergantung dengan jadwal dan kesediaan orang lain. Nonton rame-rame pun bisa dikritisi Rangga AADC: “Kayak nggak punya kepribadian aja.

Kalau saya membatalkan niat nonton karena tak ada yang menemani, bisa-bisa saya dipelototi oleh mata elang Nicholas Saputra muda. Tak lupa disinisi oleh kalimat judes-judes gantengnya, “Sebenarnya kamu pengen nonton karena pengen nonton filmnya atau karena pengen bareng temen-temen kamu doang?”

Jika dijuteki seperti itu, saya hanya bisa balik badan sambil kibas poni secara serentak.


Selasa, 25 Oktober 2016

25 Komik Doraemon Petualangan

Setiap remaja tumbuh dengan teman imajinasinya masing-masing. Bertualang mencari harta karun dengan Lima Sekawan-nya Enid Blyton. Merinding bersama Goosebumps karangan R. L. Stine. Atau membantu Detective Conan memecahkan misteri. Bagi remaja yang lebih vintage, memilih lari terbirit-birit bersama Petruk rekaan Tatang S.

Sejak SMP, saya menyukai komik Doraemon Petualangan. Saya mengikat diri demi memburu semua serinya untuk dibaca. Mulai dari beli, tukar-pinjam sampai memeras milik teman.


Dari baca seri Doraemon Petualangan, saya bisa belajar tentang penciptaan setting cerita yang menakjubkan, penokohan yang kuat, konflik yang menarik, alur cerita yang penuh kejutan, sampai pesan moral yang mendalam. Cocok dijadikan pegangan untuk menulis fiksi. Jika Ahmad Dhani pernah klaim musik Queen adalah puncak kreativitas manusia, maka saya akan menobatkan komik Doraemon Petualangan adalah puncak imajinasi orang Jepang.