Langsung ke konten utama

Ada Apa dengan Mamet?

Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru.

sumber: Google Image

Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang.

Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara.

“Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang.

“Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura.

“Oh.” Cewek itu langsung percaya dan pergi.

Keesokan harinya, saya menemukan surat kaleng dari seseorang bernama Cinta. Cinta pastilah si cewek mading itu. Isi suratnya hanyalah nama ayah saya digambar dengan doodle. Ternyata masih zaman ngata-ngatain nama orangtua.

Saya langsung marah dan labrak Cinta di ruangan mading.

“Bisa ngomong sebentar?” Saya menarik tangan Cinta sampai kami berdua berada di bawah pohon belimbing.

“Mau ngomong apa?” tanya Cinta sambil gigitin kukunya.

Saya langsung menendang batang pohon belimbing sampai buah-buahnya berjatuhan menimpa kepala Cinta. Cinta pun keliyengan. Saya lari sambil ngakak.

Setelah hari itu, saya kualat, buku favorit saya hilang. Buku favorit saya adalah buku rapor. Di sana ada nama ayah dan ibu saya. Kalau ditemukan pihak tak bertanggung-jawab, nama orangtua saya bakal tersebar ke seantero sekolah dan saya bakal di-bully sampai lulus SMA. Sebab ayah saya dikenal sebagai pendukung utama Farhat Abbas dalam pilpres tahun lalu. Keluarga saya pun dikucilkan masyarakat sekitar karena hal itu. Ibu dan kakak-kakak saya pun meninggalkan ayah saya karena tidak tahan dengan bisik-bisik tetangga.

Untungnya, rapor saya ditemukan Cinta. Saya langsung berterima-kasih dengan mengajaknya ke toko buku bekas di Kwitang. Saya ingin menunjukkan kepada Cinta bahwa masih banyak buku-buku yang lebih seru daripada isi rapor saya yang nilai penjaskesnya merah.

Ketika saya asyik memilih buku bekas, Cinta tepuk jidat.

“Ya ampun! Aduh! Gue lupa hari ini ada janji sama temen-temen nonton Gigi Raisa Cokelat,” ucap Cinta sekonyong-konyong.

“Emang kenapa gigi Raisa sampai cokelat? Sering minum kopi?” sahut saya.

“Bukan. Itu konser kolaborasi antara Gigi, Raisa dan Cokelat,” ralat Cinta.

“Nggak ada kamu, mereka tetep manggung, kan?” sinis saya.

“Jangan begitu dong. Saya udah nyiapin bendera Slank dari kapan tahun.” Cinta mengibarkan bendera yang sejak tadi dibawanya.

“Kayak nggak punya kepribadian aja,” sungut saya.

“Hah? Apa kamu bilang?” Cinta tersinggung.

“Iya. Nonton harus sama-sama. Pulang sekolah juga harus sama-sama. Sampai bayar SPP ke ruang TU juga harus sama-sama. Apa namanya kalau bukan mengorbankan kepentingan pribadi demi sesuatu yang kurang prinsipil?” ucap saya dengan nada judes-judes ganteng.

“Rugi gue buang-buang waktu sama lo! Mending gue ngobrol sama Haji Bolot sekalian!” Kemudian Cinta pergi dengan wajah merengut.

Pemilik toko buku menyuruh saya mengejar Cinta.

“Kejar! Ayo! Cepet! Laki bukan sih?” kata beliau. “Kau perhatiin ya. Kalau sampai dia menengok kemari, itu berarti dia mengharap kau mengejar dia! Perhatiin!”

Saya lihat Cinta masih tetap jalan ke depan. Di hitungan ketiga, Cinta beneran nengok dan melambaikan dompet. Dompet saya. Emang minta dikejar nih cewek!

Saya langsung kejar Cinta sambil teriak, “Copet!”

***

Sewaktu di sekolah, saya meminta dompet saya ke Cinta secara baik-baik.

