Langsung ke konten utama

Jumanji 2017

Yudhita dan Petra ikut bibinya pindah ke rumah bekas Alan Faris. Dikabarkan Alan Faris adalah anak yang hilang tanpa diketahui nasibnya sampai sekarang. Di gudang, Petra menemukan papan permainan bernama Jumanji. Sebelumnya, papan Jumanji memanggil-manggil kakak-beradik tersebut dengan suara tabuhan drum dan nyanyian, "eta terangkanlah, tuk tang tung, tuk tang tung," berulang kali.
Lalu Petra mengajak Yudhita bermain. Yudhita langsung mengocok dua biji dadu. Token berbentuk gajah yang dipilih Yudhita bergerak sendiri sesuai angka yang keluar. Lalu di papan muncul tulisan: "Hati-hati dengan giginya yang besar-besar. Ekornya bisa menyabet wajahmu. Jangan sampai diterkam."
Petra dan Yudhita waspada.
"Kalau dari ciri-cirinya, ini pasti hewan buas," celetuk Petra.
Terdengar suara tut piano yang terinjak oleh kaki hewan buas. Sapuan ekornya pun menimbulkan nada minor. Benar saja, dari balik kegelapan, muncul siluet sebangsa kucing besar. Barulah ketika tampak seluruh badannya, Yudhita dan Petra ngakak sampai serak.
"Aku kira bakalan sangar!" Petra menahan sakit perutnya. "Ternyata Macan Cisewu!"
"Ya ampun, selera humor gue receh banget. Begini doang ngakak." Yudhita memegangi rahangnya yang hampir copot.
Setengah jam dihabiskan oleh mereka hanya untuk menertawakan sang macan.
Macan Cisewu hanya bisa ikut nyengir dengan ramah.
"Ayo, lanjut main!" seru Petra akhirnya. Lalu keduanya mengabaikan sang satwa liar tersebut mondar-mandir dalam rumah.
Macan Cisewu yang baik hati anteng bermain dengan ayam kampung yang masuk kamar.
Giliran Petra bermain. Dadunya mengeluarkan angka lima. Lalu muncul tulisan: "Sebutkan nama-nama ikan. Empat saja. Hayo, kalau benar, nanti dikasih sepeda. Kalau salah, nanti ditenggelamkan."
Petra cengok. "Serius nih?"
"Buruan sebut! Sebelum terjadi bahaya!" kejar Yudhita.
"Ikan paus, ikan teri, ikan lele, ikan..." Ketika Petra menyebutkan nama ikan terakhir, motor bebek knalpot racing lewat mengganggu indera pendengaran sehingga hanya terdengar ujungnya saja, "...tol."
"Barusan lo berkata kotor ya?" Yudhita buru-buru ambil pelampung dan ban karet sebelum ditenggelamkan. "Untung, kita udah biasa menghadapi banjir."
"Selow." Petra mengelak. "Barusan aku nyebut ikan lumba-lumba hidung botol."
Kring-kring. Muncul sepeda yang dikendarai oleh tarzan metropolitan bernama Alan Faris.
"Ambil sepedanya di belakang," ujar Alan.
"Yah, kok sepeda tandem tiga orang sih? Emang aku personil Warkop DKI?" keluh Petra.
Alan tak terima. "Ini sepeda paling beken tahun ini!"
"Sekarang tahun 2017, Om," terang Yudhita. "Kayaknya Om terjebak di hutan Jumanji selama 26 tahun deh. Makanya kudet."
"Untung aku ngeluarin dadu angka lima. Jadi, Om bisa bebas," tambah Petra sengak sembari menepoki sebuah lemari. Plak! Plak! Plak! Sampai akhirnya papan lemari tersebut jatuh dan menimpa kepalanya. "Eh mama!" Petra latah.
Alan pun kaget dengan perubahan zaman yang telah dilewatinya. Namun, Alan senang karena presidennya sudah ganti. Sudah ganti lima kali pula.
"Dulu istilah petrus untuk penembak misterius. Zaman now, petrus adalah kependekan dari pepet terus. Budaya cowok-cowok ganjen di social media." Yudhita meringkas kejadian yang dilewati Alan selama 26 tahun dengan satu paragraf.
Ketika ingin melanjutkan permainan, Jumanji mogok. Malah muncul tulisan: "Murahin harga kuota internet, Telkomsel!"
"Ada yang hack website Jumanji," celetuk Petra.
Alan teringat dengan teman masa kecilnya yang menjadi partner bermain Jumanji, yakni Sarah.
"Kita harus mengajak Sarah. Sebab ini gilirannya," cetus Alan.
Namun, sekarang Sarah bukanlah seperti dulu. Sarah sudah ganti nama menjadi Zaenab dan melupakan masa lalunya yang menjadi saksi lenyapnya Alan Faris.
