Langsung ke konten utama

Pos

Anak yang Dihasilkan Saya Bersama Tangan Saya

Kalau buku saya diibaratkan anak, beginilah wujud mereka.

Pos terbaru

24

Yang tahun lalu ngundang ke acara nikahan, sekarang ngundang ke acara akikahan. Akikah anak kedua. Wah, waktu cepat sekali berlalu ya. Satu-persatu teman di kontak WhatsApp berubah menjadi bayi. Dunia seperti dibajak oleh kaum balita. Kamu merasa sendirian. Tua dan lelah.
Teman sekolah yang nggak ada kabarnya, tiba-tiba datang lagi. Kirain kangen aja, eh, selesai nostalgia, kasih undangan. Undangan akikah anak kedua. Kapan nikahnya nih? Kok tiba-tiba? Kamu merasa sendirian. Bosan dan kesepian.
Kamu mencoba bersenang-senang dengan menjelajahi kota-kota. Menikmati hidup dengan bertualang dan melucu, lalu tertawa. Tapi ketika pulang ke rumah, kamu kembali disergap rasa yang sama. Kamu merasa sendirian. Stuck dan tersesat.
Di umur hampir seperempat abad ini, kamu merindukan masa kecil. Sebab masa-masa itu sangat indah dan mudah. Karena saat itu kamu tidak perlu memusingkan cicilan rumah dan tabungan untuk modal nikah. Tidak perlu memandang seorang gadis dengan mesin pendeteksi yang menilai k…

Menggarong di Tenggarong

Setelah saya cocol manja pundaknya sekitar tujuhbelas kali, akhirnya Icha terbangun.
“Eh sorry, sorry. Sampai mana ini?” tanya Icha gelagapan. Ternyata Icha ketiduran karena merasakan sejuknya angin sore itu.
“Sampai jumpa Minggu depan,” jawab saya kalem. “Ya mana saya tahu?! Pikirkan sendiri.”
Saya masih terus mengegas. Baik mengegas dalam berkendara, maupun berbicara. Max dan Kak Ira semakin jauh di depan karena sepeda motor yang mereka naiki bermerek Yamaha. Sementara Bang Hendra sudah tidak kelihatan batang knalpotnya.
“Eh salah! Salah jalan! Belok, belok,” instruksi Icha. Saya manut, menyalakan sein kiri, lalu belok kanan.
“Eh salah! Benar yang tadi. Maaf, maaf,” ralat Icha. Saya kembali ke jalan yang benar. Tak terasa meneteslah keringat sebiji ketumbar di dahi saya.




Saya langsung ngajak ngobrol Icha supaya dia nggak ketiduran lagi. Sampai akhirnya, saya menyaksikan jalanan di depan. Sebuah tanjakan mengerikan yang nggak saya temui di Cilegon. Saya langsung melipir dan kembali menyera…

Naik Kangaroo ke Samarinda

Butuh waktu sekitar 3 jam dari Balikpapan ke Samarinda dengan naik Kangaroo. Bukan. Bukan kanguru beneran yang saya naiki. Ini Kalimantan Timur, Brother! Bukan Australia. Walaupun memang kebayang serunya kalau naik kanguru betulan. Saya masuk kantung kanguru, terus diajak loncat-loncat menyusuri Bukit Suharto.


Yang saya naiki adalah travel KangarooPremier. Sebuah perusahaan transportasi yang mengedepankan keselamatan, kenyamanan dan ketepatan waktu dalam perjalanan.Jadwal keberangkatan reguler Kangaroo Premier beroperasi setiap 10 menit. Mulai pagi hari hingga malam hari, dari shelter yang ada di kota Balikpapan menuju shelter yang ada di kota Samarinda. Begitu pula sebaliknya.
Informatif, huh?
Setengah perjalanan saya habiskan dengan tidur pulas seperti bayi pemalas. Entah karena bangkunya nyaman atau saya emang kecapekan. Padahal di depan mata ada TV layar datar yang menayangkan film animasi Pixar. Tapi karena saya udah pernah nonton filmnya, jadi saya memilih ngorok.

