Langsung ke konten utama

Review Episode "Joko Anwar's Nightmares and Daydreams"

Saya menuliskan review "Joko Anwar's Nightmares and Daydreams" tiap episodenya. JANAD adalah serial horor antologi Indonesia yang dibuat oleh Joko Anwar. Sebanyak tujuh episode di-drop di Netflix pada 14 Juni 2024.

Episode 1: "Old House"

Episode pertama ini dibuka dengan cerita tentang Panji, seorang sopir taksi yang diperankan oleh Ario Bayu. Panji menempatkan ibunya yang pikun ke sebuah panti jompo untuk lansia kaya. Namun, gara-gara itu, Panji dihantui mimpi buruk tentang ibunya yang disiksa oleh seorang jagal.

Melalui "Old House", Joko Anwar mengingatkan kita untuk ikut serta dalam program jaminan hari tua Jamsostek. Supaya kita punya bekal di masa pensiun kelak dan tidak membebani anak. Kalau Tapera kayaknya nggak usah sih.

Episode 2: "The Orphan"

Episode "The Orphan" ini menceritakan pasutri yang mengadopsi seorang anak dari panti asuhan dengan harapan mendapat kekayaan. Namun, ada risiko besar yang harus dihadapi pada hari ketujuh. 

Nah, episode ini mengajarkan kita untuk tidak menjadikan anak sebagai investasi. Istilah "banyak anak, banyak rezeki" hanya bisa terwujud jika semua anaknya dikasih nama Rizky: Rizky Ridho, Rizky Billar, Rizky Bawel. Jadilah banyak rizky-nya.

Episode 3: "Poems and Pain"

"Poems and Pain" berfokus pada Rania (Marissa Anita), seorang penulis yang sedang menulis sekuel novel terlarisnya. Anehnya, setiap dia menulis adegan kekerasan di naskah, badannya ikut merasakan sakit. 

Setelah menonton episode ini, saya bertanya-tanya, apakah penulis Fifty Shades of Grey merasakan hal yang sama? Pesan moral: Jangan ambil KPR kalau cuma ngandelin dari royalti novel. 

Episode 4: "Encounter"

"Encounter" menceritakan tentang Wahyu (Lukman Sardi), seorang nelayan yang tak sengaja memotret "malaikat" pakai tustel. Dari situ, Wahyu dianggap orang sakti oleh warga kampungnya. Wahyu terpilih menjadi pemimpin dalam perlawanan warga kepada pemerintah yang hendak menggusur kampungnya.

Wahyu bekerja keras untuk menabung ongkos mencari ibunya di Arab. Namun, tabungannya malah dicuri oleh istrinya yang kabur bersama duda tetangga sebelah. Tidak perlu bertanya kepada Wahyu, pilih ibu atau istri? Dia sudah dikecewakan oleh keduanya.

Episode 5: "The Other Side"

"The Other Side" mengisahkan perjalanan Bandi (Kiki Narendra) yang mengunjungi bioskop terbengkalai setelah membeli obat untuk istrinya. Namun, ketika pulang ke rumahnya, ternyata Bandi sudah meninggalkan keluarganya selama 2 tahun lebih. Tak terasa Bandi telah melalui dilatasi waktu seperti di film Interstellar.

Setelah itu, Bandi meninggalkan keluarganya lagi. Bandi hilang bertahun-tahun padahal cuma pamit beli rokok sehabis makan bareng keluarga. Pelajaran berharga dari kisah Bandi: berhenti merokok. 

Episode 6: "Hypnotized"

Ali (Fachri Albar) kesulitan mencari pekerjaan karena buta warna. Nekat, ia belajar cara menghipnotis untuk mendapatkan uang secara instan. Usai anak-istrinya dikasih makan uang haram, Ali harus menghadapi keluarganya yang berubah jadi jahat, bahkan bertindak kriminal.

Kisah Ali yang buta warna dan susah dapat kerja, membuktikan bahwa negara harus mendorong perusahaan-perusahaan mengikuti jejak Alfamart yang memberikan peluang kepada penyandang difabilitas untuk bekerja.

Episode 7: "P.O. Box"

Episode terakhir berjudul "P.O. Box" berkisah tentang Valdya seorang penaksir harga berlian (Asmara Abigail). Dalam rangka menyelidiki hilangnya kakaknya, Valdya melamar kerja ke perusahaan misterius.

Valdya dan pelamar lain yang diundang interview ternyata memiliki kelebihan masing-masing. Ada yang memiliki mata jeli, tangan terampil, dan otak cerdas. Ternyata kelebihan itu mau diambil dan dikuasai oleh pemberi kerja. Cerita biasa di dunia kerja.

"Joko Anwar's Nightmares and Daydreams" sudah cukup menjadi alasan saya kembali berlangganan Netflix. Setiap episode membawa penonton ke dunia yang berbeda dengan permasalahan sosial yang dekat dengan kita. Joko Anwar dan timnya berhasil menciptakan sebuah karya yang mengundang penonton untuk merenungkan sisi gelap dari kehidupan sehari-hari.

Komentar

  1. aku paling suka eps Lukman Sardi, semoga ada lanjutan season 2 :D

    BalasHapus
  2. Aku suka yang eps hipnotis. Tapi kenapa ibu Dewi bisa tiba2 sakti ya? Apa karena pelukan sama Bandi di kebon di eps sebelumnya 😀

    BalasHapus

Posting Komentar

Terpopuler

22 Peran di Game Werewolf Telegram

Lepas dari candu Pokemon GO, saya keranjingan main Werewolf. Tapi permainan yang mengasah suudzon skill ini tidak saya lakukan bersama para youtuber dan stand up comedian seperti yang dilakukan Raditya Dika di istananya pada vlog beliau. Saya melakukannya di aplikasi chatting bernama Telegram yang bisa diunduh di Play Store . Cara bermainnya sederhana: jika kita adalah warga desa, maka kita harus membasmi serigala sampai habis. Dan jika kita adalah serigala, makan semua warga desa. Di malam hari, serigala memangsa warga desa. Di siang hari, warga desa melakukan vote untuk menentukan siapa tertuduh serigala yang mesti digantung. Yang bikin greget adalah kita nggak tahu peran pemain lainnya. Permainan Werewolf versi bot Telegram ini menyuguhkan berbagai peran yang unik. Berikut adalah peran-peran yang bisa didapatkan selama main Werewolf. sumber: www.deviantart.com

Ada Apa dengan Mamet?

Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya.  Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan per

25 Komik Doraemon Petualangan

Setiap remaja tumbuh dengan teman imajinasinya masing-masing. Bertualang mencari harta karun dengan Lima Sekawan -nya Enid Blyton. Merinding bersama Goosebumps karangan R. L. Stine. Atau membantu Detective Conan memecahkan misteri. Bagi remaja yang lebih vintage , memilih lari terbirit-birit bersama Petruk rekaan Tatang S. Sejak SMP, saya menyukai komik Doraemon Petualangan. Saya mengikat diri demi memburu semua serinya untuk dibaca. Mulai dari beli, tukar-pinjam sampai memeras milik teman. Dari baca seri Doraemon Petualangan, saya bisa belajar tentang penciptaan setting cerita yang menakjubkan, penokohan yang kuat, konflik yang menarik, alur cerita yang penuh kejutan, sampai pesan moral yang mendalam. Cocok dijadikan pegangan untuk menulis fiksi. Jika Ahmad Dhani pernah klaim musik Queen adalah puncak kreativitas manusia, maka saya akan menobatkan komik Doraemon Petualangan adalah puncak imajinasi orang Jepang.