Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Sutradara Obsession Curry Barker mengungkapkan pandangannya soal kondisi industri film. Menurutnya, penonton sebenarnya tidak kehilangan minat untuk datang ke bioskop. Mereka hanya mulai lelah dengan film yang terasa dibuat asal jadi dan terlalu mengikuti formula yang sama. Pernyataan tersebut menarik perhatian karena datang setelah film Obsession berhasil mencatatkan kesuksesan di box office. Padahal, film ini diproduksi dengan anggaran sekitar Rp12 miliar , jauh lebih kecil dibanding banyak film studio besar. Curry Barker Sutradara Obsession Nilai Penonton Ingin Cerita yang Segar Curry Barker mengatakan bahwa masalah utama bukan berada pada kebiasaan penonton yang enggan membeli tiket bioskop. Menurutnya, penonton masih mencari film berkualitas yang mampu menawarkan cerita baru. Ia mengatakan: "Menurut saya, penonton lelah dengan tontonan yang terasa asal jadi dan terlalu mengikuti formula. Mereka ingin film-film bagus kembali. Orang masih haus dengan cerita yang orisinal tanp...