Langsung ke konten utama

Postingan

Anak yang Dihasilkan Saya Bersama Tangan Saya

Kalau buku saya diibaratkan anak, beginilah wujud mereka.

Postingan terbaru

Pengalaman Pertama ke Luar Negeri

Pengalaman traveling paling seru yang pernah terjadi di hidup saya adalah ketika kali pertama ke luar negeri. Saya berkesempatan menjejakkan kaki di Thailand, tempat asal Mario Maurer. Sebelum terbang ke Thailand, saya sudah antusias baca travel tips di internet. Mengikuti wejangan para travel blogger, saya siapkan segala hal yang dibutuhkan: paspor dan uang baht. Setelah bikin paspor di kantor imigrasi, saya menukarkan uang rupiah ke baht di money changer. Saya juga sudah siap-siap untuk membeli paket roaming agar kartu seluler saya tetap aktif di luar Indonesia.
Saat baru turun dari pesawat dan tiba di bandara Don Mueang, saya tak bisa menahan cengiran. Akhirnya, saya ke luar negeri juga! Mata saya langsung mengamati keadaan sekitar yang dipenuhi oleh orang-orang asli Thailand serta turis-turis internasional. Telinga saya juga mendengar bahasa Thailand yang diucapkan langsung oleh orang Thailand. Selama ini saya mendengar orang ngomong bahasa Thailand hanya dari film-film komedi roma…

Dilan 2018: Suara dari Milea Milenial

“Namaku Milea. Jenis kelamin perempuan, dan tadi baru selesai makan sate taichan pakai lontong,” ketik Milea pada lembar kosong di Wattpad. Milea ingin menceritakan tentang lelaki yang berhasil mencuri hatinya dengan gombalan tidak biasa, yaitu Kalagondang. Ya Dilan lah! Setelah naik motor berdua keliling Bandung, Milea dan Dilan semakin dekat. Saking ingin dekat-dekat melulu, ketika di sekolah, Dilan nekat duduk semeja dengan Milea, padahal mereka beda kelas. Lalu Dilan minta kertas kepada Milea. Dilan menulis lima nama lelaki berumur di atas kertas. 1. Deddy Mizwar (Demokrat, Golkar) 2. Ridwan Kamil (NasDem, PPP, PKB) 3. Sudrajat (PAN, Gerinda, PKS) 4. Tubagus Hasanuddin (PDIP) 5. Dilan (The Panasdalam) Milea terperangah. Dilan yang telah gagal meramal tentang dirinya, sekarang mau meramal masa depan politik Kota Bandung? Milea pun penasaran, siapa calon gubernur pilihan Dilan. Lalu Dilan mencoret namanya sendiri. “Kok dicoret?” tanya Milea. “Ini bukan daftar orang-orang yang ingin jadi…

Joshua unch Joshua

Cerita bermula ketika Joshua bayi dibawa ayah dan ibunya ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Saat hendak ke toilet, ibunya menitipkan Joshua kepada seorang ibu-ibu. Sementara bapaknya Joshua sedang menelepon urusan bisnis investasi bitcoin. “Bu, titip anak saya ya. Saya mau foto-foto di depan cermin toilet dulu,” ucap sang ibu seraya menyerahkan bayinya kepada orang asing. “Titip, titip. Memangnya sendal jepit?” Ibu-ibu asing itu menolak pada awalnya. “Tapi anak saya sudah punya akun Instagram sendiri lho. Followernya sudah 100K sekian dan sering dapat endorse bubur bayi. Ibu nggak mau snapgram bareng anak saya? Mau ngehits mendadak, nggak, hayo?” bujuk ibunya Joshua. Terpikat rayuan, akhirnya ibu-ibu asing itu mau menjaga Joshua selagi ibunya sendiri aktualisasi diri di toilet. “Unch unch.” Sayangnya, penerbangan sang ibu asing dan suaminya yang aseng sudah tiba. Joshua pun ditinggalkan begitu saja karena takut tiket pesawat hangus. Lalu, datang wanita tak waras yang menceracau, “Di ma…

