Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Makna lagu Laut yang Tenang Bernadya menjadi topik yang banyak dicari setelah lagu ini dirilis dalam album terbaru Semoga Hanya di Mimpi . Lagu yang ditulis bersama Hindia atau Baskara Putra ini langsung menarik perhatian karena liriknya terasa dekat dengan kehidupan banyak orang, terutama mereka yang sering merasa cemas ketika hidup sedang berjalan baik. "Laut yang Tenang" merupakan salah satu lagu dalam album Semoga Hanya di Mimpi yang dirilis Bernadya pada 24 Juni 2026. Mendengarnya, saya cukup mengerti bahwa ini adalah ketakutan orang yang biasa susah, terus tiba-tiba dikasih win streak dalam hidup. Lantas berada zona nyaman malah bikin overthinking. Padahal ya kalau dikasih nikmat, ya dinikmati aja. Kamu layak untuk merayakan kemenangan setelah berjuang kok. Sejujurnya, pola hidup memang begitu sih, badai bisa datang di saat kita santai berenang. Tapi ingat, sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan. Tulisan yang saya baca di stiker plat nomor motor orang pas macet...