Langsung ke konten utama

Anak yang Dihasilkan Saya Bersama Tangan Saya

Kalau buku saya diibaratkan anak, beginilah wujud mereka.

Cerita Sempalan One Piece di Era New Normal


Tujuan utama Monkey D. Luffy berlayar di lautan adalah menjadi Raja Bajak Laut. Sebelum itu, Luffy dan kru bajak laut Topi Jerami harus menemukan harta karun One Piece. Untuk mencapai impian tersebut, Luffy berhadapan dengan musuh-musuhnya, terutama elite global.

Elite global punya nama lain Gorosei. Terdiri dari lima tetua yang berpengaruh di Pemerintah Dunia. Apa yang terjadi di Dunia Baru sesuai dengan pesanan Elite Global. Disebut The New World Order.

Musuh Elite Global adalah para bajak laut dan pasukan revolusi yang menentang Pemerintah Dunia. Konon, Elite Global sampai menciptakan senjata biologis untuk melumpuhkan para pemberontak tersebut. Supaya dunia kembali terkendali.

Di lautan, wabah virus Corona membuat para bajak laut jatuh sakit. Tak terkecuali kelompok bajak laut Topi Jerami yang dipimpin oleh Luffy.

Chopper sang dokter pun kewalahan mengobati kru yang kompak demam tinggi. Kecuali Franky si cyborg yang korsleting karena sebagian badannya adalah mesin dan virus Corona bingung ketika menyerang tubuhnya. Sedangkan si tengkorak hidup Brook yang secara teknis sudah mati tidak bisa kena penyakit.

Sampai akhirnya Chopper sendiri tumbang karena kelelahan menjadi tenaga medis tunggal di kapal itu. Brook si musisi harus mulai belajar merawat teman-temannya. Di kehidupan sebelumnya, Brook adalah bajak laut yang ditinggal mati teman-temannya. Dalam satu kapal, hanya dia yang tersisa. Dikarenakan memakan buah iblis, Brook bisa bangkit dari kematian sebagai jerangkong.

Kini, Brook dihantui ketakutan akan mengalami nasib yang sama: ditinggal mati rekan satu kapal. Namun, Brook tersadar akan sesuatu. "Aku sendiri adalah hantu, jadi seharusnya tidak boleh merasa dihantui. Yohohoho."

Secara teori, virus Corona bisa sembuh sendiri. Orang pertama yang sembuh adalah Luffy yang paling kuat di antara semua anggota. Menyusul Zorro, Sanji, dan Jinbei.

Kepada kru yang sembuh, Luffy berpesan untuk di kapal saja. Jangan turun ke daratan atau mencebur ke lautan dulu sebelum semua anggota dinyatakan sembuh. Dia tak mau krunya menjadi penyebar virus. Akhirnya, kapal Thousand Sunny di-lockdown.

Ketika ditanya perihal One Piece oleh Zorro, Luffy sang kapten menjawab bahwa keselamatan dan kesehatan krunya lebih penting daripada harta karun. Harta karun tidak akan lari ke mana. Sementara dia tidak bisa melanjutkan perjalanan tanpa teman-temannya.

Di kapal saja membuat Luffy rajin baca koran. Lalu ketemu berita kalau virus Corona berasal dari kelelawarnya Gecko Moria. Luffy pun berpesan kepada Sanji untuk tidak masak kelelawar. Padahal Sanji tidak kepikiran masak macam-macam karena sibuk bikin dalgona coffee untuk Nami dan Robin.

Di koran jugalah Luffy membaca sebuah opini seorang musisi dari kelompok bajak laut kurang populer. Dulu musisi ini disorot karena vokal menolak reklamasi di teluk Red Line. Kini, sang musisi kembali bersuara. Ia mencetuskan bahwa pandemi virus Corona hanyalah konspirasi elite global. 

Menurutnya, virus ini sengaja diciptakan dan disebarkan oleh Pemerintah Dunia untuk melemahkan bajak laut. Virus Corona adalah tentaranya Angkatan Laut. Sehingga kapal-kapal berhenti mengarungi lautan dan bajak laut muda melupakan mimpi menaklukkan dunia karena takut kena Corona.

Gosipnya, dulu Raja Bajak Laut Gol D. Roger pun sakit keras karena terserang virus Corona versi lama. Roger yang sekarat itu akhirnya bersedia menyerahkan diri kepada Angkatan Laut untuk dieksekusi. Namun, kematiannya justru membangkitkan semangat bajak laut generasi baru. Lalu, haruskah bajak laut masa kini mengalami nasib yang sama dengan Gol D. Roger, menyerah dengan ancaman tak kasat mata?

Membaca teori konspirasi itu, Luffy marah. Geramnya sampai kebas. Dengan Den Den Mushi, Luffy menghubungi aliansinya, yaitu Trafalgar D. Law. Luffy merencanakan serangan balasan kepada Pemerintah Dunia, khususnya Gorosei yang dituduh menjadi otak di  balik teror kemanusiaan ini. Luffy tak terima teman-temannya jadi korban virus ciptaan Elite Global.

Law punya kekuatan buah iblis ope-ope no mi. Jabatannya adalah kapten sekaligus dokter untuk kelompok bajak laut Heart. Dengan kekuatannya, Law bisa melakukan operasi ajaib serta menyembuhkan penyakit tanpa obat. Sempat ada satu krunya yang terinfeksi virus Corona, tetapi Law bisa mengeluarkan virus tersebut dari badan pengidapnya. Sehingga angka positif Corona di kapal selamnya yang semula satu menjadi nol.

Bajak laut Topi Jerami dan Heart membuat janji bertemu di Tanah Suci Marijoa. Di sanalah Luffy dan krunya menantang semua pasukan penjaga untuk membuka jalan Law masuk ke kantor Gorosei. Dengan kekuatannya, Law memindahkan virus Corona dari badan kru Topi Jerami yang sakit ke tubuh Gorosei yang notabene berumur di atas 45 tahun.

"Rasakan senjata makan tuan!" Ucap Luffy.

Misi berhasil, mereka langsung kabur. 

Yang tidak terpikirkan oleh Luffy, belum tentu teori konspirasi yang dibacanya di koran itu benar. Kalau keliru? Ah, yang penting kru bajak laut Topi Jerami sudah sembuh semua dan bisa melanjutkan perjalanan mencari One Piece di era New Normal.

Komentar

Terpopuler

22 Peran di Game Werewolf Telegram

Ada Apa dengan Mamet?

7 Peran Baru di Game Werewolf Telegram

25 Komik Doraemon Petualangan

Eksplor Tempat Belanja di Sekitar Aston Samarinda

5 Komik Indonesia yang Lucu Sekali

Ngenest: Kadang Hidup Perlu Dibawa Santai