Langsung ke konten utama

Anak yang Dihasilkan Saya Bersama Tangan Saya

Kalau buku saya diibaratkan anak, beginilah wujud mereka. Si sulung yang polos dan apa-adanya. Lucu sekaligus bikin kasihan, tapi pantang menyerah.

2025, Saya Kunjungi 3 Negara!

Di 2025 ini, saya mengunjungi 3 negara untuk keperluan pekerjaan saya sebagai jurnalis game. Gimana rasanya berkunjung ke 3 negara berbeda? Begini ceritanya.

1. Malaysia

Sebelumnya saya pernah ke Malaysia untuk family holiday tahun 2024. Saya dan keluarga main ke Legoland Malaysia yang letaknya di Johor Bahru. Tahun 2025, Malaysia memanggil saya lagi. 

Kali ini, saya pergi ke negeri jiran dengan tujuan meliput turnamen internasional PUBG Mobile di Kuala Lumpur. Waktu itu bulan puasa, saya jadi sahur di hotel sebelum imsak. Siangnya, saya kerja liputan. Sampai azan Magrib, saya buka puasa di food court. Nama restorannya Nasi Campur Padi. Kebayang nggak sih sedapnye? Jangan bayangin nasi campur padi beneran ya. Apalagi yang drummernya Yoyok itu. 

Kayaknya padi itu nama restorannya deh. Yang saya makan adalah nasi campurnya aja. Saya masih ingat betapa nikmatnya nasi yang disiram kuah kari dan lauknya adalah ayam goreng favorit Upin Ipin.

Sepulang dari Malaysia, kata istri saya, wajah saya lebih cerah dengan pori-pori mengecil. Saya nggak tahu 4 hari di Malaysia bisa bikin kulit lebih bagus. Alasannya apa, saya nggak ngerti. Mungkin karena saya sahur pakai buah-buahan. Kerja di venue indoor di dalam mall yang sejuk. Atau sesimpel udara di KL tidak sekotor di Jakarta?

Kalau untuk oleh-oleh di Malaysia udah pasti berkaitan dengan cokelat-cokelatan ya. Saya beli cokelat duren yang jualnya orang India di bandara. Ternyata rasanya emang enak, sesuai yang beliau garansikan. Tapi mahal ya.



2. Jepang

Awalnya, saya diajakin kenalan saya dari media lain, yang chat di WA. “Kak, kami mau ngundang kakak liputan di Tokyo.” Saya baca dua kali chatnya. Serius nih liputannya di Tokyo, bukan Blok M? Bukan Little Tokyo di Kokas, tapi Tokyo asli di Jepang.

Saya langsung iyakan dan minta izin ke tiga atasan saya di kantor. Mereka langsung oke sih. Terus saya harus mulai siapin visa waiver. Jadi, saat itu, paspor saya belum elektronik. Nah, kalau paspor biasa ternyata ngurusnya harus manual, nggak bisa online. Alhasil, saya langsung upgrade paspor saya jadi e-paspor.

Setelah e-paspor jadi, saya bisa apply visa waiver Jepang melalui situs website mereka. Caranya gampang banget, terus nunggu nggak sampai 3 hari kerja langsung disetujuin.

Selanjutnya, saya siapin uang yen. Karena di sini apa-apa belinya pakai yen. Yen ono duite. Terus, saya juga beli paket roaming untuk komunikasi di sana. 

Pas hari H, saya berangkat bareng teman saya dari media lain. Sampai Tokyo, saya beli karcis sekali jalan untuk naik kereta, semacam KRL kalau di Indonesia. Tapi asli nggak beda jauh kereta di Tokyo sama KRL. Sama-sama rame juga kalau jam kerja.

Pertama di Jepang, saya shock culture juga dengan Family Mart di sana yang jual komik One Piece di meja kasir, dan majalah dewasa di rak khusus yang bisa dijangkau semua pembeli.