Ketika diajak kembali bermain game traumatis tersebut, Zaenab menolak.
"Pepet terus," bisik Yudhita memotivasi. "Jangan kasih kendor!"
Setelah Alan melancarkan 'aksi petrus', Zaenab akhirnya luluh.
Giliran Zaenab melempar dadu. Muncul tulisan: "Apa salah dan dosaku, sayang? Cinta suciku, kau buang-buang. Lihat jurus yang kan kuberikan..."
Yudhita, Petra dan Zaenab kompak bernyanyi dan melanjutkan liriknya, "Jaran goyang! Jaran goyang!"
Alan yang literally ketinggalan zaman hanya ikut mengangguk-angguk tak paham. "Lagu apaan sih?"
Sejurus kemudian, terdengar suara tapak kaki kuda di dalam rumah.
Muncullah kuda bertopeng yang dinaiki oleh Awkarin yang juga bertopeng.
"Badass!" seru Yudhita sembari menutupi mata adiknya yang belum cukup umur.
"Jadi, ini yang namanya Jaran Goyang," komentar Alan. "Mana goyangannya?"
"Kabur! Sebelum kita ketularan bad influence!" komando Zaenab memimpin pelarian. Tak lupa mengacungkan jempol ke bawah untuk dandanan Awkarin.
Ketika dirasa aman dari kejaran kuda Awkarin, Alan minta melanjutkan permainan di pinggir jalan. Usai Alan lempar dadu, muncul tulisan: "Jika tidak mau tertabrak, jangan dekat-dekat tiang."
Alan langsung memperingati Zaenab, Yudhita dan Petra untuk menjauhi tiang. Benar saja, dari segala penjuru, mobil-mobil mewah menabraki tiang listrik. Termasuk mobil Fortuner bekas, disusul mobil Lamborghini seperti milik Raffi Ahmad di video channel Youtube Gen Halilintar yang click bait.
Selanjutnya, mereka menepi di pinggir sungai.
"Sekarang giliranku," ujar Yudhita. Setelah Yudhita lempar dadu, tampak tulisan: "Tuang air kedamaian, Bro. Angkat sekali lagi gelasmu, kawan. Tapi jangan kasih ke hewan."
Dari sungai, muncul kuda nil mangap lebar-lebar. Membuat keempat pemain lari kocar-kacir. Dalam rintangan ini, tidak ada yang harus kehilangan nyawa karena dilahap kuda nil mabok menuntut balas dendam.
Selanjutnya, beragam bencana timbul dari setiap langkah dalam permainan Jumanji. Siklon tropis Cempaka dan Dahlia turut andil meluluh-lantakkan kota.
"Walaupun namanya cantik seperti bunga, efeknya bisa bikin wajah porak-poranda seperti make up Mimi Peri," begitu kalimat peringatannya.
Gempa bumi dan gunung meletus pun ambil bagian. Disusul keluarnya lagu terbaru Andika Mahesa.
Sampai akhirnya, giliran Yudhita lagi. Keluarlah bangau terbang yang mematuk-matuknya. Zaenab menyarankan Yudhita uninstall aplikasi Traveloka pada gawainya sebagai bentuk boikot terhadap burung yang merundungnya. Selanjutnya Alan dan muncul tulisan: "Binatang favorit Mamah. Mamah tahu sendiri."
"Mamah siapa?" Alan bingung.
"Mamah Dedeh." Zaenab menyebut nama idolanya.
"Mamahnya Abdel," ujar Petra, membuat Yudhita heran.
Lalu, terdengarlah suara derap langkah kawanan hewan yang terburu-buru. Hewan khas tanah Jumanji, yakni badak.
"Apakah Jumanji adalah permainan favorit Mamah? Karena ada badaknya!" Zaenab lari tunggang-langgung.
Sembari berlari, Yudhita membawa papan permainan, lalu melempar dadu. Selanjutnya, keluarlah tukang ojek absurd yang membanting helmnya sembarangan di trotoar. Helm yang dibanting bisa balik lagi ke tangannya, seperti bumerang. Yudhita harus menghindar dari bantingan helm yang mengincarnya tersebut. Sebab helmnya berbentuk tabung gas elpiji warna ijo.
"Gue sih ngeri helmnya meleduk," komentar Yudhita.
Tiba giliran Petra. Lemparan dadunya memunculkan tulisan: "Sejauh ini masih saya pantau. Paling nanti saya sleding kepalanya satu-satu."
Di saat itulah musuh-musuh yang mengancam Petra, satu per satu disleding oleh seorang kakak berkacamata dengan model rambut belah pinggir. Petra telah memanggil pelindungnya. Tak lain dan tak bukan, ialah sang pelindung anak Indonesia.
Alan buru-buru menyelesaikan permainan Jumanji supaya segera kembali ke zamannya.