“Makanya, jangan jelek-jelekin temen-temen gue. Kalau lo nggak punya temen di Facebook, salah gue? Kalau tiap lo update status yang like cuma diri lo sendiri, salah temen-temen gue?” cerocos Cinta sembari memberikan dompet saya yang telah dikuras isinya. Ketika dicek, tersisa KTP dan kartu BPJS doang.

Setelah menangisi isi dompet, saya ngeloyor ke gudang sekolah. Di sana saya disamperin oleh cowok bernama Borne yang mengaku pacarnya Cinta. Borne bawa teman-temannya dari STM jurusan otomotif. Hari itu, saya digebukin sampai ‘turun mesin’.

Akibatnya, saya tidak masuk sekolah selama tiga hari. Di hari ketiga, Cinta datang ke rumah saya. Dia kaget melihat wajah saya babak-belur kayak bubur diaduk.

“Kayaknya sehat-sehat aja nih,” ucap Cinta ngeledek.

“Ayo, masuk,” ajak saya tidak menanggapi candaannya.

Ketika duduk di sofa, perut Cinta bunyi.

“Kirain kamu kesini mau jengukin saya yang digebukin oleh cowok yang ngaku-ngaku pacar kamu. Nggak taunya mau minta makan toh,” kata saya kecewa.

Cinta hanya nyengir sambil menahan lapar dan dahaga.

Kemudian saya mengajak Cinta ke dapur. Ketika saya sibuk masak, Cinta ikut ngerecokin.

“Kamu pasti nggak bisa masak,” vonis saya.

“Bisa,” elak Cinta.

“Masak apa? Masak air?” kejar saya.

“MASAK BODO!” Cinta meleletkan lidah.

Saya melengos.

“Nggak ada yang bisa saya bantu ya?” tanya Cinta yang mati gaya.

“Ada. Tetangga saya lagi bangun rumah tuh!” ucap saya asal.

Kemudian Cinta beneran ikut bantu bangun rumah. Cinta ngaduk semen dengan telaten. Selesai saya masak, Cinta selesai bikin satu bedengan.

Ketika saya tawari makan, Cinta sedang ngaso sambil ngerokok samsu.

“Ayo, Ta. Makan dulu,” ajak saya.

“Bentar, Ga. Sebats dulu,” ucap Cinta santai.

Malamnya, saya mengajak Cinta ke sebuah kafe. Di sana ada acara stand up comedy. Kebetulan saudara saya yang jadi MC. Cinta pun dipaksa open mic.

“Selamat malam. Pernah nggak kalian ketemu ibu-ibu bawa motor matik nyalain sein kiri, tapi belok ke kanan?” Cinta masuk ke bit pertama.

Penonton hening.

“Menurut saya, ibu-ibu itu masih mending daripada Rangga. Rangga nyalain sein ke kiri, malah lari ke hutan, lalu belok ke pantai.” Setelah melempar punchline yang tumpul, Cinta ketawa-ketawa sendiri.

Penonton masih hening dan mencari-cari dimana lucunya. Singkat kata, Cinta nge-bomb.

Malu, saya tinggalkan Cinta dan pulang duluan ke rumah.

Sejak itu, Cinta menjauhi saya di sekolah. Tiap saya telepon, nggak diangkat. Giliran saya nggak nelepon karena nggak punya pulsa, dia kirim SMS minta ditelepon. Ngeselin banget.

Sampai akhirnya, saya pamit ke Pak Wardiman karena saya harus pergi ke Amerika.

"Saya mau kuliah di Washington. Biar malamnya, saya bisa main ke Las Vegas," pamit saya.

"Kayak lirik lagu Kangen Band," komentar Pak Wardiman.

Ketika saya berpelukan dengan Pak Wardiman, salah satu teman Cinta yang bernama Karmen memergoki. Kabar saya yang ingin ke Amerika sampai ke telinga Cinta. Akhirnya, Cinta bersama teman-temannya mengejar saya ke bandara.