Jumanji 2017

Yudhita dan Petra ikut bibinya pindah ke rumah bekas Alan Faris. Dikabarkan Alan Faris adalah anak yang hilang tanpa diketahui nasibnya sampai sekarang. Di gudang, Petra menemukan papan permainan bernama Jumanji. Sebelumnya, papan Jumanji memanggil-manggil kakak-beradik tersebut dengan suara tabuhan drum dan nyanyian, "eta terangkanlah, tuk tang tung, tuk tang tung," berulang kali. Lalu Petra mengajak Yudhita bermain. Yudhita langsung mengocok dua biji dadu. Token berbentuk gajah yang dipilih Yudhita bergerak sendiri sesuai angka yang keluar. Lalu di papan muncul tulisan: "Hati-hati dengan giginya yang besar-besar. Ekornya bisa menyabet wajahmu. Jangan sampai diterkam." Petra dan Yudhita waspada. "Kalau dari ciri-cirinya, ini pasti hewan buas," celetuk Petra. Terdengar suara tut piano yang terinjak oleh kaki hewan buas. Sapuan ekornya pun menimbulkan nada minor. Benar saja, dari balik kegelapan, muncul siluet sebangsa kucing besar. Barulah ketika tampak selur…

Gaji Tak Kasat Mata

Nama saya Genta. Namun saya tidak punya empat kawan lama yang sempat memutuskan berpisah sementara, lalu mendaki gunung bersama di pertengahan bulan Agustus. Itu bukan cerita saya. Cerita saya bermula di hari pertama kerja di kantor baru. Walaupun namanya kantor baru, penampakannya seperti rumah tua yang sudah lama tak dihuni. Yang sudah pasti tidak pernah diisi dengan lantunan ayat suci. Waktu itu saya sedang rehat sejenak dari kerjaan yang saking mepet deadline sampai mengharuskan lembur sampai tengah malam. Ketika saya cuci muka sembari mengagumi kebagusan rupa sendiri di cermin, lampu kamar mandi mendadak mati. Saya tercekat. Ada yang tidak suka dengan wajah saya. Ini pasti ulah rekan kerja saya, Bebek. Ya, benar, namanya memang Bebek. Nama lengkapnya Bebek Goreng Pak Slamet. Selesai saya membilas wajah, lampu nyala kembali. Saya buru-buru keluar kamar mandi. "Udah kerja kantoran, bercandanya masih kayak mahasiswa semester satu baru ngekos!" tukas saya kepada Bebek yang sedan…

Dragon Ball: Kisah Son Goku Kecil

Selain Naruto dan One Piece, Dragon Ball adalah komik cowok yang wajib dibaca, menurut saya. Maka, saya membaca dari volume 1 sampai 42. Biar nggak lupa, saya menuliskan kembali cerita petualangan Son Goku menyelamatkan dunia.
Awalnya, cerita Dragon Ball mirip Journey to the West. Ada siluman monyet, siluman babi dan siluman kura-kura. Bahkan ada si mata tiga yang merepresentasikan Dewa Erlang. Gantilah tujuan cerita ‘perjalanan ke Barat mengambil kitab suci’ dengan ‘perjalanan kemana saja mengumpulkan tujuh bola naga’. Karakter Bulma yang menggerakkan Son Goku untuk mencari dragon ball, bisa disamakan dengan Biksu Tong versi feminis.
Dalam perjalanan mengumpulkan dragon ball untuk kali pertama, Bulma dan Goku bertemu musuh-musuh yang cemen. Sebutlah Oolong si siluman babi yang bisa berubah wujud. Tapi Oolong cuma menang tampang, skill bertarungnya masih kalah dengan Goku yang saat itu berdandan sebagai anak perempuan. Ada juga musuh yang bisa mengubah siapapun yang disentuhnya menjadi …

Ekspedisi Selera dan Melawan Bosan Selama Naik Kereta Api

Kadang saya kangen dengan kota-kota yang pernah saya kunjungi. Salah satu yang bikin kangen tentu saja makanannya.  Mulai dari Cirebon, Solo, Jogja, Malang dan Surabaya. Dari petualangan itu, saya menemukan pencerahan kuliner. Sebuah pengalaman yang melibatkan rasa.
Dimulai dari Cirebon. Tak lengkap jika tak mencicipi nasi jamblang. Dengan ditimpali sambel kerang, rasanya mantap betul! Tapi saya tak banyak makan kala itu meski rasanya pengen nambah lagi, nambah lagi. Sebab setelah itu dilanjut dengan menggerogoti empal gentong dan sate kambing H. Apud. Dari ekspedisi selera ini, Cirebon pastilah akan memanggil jiwa kelaparan saya di kemudian hari.
Ketika main ke Solo, saya sempat mencicipi makanan yang namanya selat. Hebat memang orang Solo. Selat aja dimakan. Kalau di kota saya, Cilegon, selat itu diarungi pakai kapal feri dari pelabuhan Merak ke pelabuhan Bakauheni. Yak, Selat Sunda!
Pertama diajak kawan ke warung makan di Solo, saya cukup kaget tatkala melihat menu. Harga makanan di s…