Di masanya, Alan mencegah Zaenab atau Sarah menikah dengan Si Doel.




Komentar

  1. ini parodi jumanji ya ?? gw sih blm nonton jumanji tpi asli ngakak... bwa2 awkarin lagi. wekawekaweka yanglek mana yanglek ??

    BalasHapus
  2. Awal-awal keluar macan cisewu perasaan gue udah gak enak aja pokoknya....

    BalasHapus
  3. Sukses buat pagi ini cengar-cengir bang, walaupun gue belum nonton jumanji. GOKS!

    BalasHapus
  4. Haha keren main jumanji versi rewind 2017

    BalasHapus
  5. Emang nggak boleh banget nih saya ngeblog lagi? Kok jahat banget sih komennya? :(

    BalasHapus
  6. terjebak. tak kira reviewnya, eh ternyata.... -_-

    BalasHapus

Posting Komentar

Terpopuler

22 Peran di Game Werewolf Telegram

Lepas dari candu Pokemon GO, saya keranjingan main Werewolf. Tapi permainan yang mengasah suudzon skill ini tidak saya lakukan bersama para youtuber dan stand up comedian seperti yang dilakukan Raditya Dika di istananya pada vlog beliau. Saya melakukannya di aplikasi chatting bernama Telegram yang bisa diunduh di Play Store . Cara bermainnya sederhana: jika kita adalah warga desa, maka kita harus membasmi serigala sampai habis. Dan jika kita adalah serigala, makan semua warga desa. Di malam hari, serigala memangsa warga desa. Di siang hari, warga desa melakukan vote untuk menentukan siapa tertuduh serigala yang mesti digantung. Yang bikin greget adalah kita nggak tahu peran pemain lainnya. Permainan Werewolf versi bot Telegram ini menyuguhkan berbagai peran yang unik. Berikut adalah peran-peran yang bisa didapatkan selama main Werewolf. sumber: www.deviantart.com

Ada Apa dengan Mamet?

Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya.  Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan per

25 Komik Doraemon Petualangan

Setiap remaja tumbuh dengan teman imajinasinya masing-masing. Bertualang mencari harta karun dengan Lima Sekawan -nya Enid Blyton. Merinding bersama Goosebumps karangan R. L. Stine. Atau membantu Detective Conan memecahkan misteri. Bagi remaja yang lebih vintage , memilih lari terbirit-birit bersama Petruk rekaan Tatang S. Sejak SMP, saya menyukai komik Doraemon Petualangan. Saya mengikat diri demi memburu semua serinya untuk dibaca. Mulai dari beli, tukar-pinjam sampai memeras milik teman. Dari baca seri Doraemon Petualangan, saya bisa belajar tentang penciptaan setting cerita yang menakjubkan, penokohan yang kuat, konflik yang menarik, alur cerita yang penuh kejutan, sampai pesan moral yang mendalam. Cocok dijadikan pegangan untuk menulis fiksi. Jika Ahmad Dhani pernah klaim musik Queen adalah puncak kreativitas manusia, maka saya akan menobatkan komik Doraemon Petualangan adalah puncak imajinasi orang Jepang.