Teman-teman Cinta terdiri dari empat cewek dengan kepribadian berbeda. Karmen si tomboy hobi basket yang tiap marah bawaannya pengen nimpa orang, mirip Squash di game Plants vs Zombies. Milly si lemot yang ketika teman-temannya sedang bahas fitur-fitur iPhone 6 Plus, dia masih nanya gimana cara mindahin foto pake inframerah. Alya si gadis rapuh yang kesehariannya diisi dengan mendengar pertengkaran ayahnya yang merasa diabaikan karena ibunya asyik nonton Uttaran. Dan Maura yang paling cantik dan seksi. Seksi pembinaan dan kaderisasi.

Tapi karena mobil Milly kejebak di parkiran, mereka membawa lari mobil milik pelajar culun bernama Mamet. Ketergesa-gesaan membuat Cinta seperti preman di game GTA (Grand Theft Auto).

Ketika di bandara, Cinta ditahan oleh petugas bandara. Tapi Alya bisa mengalihkan perhatian petugas bandara dengan menunjukkan trik sulap memasukkan handphone ke dalam botol. Saat petugas bandara bengong, Cinta pun nyelonong.

“Untuk terakhir kalinya, saya mau jujur. Saya nggak marah sama kamu karena ninggalin saya sewaktu open mic. Saya marah sama diri saya sendiri karena saya nggak serius nulis materi.” Cinta menahan kepergian saya.

“Tapi saya tetap harus pergi, Ta.” Saya siap-siap angkat koper.

“Gimana kalau sebelum pergi, saya cium kamu dulu?” tawar Cinta. "Biar kayak di film-film Barat."

Saya memejamkan mata seperti Sadam ketika dicium Sherina di Bosscha.

Ketika Cinta mencium jidat saya, jidat saya terasa panas dan melepuh. Ternyata Cinta nyium saya dengan rokok samsu. Itu sih bukan nyium, tapi nyundut.

Sejak itu, saya memutuskan untuk tidak pulang lagi ke Indonesia. Saya takut dianiaya oleh Cinta untuk kesekian kalinya. Biarlah posisi saya digantikan oleh Mamet.

***

Cerita selanjutnya: Ada Apa dengan #AADC2?

Komentar

  1. Xixixixiixixi ceritanya ngaduk perut nih bang. Jadi bikin laper beneran. :p

    Tega bener si Cinta :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cinta telah berubah mengikuti perkembangan zaman.

      Hapus
  2. Bahahahaha. Adegan yang di Kwitang sama pas di rumah Rangga itu paling bikin ngakak, Bang. Ternyata bukan cuma hati Rangga yang dicopet Cinta, tapi dompetnya juga. Trus ternyata Cinta punya bakat jadi kuli bangunan :'D

    Pas baca yang Cinta nyundut jidat Rangga, aku jadi kepikiran kata 'dirokok.' Dulu rasanya aku pernah nanya sama Bang Har tapi nggak dijawab. Trus aku gugling soal dirokok. Dan aaaaaak. Hahahaha. Untunglah Rangga disundut. Kalau seandainya Rangga dirokok, mungkin Rangga batal pergi ke Amerika. Terpesona sama kelucahan Cinta. Atau mungkin dia tetap pergi ke Amerika tapi takut pulang juga, karena nganggap Cinta itu nymphomaniac kali ya, Bang. Huahahaha.

    Btw ini komenku ngawur banget. Ku takut ditimpa Karmen :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi beneran di filmnya Karmen berniat nimpa Rangga. "Mana sih yang namanya Rangga? Biar gue timpa." Begitu katanya.

      Hapus
    2. Hahaha untung melepuhnya gak sampe meleleh

      Hapus
    3. Hahaha untung melepuhnya gak sampe meleleh

      Hapus
  3. nyahahaaaaa
    Ceritanya malah jadi kayak gini di tangan kak Haris :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Kalau di tangan Intan, jadi gimana ya? :)

      Hapus
  4. Jadi inget gue juga bikin tentang Rangga pas Line Cinta-Rangga lagi booming

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saya baca tuh puisi plesetan buatan kamu, Gi. :D

      Hapus
  5. Ya Allah. Begini amat karakter Cinta di tangan Bang Haris. Masa ngerokok, sih. Samsu pula. :(

    Kacau abis deh. Agak kesel juga kenapa Cinta harus ngerokok samsu. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe. Itu samsu aslinya rokok temen kerja saya sih.

