Langsung ke konten utama

Ada Apa dengan Mamet?

Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya.  Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...

33

Angka kembar 33 yang jadi usiamu, melambangkan 3 fase dalam hidupmu. Fase pertama, kamu adalah kutu buku yang menyukai cerita komik dan novel. Fase kedua, kamu mulai menemukan kenyamanan dengan menonton film, walaupun harus nonton sendirian di bioskop. Fase ketiga, kamu mulai berpikir game adalah dunia ajaib seperti di film dan novel yang bisa kamu mainkan sesuka hati.


Kalau dulu kamu bermimpi menjadi Nobita yang bisa bertualang ke berbagai dunia ajaib, kini kamu tinggal pilih katrid dan memasukkannya ke konsol Nintendo Switch 2. Setelahnya, kamu bisa tenggelam dalam dunia baru yang kamu jelajahi sampai lupa waktu.


Game benar-benar game changer dalam hidupmu. Karena pekerjaan sebagai jurnalis game, kamu juga bisa menjelajahi 3 negara dalam satu tahun yang sama, Malaysia, Jepang, dan China. Semua perjalanan itu untuk memahami bahwa sebuah game bisa mengubah dunia.


Namun, setelah mengejar cerita sampai ke negeri China, kamu menyadari bahwa momen paling menyenangkan adalah berjalan-jalan di akhir pekan bersama pasangan ke mal. Beli katrid game yang kamu impikan di toko game. Minum Chatime dan makan sepotong Pezzo. Beli set box terbaru keluaran Pop Mart dan mendapatkan item secret. Membuatmu merasa punya tangan ajaib yang  bisa mengubah produk ratusan ribu menjadi dua juta dalam sekejap. 


Kamu mulai menyukai jualan yang dulu kamu hindari. Saking semangatnya, tokomu di Shopee sudah star+ dan bisa berjualan ke luar negeri, seperti Malaysia, Filipina, dan Singapura. Sampai akhirnya kembali ke toko biasa karena kamu kena penalti setelah gagal mengirimkan pesanan instan tepat waktu. Berjualan online sembari bekerja kantoran memang sulit. Tapi memilih salah satunya pun kamu belum mampu.


Di tahun ini, kamu mulai mengerti bagaimana caranya sebuah produk bisa laku keras di Shopee, bagaimana sebuah artikel SEO bisa tampil di page one Google, dan bagaimana video bisa FYP di TikTok. Tapi penghasilan setahun yang tertera di SPT tahunan masih kalah dengan bayaran KOL untuk satu kali take konten.


Di sini, kamu mulai menyadari bahwa in this economy, pekerjaan paling masuk akal adalah influencer, kreator konten, atau buzzer. Tapi kamu masih setia kepada mimpi sejak kecil untuk menjadi penulis. Yah, setidaknya, kamu mulai belajar skill lain, seperti edit video di CapCut dan edit gambar di Canva. Sampai kamu bisa jadi content creator affiliate Shopee yang diundang sebagai namamu sendiri di sebuah event brand.


Kini, misimu adalah menaikkan level dari KOL nano menjadi KOL yang setara dengan Fuji dan Arap. Sampai bisa punya ongkos umroh ke Arab.

Komentar