Terus, negara ini sangat menghargai produk lokalnya. Terbukti dengan vending machine Pokemon di bandara, sampai video panduan keamanan di pesawat juga pakai model Pokemon. Kurang-lebih kayak Tahilalats kalau di Indonesia ya.

Di Tokyo, saya nginap di KOKO Hotel di Ginza. Malamnya, saya sempat belanja di Don Quijote (Donki) untuk beli oleh-oleh. Ternyata Donki lengkap banget. Selain snack-snack tema anime, dia jual game Nintendo Switch juga. Saya juga sempat beli boneka jari tema Harry Potter untuk istri.

Di sini, saya ditemani rekan yang peduli dengan preferensi saya yang makannya harus halal. Jadi, dia cari restoran yang halal. Saya pesan makan soba noodle yang oke banget. 

Hari ke-2, saya fokus main game Silent Hill f di kantor Konami. Ada pesta kecil-kecilan setelah event-nya. Saya makan kue dan minum ramune tema game Silent Hill f. Jujur keren sih acaranya. 

Hari ke-3, saya langsung pulang naik kereta pagi-pagi ke bandara. Yah, singkat banget ya? Pengen banget deh balik ke Jepang untuk merasakan salju pertama saya.

3. Tiongkok

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China? Liputanlah sampai ke negeri China!

Tiongkok jadi negara ketiga yang saya kunjungi di 2025. Di negeri ini, saya nonton final turnamen esports dari game paling populer di sana, yaitu Kings of Glory alias Honor of Kings. Kerennya, pertandingan game MOBA mobile ini digelar di Bird's Nest. Singkatnya GBK-nya China.

Komentar

Terpopuler

22 Peran di Game Werewolf Telegram

Lepas dari candu Pokemon GO , saya keranjingan main Werewolf. Tapi permainan yang mengasah suudzon skill ini tidak saya lakukan bersama para youtuber dan stand up comedian seperti yang dilakukan Raditya Dika di istananya pada vlog beliau. Saya melakukannya di aplikasi chatting bernama Telegram yang bisa diunduh di Play Store . Cara bermainnya sederhana: jika kita adalah warga desa, maka kita harus membasmi serigala sampai habis. Dan jika kita adalah serigala, makan semua warga desa. Di malam hari, serigala memangsa warga desa. Di siang hari, warga desa melakukan vote untuk menentukan siapa tertuduh serigala yang mesti digantung. Yang bikin greget adalah kita nggak tahu peran pemain lainnya. Permainan Werewolf versi bot Telegram ini menyuguhkan berbagai peran yang unik. Berikut adalah peran-peran yang bisa didapatkan selama main Werewolf. sumber: www.deviantart.com

Ada Apa dengan Mamet?

Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya.  Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...

25 Komik Doraemon Petualangan

Setiap remaja tumbuh dengan teman imajinasinya masing-masing. Bertualang mencari harta karun dengan Lima Sekawan -nya Enid Blyton. Merinding bersama Goosebumps karangan R. L. Stine. Atau membantu Detective Conan memecahkan misteri. Bagi remaja yang lebih vintage , memilih mengisi masa kecil dengan lari terbirit-birit bersama Petruk rekaan Tatang S. Sejak SMP, saya menyukai komik Doraemon Petualangan. Saya mengikat diri demi memburu semua serinya untuk dibaca. Mulai dari beli, tukar-pinjam sampai memeras milik teman. Dari baca seri Doraemon Petualangan, saya bisa belajar tentang penciptaan setting cerita yang menakjubkan, penokohan yang kuat, konflik yang menarik, alur cerita yang penuh kejutan, sampai pesan moral yang mendalam. Cocok dijadikan pegangan untuk menulis fiksi . Jika Ahmad Dhani pernah klaim musik Queen adalah puncak kreativitas manusia, maka saya akan menobatkan komik Doraemon Petualangan adalah puncak imajinasi orang Jepang.