Selasa, 18 April 2017

Ada Apa di Balikpapan?

Seperti di novel Let It Snow, saya pernah mengalami malam Natal yang berkesan.

Tanggal 24 Desember 2016 sekitar pukul 10:00 WIB, saya diantar adik saya naik sepeda motor ke Kantor Dishub Cilegon. Di sana saya menunggu bus Damri khusus bandara. Setiap satu jam sekali, dari pukul 03.00 s/d 19.00 WIB, ada bus yang berangkat. Rutenya Kantor Dinas Perhubungan Cilegon – Terminal Pakupatan Serang – Tol Jakarta-Merak – Tol Sedyatmo – Tol Bandara.

Informatif sekali, bukan?

Sampai bandara sekitar pukul 12.00 WIB, saya langsung cari makan. Pesawat saya berangkat pukul 18:20 WIB. Masih lama banget sih. Saya sengaja kasih spare time sebanyak mungkin karena saya fobia ketinggalan pesawat. Hmmm. Sebenarnya bukan fobia sih. Lebih ke perasaan nggak mau rugi. Tiket pesawat mahal banget. Asli. Semurah-murahnya tiket pesawat adalah semahal-mahalnya tiket nonton Tebo si anak genderuwo.

Setelah check-in, saya dapat boarding pass dan menunggu jadwal keberangkatan di gate. Saya menunggu sambil nonton film Green Miles lewat smartphone Vivo Y21. Film ini direkomedasikan oleh Rido Arbain yang sangat menyukai film bertema penjara. Karena filmnya seru, menunggu jadi tidak terasa menjemukan.

Begitu masuk pesawat, saya langsung mematikan segala perangkat elektronik dan buka novel Matahari karangan Tere Liye. Hmmm. Saya merasa de javu. Sebab tahun kemarin saya juga membaca novel Bulan Tere Liye di bandara. Mungkin novel-novel Tere Liye memang cocok dibaca ketika naik pesawat.

sumber: sini

Senin, 10 April 2017

John Green Books: Nerdfighters vs. the World

Sekarang John Green jadi penulis favorit saya. Hebatnya John Green bisa bikin saya tertarik untuk membaca semua bukunya yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.



1. Looking for Alaska
Ini novel pertama John Green. Bercerita tentang si culun Miles Halter yang menyukai kata-kata terakhir dari orang terkenal sebelum mereka meninggal. Dituntun oleh kata terakhir dari penyair bernama Francois Rabelais, Miles memutuskan untuk pindah ke sekolah asrama. Di sekolah asrama itulah Miles bertemu dengan cewek nyentrik bernama Alaska Young. Miles jatuh cinta dengan Alaska, tapi Alaska sudah punya pacar.

Cara Miles menceritakan pesona Alaska Young bikin saya ikut jatuh cinta dengan cewek ini. Alaska punya hobi aneh: membeli banyak buku obral untuk memenuhi lemarinya. Rencananya, Alaska akan membaca koleksi bukunya ketika sudah menjadi nenek-nenek sebagai pengisi waktu di usia senja. Alaska juga seorang feminis yang benci dengan cowok yang menjadikan cewek sebagai objek.

Looking for Alaska menjadi novel John Green terbaik versi saya. Sosok Alaska telah mencuri hati saya. Alaska memang bukan cewek sempurna. Bahkan dia termasuk cewek nakal yang pergaulannya kebablasan. Tapi sebagai remaja, Miles tidak banyak perhitungan dengan itu. Karena jatuh cinta memang semudah itu. Walaupun kasus jatuh cinta yang dialami Miles penuh dengan teka-teki. “Apakah dia juga mencintaiku? Apakah dia sebenarnya sudah bosan dengan pacarnya dan sedang memikirkan cara agar bisa bersama denganku?”

Jatuh cinta seperti terjebak di dalam labirin. Tapi jatuh cinta adalah cara terindah untuk merayakan kehidupan.

Rabu, 08 Maret 2017

Paper Towel

Menurutku, setiap orang punya keajaiban. Seperti menang kuis malam yang dibawakan oleh Mbak Yeyen di TV. Atau menjadi pemain timnas U-19 yang mencetak gol penentuan di menit terakhir pada final melawan Malaysia di stadion Gelora Bung Karno. Berhasil ke luar angkasa untuk membuktikan jika bumi itu datar. Atau nge-vlog dengan Raja Arab.

Jika kau memikirkan sesuatu yang mustahil terjadi di seluruh dunia, pikirkan juga kalau salah satunya akan terjadi pada kita.

Ternyata keajaibanku berbeda. Dari sekian kota, dari sekian rumah, dari sekian blok, aku bertetangga dengan Margareta. Singkat kata, Marga adalah simpul keajaiban dunia. Marga satu level di bawah komodo yang sama-sama ajaib tingkat dunia.



Aku kini mengerti rasanya menjadi Peter Parker. Sejak kecil hingga remaja, aku menjadi pemuja rahasia dari tetanggaku sendiri. Tapi aku tidak sampai digigit laba-laba modifikasi genetik beracun, lalu menjadi superhero dan ciuman terbalik dengan pujaan hati di tengah hujan. Aku hanya kebagian jatah culunnya doang.

Karena imej culun itulah aku tidak akrab dengan Marga. Marga hanya berteman dengan mereka yang memiliki followers ratusan ribu dengan feed Instagram aesthetic. Sementara aku hanya jadi penonton dari instastories Marga. Saking banyaknya momen yang dia share, bentuk instastores-nya kayak bekas jahitan operasi usus buntu.

Senin, 06 Maret 2017

3 Cara Legal Nonton Film

Saya suka nonton film bajakan. Dulu beli DVD bajakan di emperan, sekarang unduh di situs penyedia film ilegal. Tapi pelan-pelan saya ingin berhenti nonton film bajakan. Saya takut kualat disumpahi oleh mulut para sineas yang bertuah.

Inilah 3 cara yang bisa dilakukan untuk menonton film secara legal.



Jumat, 24 Februari 2017

Destinasi Terbaik di Sekitar Villa Bandung

Berencana untuk mengunjungi Bandung? Cari mojang parahyangan?

Kota yang satu ini memang tidak pernah kehabisan alasan dan pesona untuk menarik wisatawan. Bahkan yang telah berkali-kali pun tidak akan bosan-bosannya berada di sini. Selain kini penataannya semakin apik, Bandung juga semakin banyak menawarkan tempat wisata baru. Jelas ini keren!

sumber: pixabay.com

Salah satunya di Lembang. Ada banyak sekali tempat yang patut Anda kunjungi saat berada di sini. Dan tentu, mengunjungi Lembang tanpa menginap di vila sepertinya ada yang kurang. Sebelum menjelajahi kawasan di Kabupaten Bandung Barat ini, ada baiknya Anda telah mendapatkan villa di Bandung terutama kawasan Lembang sebagai akomodasi sehingga wisata Anda menjadi lebih nyaman dan berkesan. Maka, berbahagialah.