13 Tipe Pose Cowok Ketika Swafoto di Pantai

Main di pantai merupakan salah satu pilihan bagus saat liburan. Rasanya nggak afdhol kalau main di pantai tanpa mengabadikan momen dalam sebuah potret digital. Lalu gaya seperti apa yang cocok dipakai ketika swafoto di pantai?

Nah, di bawah ini terdapat selusin lebih sebiji pose cowok ketika foto di pantai. 

Ada Apa di Balikpapan?

Seperti di novel Let It Snow, saya pernah mengalami malam Natal yang berkesan.
Tanggal 24 Desember 2016 sekitar pukul 10:00 WIB, saya diantar adik saya naik sepeda motor ke Kantor Dishub Cilegon. Di sana saya menunggu bus Damri khusus bandara. Setiap satu jam sekali, dari pukul 03.00 s/d 19.00 WIB, ada bus yang berangkat. Rutenya Kantor Dinas Perhubungan Cilegon – Terminal Pakupatan Serang – Tol Jakarta-Merak – Tol Sedyatmo – Tol Bandara.
Informatif sekali, bukan?
Sampai bandara sekitar pukul 12.00 WIB, saya langsung cari makan. Pesawat saya berangkat pukul 18:20 WIB. Masih lama banget sih. Saya sengaja kasihspare timesebanyak mungkin karena saya fobia ketinggalan pesawat. Hmmm. Sebenarnya bukan fobia sih. Lebih ke perasaan nggak mau rugi. Tiket pesawat mahal banget. Asli. Semurah-murahnya tiket pesawat adalah semahal-mahalnya tiket nonton Tebo si anak genderuwo.
Setelah check-in, saya dapat boarding pass dan menunggu jadwal keberangkatan di gate. Saya menunggu sambil nonton film Green Mi…

John Green Books: Nerdfighters vs. the World

Sekarang John Green jadi penulis favorit saya. Hebatnya John Green bisa bikin saya tertarik untuk membaca semua bukunya yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.


1. Looking for Alaska Ini novel pertama John Green. Bercerita tentang si culun Miles Halter yang menyukai kata-kata terakhir dari orang terkenal sebelum mereka meninggal. Dituntun oleh kata terakhir dari penyair bernama Francois Rabelais, Miles memutuskan untuk pindah ke sekolah asrama. Di sekolah asrama itulah Miles bertemu dengan cewek nyentrik bernama Alaska Young. Miles jatuh cinta dengan Alaska, tapi Alaska sudah punya pacar.
Cara Miles menceritakan pesona Alaska Young bikin saya ikut jatuh cinta dengan cewek ini. Alaska punya hobi aneh: membeli banyak buku obral untuk memenuhi lemarinya. Rencananya, Alaska akan membaca koleksi bukunya ketika sudah menjadi nenek-nenek sebagai pengisi waktu di usia senja. Alaska juga seorang feminis yang benci dengan cowok yang menjadikan cewek sebagai objek.
Looking for Alaska menjadi no…

Paper Towel

Menurutku, setiap orang punya keajaiban. Seperti menang kuis malam yang dibawakan oleh Mbak Yeyen di TV. Atau menjadi pemain timnas U-19 yang mencetak gol penentuan di menit terakhir pada final melawan Malaysia di stadion Gelora Bung Karno. Berhasil ke luar angkasa untuk membuktikan jika bumi itu datar. Atau nge-vlog dengan Raja Arab.
Jika kau memikirkan sesuatu yang mustahil terjadi di seluruh dunia, pikirkan juga kalau salah satunya akan terjadi pada kita.
Ternyata keajaibanku berbeda. Dari sekian kota, dari sekian rumah, dari sekian blok, aku bertetangga dengan Margareta. Singkat kata, Marga adalah simpul keajaiban dunia. Marga satu level di bawah komodo yang sama-sama ajaib tingkat dunia.


Aku kini mengerti rasanya menjadi Peter Parker. Sejak kecil hingga remaja, aku menjadi pemuja rahasia dari tetanggaku sendiri. Tapi aku tidak sampai digigit laba-laba modifikasi genetik beracun, lalu menjadi superhero dan ciuman terbalik dengan pujaan hati di tengah hujan. Aku hanya kebagian jatah c…