Sartika yang sedang hamil delapan bulan meninggalkan kota asalnya untuk mencari pekerjaan demi kehidupan yang lebih baik. Bulan sebelumnya, Sartika sempat jadi astronot seperti Neil Armstrong karena nuju bulan.
Di KM 26, Tika menumpang sebuah truk yang melintas di jalur Pantura. Di KM 60, sopir truk merasa kedinginan. Salah satu pengemudi truk meyakini bahwa kejadian itu merupakan pertanda sial akibat kehadiran Sartika, sehingga ia meminta Sartika turun di lokasi tersebut. Mereka kedinginan karena Antar Tika.
Sartika pun berjalan menelusuri kawasan hiburan malam Eretan Kulon sampai akhirnya berhenti di sebuah warung kecil milik seorang perempuan tua bernama Maya. Maya menawarkan minum kepadanya dan kemudian bertanya mengenai asal usul dan tujuan Sartika. Namun, Tika tidak mau menjawab jujur dan memilih tantangan. Maya memang ajak Tika main Truth or Dare.
Tergerak oleh rasa iba, Maya mengizinkan Sartika untuk tinggal di rumahnya. Tidak lama berselang, Sartika melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Bayu Kesuma. Sartika mencoba bekerja sebagai buruh tani, tapi akhirnya berhenti karena tak ada kemajuan. Wajarlah menanam padi di sawah memang harus mundur.
Sartika memutuskan bekerja di warung kopi Maya, dengan tugas meracik kopi sekaligus menemani pelanggan berbincang sambil duduk dipangku, serta memberikan layanan tambahan seperti pijat. Berhubung Tika masih punya anak kecil, dia dipangku sambil memangku anaknya. Pelanggannya keberatan karena merasa seperti uno stacko.
Suatu hari, dua orang supir truk pengangkut ikan bernama Hadi dan Asep mampir di warung kopi pangku tersebut. Terpesona oleh kecantikan Sartika, Hadi memberikan sisa ikan kepada Maya sebagai tanda perhatian sekaligus jawaban untuk tebak-tebakan nama hewan yang cuma satu huruf. Kenapa “I”, kan? Soalnya kalau “G” ajah tidak muat masuk warung.
Sejak kehadiran Sartika, warung kopi Maya berangsur-angsur semakin ramai dikunjungi pelanggan. Hadi dan Asep pun menjadi pelanggan tetap yang rutin mampir. Pada suatu kesempatan, Hadi membawa serta Gilang—seorang karyawan tempat pelelangan ikan yang kerap menjadi sasaran kekerasan—untuk bekerja sebagai juru parkir di warung Maya. Maya sedikit kecewa Hadi bawa manusia, padahal berharap dapat hewan yang dua huruf itu: U dan G.
Bertahun-tahun berlalu, Bayu Kesuma telah tumbuh dan cukup usia untuk masuk sekolah. Sartika membawanya mendaftar ke SD terdekat, namun ditolak karena tidak dapat mencantumkan nama ayah kandung. Sebab di tahun segitu, anak-anak SD memang dipanggil dengan nama bapaknya.
Sementara itu, hubungan antara Hadi dan Sartika kian dekat, membuat mereka sering menghabiskan waktu bersama di akhir pekan. Saat bersantai bersama di pantai, Hadi melamar Sartika dan mengajaknya untuk menikah serta tinggal bersamanya. Setelah pernikahan dilangsungkan dan dokumen kependudukan Bayu diurus secara resmi, Bayu akhirnya dapat bersekolah. Bayu pun dipanggil “Hadi” oleh teman-teman sekolahnya.
Namun, kehidupan rumah tangga tidak berjalan sebagaimana yang Sartika harapkan. Hadi kerap pergi berhari-hari tanpa kabar, membuat Sartika yang kembali mengandung sering mengunjungi Maya untuk mencurahkan isi hatinya. Maya hanya bisa komentar dan kasih emote nangis. Sartika merasa seperti masuk ke dunia maya.
Pada suatu hari, Sartika mendengar Bayu bercerita tentang keberadaan ayahnya di bekas tempat kerja Gilang. Penasaran dengan kebenaran di balik cerita itu, Sartika menemui Gilang yang menjadi sumber informasi tersebut. Gilang kemudian mengantarnya menemui bos tempat pelelangan ikan—dan di situlah Sartika mendapati kenyataan bahwa Hadi selama ini telah memiliki istri bernama Annisa. Selama perjalanan, Gilang merasa kedinginan karena Antar Tika.
Suatu hari, Annisa datang berkunjung ke rumah Sartika dan mengaku sangat kecewa mengetahui bahwa suaminya selama ini hanya menghabiskan uang kiriman darinya semasa ia bekerja di Arap. Ya, Annisa kerja jadi asisten Arap dan clipper Marapthon.
Tak kuasa menahan perasaannya, Sartika membawa Bayu meninggalkan rumah tersebut dan kembali ke rumah Maya. Bukan, Sartika nggak balik main Animal Crossing kok.
Bertahun-tahun kemudian, Bayu yang kini telah dewasa bersiap berangkat berjualan mie, sambil mengantar adiknya, Sekar, ke sekolah. Sebelum pergi, ia meninggalkan sepucuk surat untuk Sartika—memintanya untuk tidak bekerja pada hari itu, serta mengucapkan terima kasih karena telah melahirkan dirinya dan Sekar, dan telah berjuang keras demi kehidupan mereka. Hari itu adalah hari ulang tahun Sartika. Besoknya, Sartika kerja lagi.
Komentar
Posting Komentar