Langsung ke konten utama

Postingan

Anak yang Dihasilkan Saya Bersama Tangan Saya

Kalau buku saya diibaratkan anak, beginilah wujud mereka.

Postingan terbaru

Demi Feeds Instagram Lebih Aesthetic!

Gambar diri sedang petatang-peteteng dengan pemandangan alam sebagai background semata, merupakan penanda bahwa kita pernah bahagia. Dipamerkan menjadi foto profil media sosial agar semua orang tahu kita pernah liburan.
Untuk memiliki gambar diri dengan background pemandangan alam, ada dua cara untuk mewujudkannya:
Pertama, pergi ke destinasi wisata bersama teman-teman, lalu berfotolah.


Kedua, ambil foto teman yang sedang liburan, lalu editlah. Ganti saja kepalanya.
Saya ingin berbagi tentang cara pertama: berfoto (betulan) di tempat wisata. Sebab cara kedua hanya digunakan ketika sedang kepepet.
Ada banyak pilihan destinasi wisata di Indonesia. Anak zaman sekarang jangan sok kebule-bulean. Kepinginnya main ke pantai di Hawaii atau terbang ke Maldives (sambil peluk boneka Teddy Bear). Padahal tempat wisata di Indonesia juga banyak bulenya.
Ambil contoh Bandung. Di kota yang katanya diciptakan Tuhan ketika sedang jatuh cinta ini bertaburan tempat liburan:
Tangkuban Parahu Objek wisata Gunung T…

Critical Thirteen

Awe dan Karin pertama berkenalan di rumah sakit di bangsal 13. Keadaan keduanya sama-sama kritis saat itu. Karin kritis secara fisik. Awe kritis secara finansial. Awe tidak punya uang untuk membayar biaya berobat di rumah sakit. “Itulah gunanya mendaftar BPJS Kesehatan,” ujar Ade Rai yang tiba-tiba muncul di dalam kepala Awe yang lecet. Cerita dimulai ketika Awe dan Karin mengalami kecelakaan yang diakibatkan oleh keteledoran masing-masing: menyetir kendaraan sembari komentar bernada hate speech di kolom Instagram artis yang dibenci. Dengan catatan, mereka pakai akun alternatif yang memang dikhususkan untuk meluncurkan ujaran kebencian. Sudah menghujat, pengecut pula. “Bertattoo begitu, bagaimana mandi junubnya nanti?” komentar Awe di kolom Instagram pelawak komedi tunggal yang baru saja memamerkan tattoo terbaru bergambar tiga pedang Roronoa Zoro dari animeOne Piece. “Nggak malu ya menggoda suami orang? Dasar pelakor!” Karin berkomentar menyerang seorang pedangdut. Pedangdut  yang terkena…

Maaf Untuk Keputusan Ini

Andai saja ada kata yang benar-benar bisa menggantikan judul kali ini, mungkin saya nggak akan menulis ribuan kata, cukup menulis judul saja.

Ini seperti ingin mengatakan cinta kepada orang yang saya sukai tapi orangnya sudah bersuami dan beranak kembar tiga lucu-lucu.

Butuh hening yang lama di kamar mandi. Butuh waktu untuk berpikir sedemikian rupa di depan rak mi, sampai akhirnya saya bener-bener bisa mulai untuk belanja bulanan di minimarket.

Sedari 3 jam yang lalu sudah mulas, lebih tepatnya ini sudah saya tahan sejak tiga hari yang lalu. Saya seperti mengalami fase di mana semua hal yang telah saya lakukan selama ini, hanya berbuah simalakama.

Kemarau yang berkepanjangan.

Doa minta hujan yang terus dipanjatkan.

Mandi di hari Minggu yang terus dilakukan.

Tapi, ini adalah kenyataan yang harus saya pikirkan sendiri.

Entahlah, saya masih belum habis pikir harus memulai pembicaraan ini dari mana, dengan siapa dan harus berbuat apa. Bukan perihal saya sedang patah hati karena urusan cinta, apa…

Komik Bekas Kok Mahal Sih?

Saya punya solusi untuk buku-buku yang menumpuk di kamar. Buku-buku yang semangat saya beli, tapi tidak kunjung dibaca. Bahkan beberapa buku masih tersegel plastik. Solusinya saya memfoto cover buku-buku tersebut dengan kamera ponsel, lalu mengunggahnya di Tokopedia. Saya jual kembali buku-buku yang tidak kebagian tempat di rak. Hasil penjualan itu dipakai untuk membeli buku baru yang ingin saya baca.
Saya menantang diri saya sendiri untuk bisa membaca buku-buku di kamar sebelum laku terjual di Tokopedia. Saya pernah berusaha melanjutkan baca sebuah buku yang sempat tersendat. Ketika saya mengerutkan kening membaca buku tersebut, eh, malah dapat order untuk judul buku yang sama. Akhirnya buku tersebut terpaksa dijual sebelum saya selesai membacanya.
Bisa dibilang Tokopedia adalah website yang paling sering saya kunjungi, setelah Twitter dan Facebook dan blog junjungan. Saya sering mencari-cari komik bekas di Tokopedia, menyusuri toko demi toko, menimbang harga dan kondisi. Tapi ujung-uj…

Guardians of the Galaxy J1 Ace

Awal dari semua cerita ini adalah ketika saya pakai Smartfren G2 Qwerty. Ponsel di bawah 1 juta rupiah (tepatnya Rp 999.000,-) yang sesuai kebutuhan saya. Dengan ponsel ini, saya biasa ngetik sinopsis dan ide cerita untuk skenario sitkom & sinetron komedi. Ponsel dengan keypad fisik begini memang memudahkankan saya dalam pengetikan. Cukup efektif apabila dibandingkan ngetik di touchscreen yang kerap bikin saltik.
Di bulan puasa tahun 2016, saya menemani teman saya yang bernama Erik beli ponsel di ITC Roxy Mas, Jakarta. Berawal dari menemani, saya sendiri jadi kepengen beli. Waktu itu saya sudah uninstall segala game di Smartfren G2 Qwerty biar nggak berat, dan menyisakan WhatsApp dan aplikasi WPS Office untuk ngetik. Saya membatin, “Seru juga ya kalau bisa main Clash Royale lagi.”
Akhirnya, saya memutuskan beli Vivo Y21 seharga 1,5 juta. Tujuan gawai ini dibeli untuk entertainment. Biarlah komunikasi, chatting, social media dan segala hal yang membutuhkan ketikan cepat pakai Smartfr…