      Hapus
  6. Best parody ahaha ngakak bacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Best banget nih? Makasih ya, Syif. :D

      Hapus
  7. Ya Allah kan jadi ngebayangin cinta keker, pake kaos tangan buntung sama jeans bolong-bolong abis ngaduk semen. :')

    Mana keanggungan Dian sastro dengan kearifan budaya lokal nya? sedih :'')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu malah kearifan lokal. Lihat AADC2, Cinta dugem. Kemasukan budaya barat. :(

      Hapus
  8. Kampret lah... bikin ketawa aja bang.

    Kok cinta perokok gitu si bang, wah wah... mencontohkan yang gak baik nih... :))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, makanya jangan ditiru. Rokok bisa menghambat cinta seperti cerita di atas. :D

      Hapus
  9. Okeh, sukses merusak cerita sebenarnya. Tapi tetep keren dan lucu banget. Memang udah punya keahlian nulis parody jadinya saya menikmatinya. Jadi senyum sendiri kayak orang kurang waras, pengen baca lagi dan lagi. Saya share aja biar yang ngerasa gila gak cuma saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik. Makasih banget nih Mas Haris udah mau share tulisan another Haris. :D

      Hapus
  10. Kasian y rokoknya bang ampe melepuh
    Trus si serangga pindah kemana bang? Ke planet mana bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jidatnya yang melepuh! Rokoknya mah tetep. Ada baranya.

      Masih di atas bumi ini kok.

      Hapus
  11. Ada apa dengan Mamet, wkwk. Kocag nih cerita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk. Makasih ya udah bilang ceritanya kocag. :D

      Hapus
  12. "Ketika saya tawari makan, Cinta sedang ngaso sambil ngerokok samsu."

    Ini part yg bikin gw ngakak setengah jam gak brenti2..

    afuuuuuuuu~~~~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setengah jam banget? Coba panjangin durasinya sampe sejam penuh. Biar terderai. :D

      Hapus
  13. Anyiiiiiiiiiiing! kenapa gue baru blogwalking ke blog lu sekarang!!??? Komedinya keren, akan gue contoh! Langsung gue subcribe blog lu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Widih, mantep! Makasih ya kalian berdua! Blogger kesayangan aku!

      Hapus
  14. Nah kan bener, kalo rangga ngak pernah pilih cinta karna selera rangga sesungguhnya yg setype dengan pak wardiman

    BalasHapus
  15. TERUNGKAP! ternyata, ini dia alasan kenapa selama belasan tahun rangga nggak balik-balik. alasannya adalah karena...... TAKUT DISUNDUT ROKOK LALGI. asli, gaul abis ya. gue nggak pernah nyangka alasan rangga semenyedihkan itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Rangga udah biasa jadi korban bully. :(

      Hapus
  16. Ngakak dini hari..
    Serasa nonton ulang AADC pertama dari sudut pandang Rangga.
    Pemanasan yang bagus sebelum nonton yang kedua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gimana? Udah nonton yang kedua? :D

      Hapus
  17. Ha ha ha ha, koplak!!!
    Tapi kalau baca ceritanya yang sangat detil sampe2 hafal seluruh dialog sepertinya mas Haris ini fansnya AADC, ha ha ha

    BalasHapus
  18. Uasem...
    Niat banget bang.
    Tp keren, pagi2 bikin mules. 😄😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi tulisan saya yang bikin mules nih? :D

      Hapus
  19. Uasem...
    Niat banget bang.
    Tp keren, pagi2 bikin mules. 😄😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi tulisan saya yang bikin mules nih? :D

      Hapus
  20. bhahahaha..
    sadis banget koplaknya bro..

    BalasHapus
  21. Balasan
    1. MASAK BODO! Hahaha. Itu kata Cinta.

