Langsung ke konten utama

Anak yang Dihasilkan Saya Bersama Tangan Saya

Kalau buku saya diibaratkan anak, beginilah wujud mereka. Si sulung yang polos dan apa-adanya. Lucu sekaligus bikin kasihan, tapi pantang menyerah.

Main Dispatch, tapi Bukan Media Entertainment Korea

Kemarin saya beli game Dispatch di Playstation Store. Harganya lumayan mahal, nyaris 300 ribu rupiah. Tapi karena di FYP TikTok saya sering lewat podcast Raditya Dika dan bintang tamunya yang bahas betapa kerennya Breaking Bad, saya langsung gas checkout Dispatch. Loh, apa hubungannya? Pemeran Breaking Bad, Aaron Paul jadi Voice actor Robert Robertson aka Mecha Man di Dispatch.



Saat memainkannya, jujur, saya merasa seperti Windah Basudara pas streaming main Five Hearts Under One Roof. Ya karena Dispatch punya fitur dating simulation juga. Jadi, di sini, saya jadi Robert Robertson yang dideketin sama Blonde Blazer.

Melihat Blonde Blazer, saya langsung naksir. Maksudnya, saya sebagai Robert loh ya. Kondisi karakternya kurang lebih kayak Hughie yang suka sama Starlight di The Boys. Lelaki biasa yang tanpa kekuatan tapi bermimpi bersanding dengan superhero cewek yang kuat.

Bahkan saya merasa cemburu saat tahu Blonde Blazer udah pacaran sama Phenomaman. Alien yang jadi superhero populer di Bumi. Dia mengingatkan saya dengan Superman atau Omni-Man di Invincible.

Dibandingkan dengan superhero terkenal dan kuat dan bisa terbang kayak Phenomaman, jelaslah karakter yang saya mainkan tidak ada harapan.

Nah, menariknya, ceritanya sangat memuaskan pemain dengan cara yang lucu. Seperti yang saya bilang di awal, Dispatch punya fitur dating simulation termasuk punya opsi karakter utamanya main pacaran sama cewek yang mana. 

Setidaknya, di sini, kamu bisa memilih antara Blonde Blazer atau Invisigal. Kalau saya sih pilih… Zaenab daripada Sarah. Loh kok jadi Si Doelpatch.

Komentar

Terpopuler

22 Peran di Game Werewolf Telegram

Lepas dari candu Pokemon GO , saya keranjingan main Werewolf. Tapi permainan yang mengasah suudzon skill ini tidak saya lakukan bersama para youtuber dan stand up comedian seperti yang dilakukan Raditya Dika di istananya pada vlog beliau. Saya melakukannya di aplikasi chatting bernama Telegram yang bisa diunduh di Play Store . Cara bermainnya sederhana: jika kita adalah warga desa, maka kita harus membasmi serigala sampai habis. Dan jika kita adalah serigala, makan semua warga desa. Di malam hari, serigala memangsa warga desa. Di siang hari, warga desa melakukan vote untuk menentukan siapa tertuduh serigala yang mesti digantung. Yang bikin greget adalah kita nggak tahu peran pemain lainnya. Permainan Werewolf versi bot Telegram ini menyuguhkan berbagai peran yang unik. Berikut adalah peran-peran yang bisa didapatkan selama main Werewolf. sumber: www.deviantart.com

Ada Apa dengan Mamet?

Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya.  Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...

25 Komik Doraemon Petualangan

Setiap remaja tumbuh dengan teman imajinasinya masing-masing. Bertualang mencari harta karun dengan Lima Sekawan -nya Enid Blyton. Merinding bersama Goosebumps karangan R. L. Stine. Atau membantu Detective Conan memecahkan misteri. Bagi remaja yang lebih vintage , memilih mengisi masa kecil dengan lari terbirit-birit bersama Petruk rekaan Tatang S. Sejak SMP, saya menyukai komik Doraemon Petualangan. Saya mengikat diri demi memburu semua serinya untuk dibaca. Mulai dari beli, tukar-pinjam sampai memeras milik teman. Dari baca seri Doraemon Petualangan, saya bisa belajar tentang penciptaan setting cerita yang menakjubkan, penokohan yang kuat, konflik yang menarik, alur cerita yang penuh kejutan, sampai pesan moral yang mendalam. Cocok dijadikan pegangan untuk menulis fiksi . Jika Ahmad Dhani pernah klaim musik Queen adalah puncak kreativitas manusia, maka saya akan menobatkan komik Doraemon Petualangan adalah puncak imajinasi orang Jepang.