      Hapus
    2. di baca sekali lagi tetep aja lucu :)))

      Hapus
    3. Makasih ya Bena. Tapi tetep lucuan Bena kok.

      Hapus
  22. Bhahahaaa.
    Pengen ditampol ni si Haris,, kenapa jadi lucu banget sih ceritanya..
    Pengen ngakak,, cuma ada CCTV di depan gue..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau udah gak ada CCTV, ngakak ya Kak. :D

      Hapus
  23. Wah, parah banget sih kocaknya berhasil 'menghancurkan' kenangan-kenangan indah bersama rangga dan cinta yang normal apa adanya. :"D

    Yang paling the best ternyata Cinta nyebats samsu juga yah, pantes kuat ngaduk semen wkwkwkwk.

    BalasHapus
  24. 😂😂😂😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  25. Bang haris goks parahhh 😂😂😂😂😂😂😂 cium pale samsu juga neh 🚬🚬🚬

    BalasHapus
    Balasan
    1. Melepuh jidat Rangga. 😂😂😂😂😂😂😂

      Hapus
  26. Hahahahaha.. Ngakak bangett 😂😂😂😂
    Adegan bantuin tetangga bangun rumah, kebayang dian sastro ngaduk semen 😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cantik-cantik macho gitu ya. 😂😂😂

      Hapus
  27. Huahahahah... kocak bang...! ��

    BalasHapus
  28. Baca mpe 3x masi kepingkel2 gan... sundul gan...
    Terus berkarya!!!

    BalasHapus
  29. kocak bangeet...
    Kereen Kak ceritanya, mengubah tema yg tadinya romance jadi lucu bangeet :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini katanya juga termasuk romantis. Rokok makan gratis.

      Hapus
  30. Hahanjiiiir Mas -_- tulisannya kok jadi kayak begini ya ._. komediable banget kamu mas :D hahahanjiir :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf ya Feb kalau bikin kaget. Ini saya yang sesungguhnya. :D

      Hapus
  31. BHHHHHUUUAUAAAAAAAAAAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.......


    5 stars!!! EXCELLENT.... AWESOME!!!!


    saya share ke 7 penjuru mata angin juga deh nih..... ^___^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyiiiik. Saya seneng nih kalau ada yang share. ^___^

      Hapus
  32. Wuakakkakakkakakakkskakkskskkakakkakakkakakakkakakakkakakakkakakakkakakakkakkakakkkakakakkakakakkakakakakka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuakakkakakkakakakkskakkskskkakakkakakkakakakkakakakkakakakkakakakkakakakkakkakakkkakakakkakakakkakakakakka

      Hapus
  33. Humor kreatip nih . Ngakak bacanya ^^ keren

    BalasHapus
  34. Aku baca tulisan ini sambil cekikian sendiri pas pulang kerja di kereta. Ya Ampuuun :'')))

    Gak kebayang seandainya Cinta bilang ke temen-temennya, "Sebats dulu, sis!"

    Ceritanya emang rusak banget dari aslinya. Terlepas gimanapun bentuknya, ini cerita menghibuuuur!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, senang bisa menghibur di saat luang sehabis mencari nafkah. Semoga kita selalu sehat sehingga bisa bertemu lagi di frekuensi tawa yang sama. Ya Ampuuun :'')))

      Hapus
  35. Aku baca tulisan ini sambil cekikian sendiri pas pulang kerja di kereta. Ya Ampuuun :'')))

    Gak kebayang seandainya Cinta bilang ke temen-temennya, "Sebats dulu, sis!"

    Ceritanya emang rusak banget dari aslinya. Terlepas gimanapun bentuknya, ini cerita menghibuuuur!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, senang bisa menghibur di saat penat sehabis mencari nafkah. Semoga kita selalu sehat sehingga bisa bertemu lagi di frekuensi tawa yang sama. Ya Ampuuun :'')))

      Hapus
  36. Oo jadi gini ya cerita nya, pantas kata orang-orang yang zaman itu udah remaja film nya bagus. Saya baru tau ee

    Jadi pengen nonton ACDC civil war 2 nih :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rangga adalah Spiderman. Udah tau? :3

      Hapus
  37. Sumpah lucu... ga kebayang ternyata cinta copet ya???!! Hahaha...

    BalasHapus
  38. Wkwkwkwk....
    Sumpah... Ngakak gue bacanya Bang. Di bagian Cinta ngaduk semen tuh. "Sebats dulu lah". Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk. Iya aneh nggak sih? Haha.

      Hapus
  39. The best version 😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneran the best banget nih? 😂😂😂

      Hapus
  40. GGS elu mah Ris...
    Gokil Gokil Seteres

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah masa sih Teh? Saya masih waras kok.

      Hapus
  41. BAHAHAHA PETJAH! Aduh, pagi-pagi perut udah... Ah! Sudahlah.
    Aku sih sebenernya nggak tau AADC pertamanya gimana. Serius. Tapi... Aduh. :')
    Jadi ngebayangin Cinta jadi kuli bangunan, terus nyudut rokok ke Rangga. Udah lah intina mah, ieu mah petjah! Titik. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, mesti nonton yang pertama! Itu legend, tau! Hahaha. Makasih ya! Titik. :(

      Hapus
  42. Gokil haha. Lagi musim parodi gini :D

    BalasHapus
  43. HAHAHHAHAAH SERIUSAN INI KACAOOOOOO!!!!!!!!!!!
    Jadi selama ini Cinta yang bikn Rangga ga mau balik? astagaaaaahhhh.

    ngikin banget banyak adegan yang pas buat ngelucuu!!!!
    SALUUUTTTTTT!



    Salam kenaal!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya! Itulah fakta sebenarnya!

      IH MAKASIH LOH! HAHAHAHAHA!

      Salam kenal juga!

      Hapus
  44. bangkai... yang di Kwitang paling ngehek lah, adegan yang harusnya penuh inspiratif di filmnya berubah jadi amoral begini xD

    BalasHapus
  45. Hahahaha edaaan koplak cinta nya disini

    BalasHapus
  46. alamak jaaaaaang. Ngakak beguling guling diatas jaring laba2 gw. Ta, lo tuh Jahat! Harusnya, sundutnya jgn dijidat. Dibibir aja :D
    Yg AADC 2 ditunggu ye bang Haris. Alasan Rangga mo balik lagi ke Indo. Apa karna mo ngontrak cinta jadi team pengaduk semen, ato nagih utang isi dompet yg di kwitang? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya udah selesai ditulis yang AADC2. Tinggal upload aja nih. :D

      Hapus
  47. HAHAHA angkat topi bro atas imajinasi gokilnya wkwk, adegan favorit gw yg di kwitang:))

    BalasHapus
  48. Lucu, sih. Tapi begitu baca kalimat si Cinta ngerokok.. langsung kesel gue. Kelewatan jokenya dibagian itu kesannya kok kurang mendidik. Lebih baik diedit aja jangan merokok. Selebihnya oke.. cukup menghibur.

    BalasHapus
  49. ini layak difilmpendekkan. :D

    BalasHapus
  50. ya ampun kok bisa gini critanya om hahaha... makasiih bikin saya ngakak ngikik sambil begadang nemenin baby. Jd ga ngantukk kwkwkkw

    BalasHapus
  51. WKWKWK Kacau abiss! adegan yg di Kwitang parah tuh copet. Jadi pingin nonton versi film pendeknya nih. HAHAHHA

    BalasHapus
  52. cukup menarik dibaca, memang perlu juga baca artikel yang seperti ini. terima kasih, ditunggu updatenya.

    BalasHapus
  53. AHAHAHAHAA.

    CINTA BAWA BENDERA SLANK.
    CINTA SEBATS DULU.

    Rusak... sudah... rusak... T_T

    BalasHapus
  54. hahahaha...

    bisa jadi bahan nih, kalau ngelawak di kelas.. aku kan biasa ngelawak... hahah ilmu baruuu nihh..

    BalasHapus

Posting Komentar