Lirik MMG Naykilla bikin saya resah. Jujur. Saya terpapar lagu ini di TikTok. Ketika anak sekolah dikasih MBG, kita dapat MMG dari Naykilla. Fix, yang terakhir bikin saya keracunan.
Dari judulnya aja bikin mulut saya berbusa.
Apalagi my bini gue yang notabene seorang editor buku.
Tanpa perlu berlama-lama, mari kita bedah liriknya.
Lirik MMG Naykilla
Janjimu Sabtu, katanya mau ketemu
Kamu buka pintu, sapa kamu dengan manja
Aku tahu kamu gak bisa nunggu
Kita berdua pergi ke-
Tahulah ke mana aja, ya wis, terserah
Tapi matamu lirik cewek, eh, kok langsung gerah?
Coba lihat aku, aku paling laku
Yakin nggak mau? Uh-oh
Kamu itu my mine gue
Kamu bukan main-mainan gue
Kamu buat aku jadi pusing meleleh
Pilih aku, pilih satu, yang lain enggak boleh
Jalan-jalan cuma kita berdua
Mau apa? Aku kasih semua
Kubuat kamu jadi lupa rumah
Kamu bisa panggil aku "Mama"
(back to the beat, back to start)
Ini statement, aku yang paling baddie (ah)
Ini statement, aku cewek yang paling centil (ah)
Pakai baju pasar, aku masih sabi (ah)
Buat cewek yang di sana, jangan gampang menyerah
Kamu bisa juga jadi kayak gua
Aku cari cara biar dibeliin bunga
Kasih jeda sampai kamu peka
Tapi lama-lama kamu yang lebih peka
Urusin semuanya, ku duduk manis saja
Kamu itu my mine gue
Kamu bukan main-mainan gue
Kamu buat aku jadi pusing meleleh
Pilih aku, pilih satu, yang lain enggak boleh
Jalan-jalan cuma kita berdua (hok a, hok e)
Mau apa? Aku kasih semua
Kubuat kamu jadi lupa rumah
Kamu bisa panggil aku "Mama"
(back to the beat, back to start)
Ini statement, aku yang paling baddie (ah)
Ini statement, aku cewek yang paling centil (ah)
Pakai baju pasar, aku masih sabi (ah)
Buat cewek yang di sana, jangan gampang menyerah
Kamu bisa juga jadi kayak gua
Yang lain gak boleh, yang lain gak boleh (ah)
Yang lain gak boleh, yang lain gak boleh (ah)
Yang lain gak boleh, yang lain gak boleh (ah)
Yang lain gak boleh, yang lain gak boleh (ah)
Bedah Lagu MMG (My Mine Gueh) - Naykilla
"Janjimu Sabtu, katanya mau ketemu"
Lho? Kok spesifik Sabtu? Padahal Sabtu Bersama Bapak.
Malam Minggu Miko.
Senin Harga Naik.
"Kamu buka pintu, sapa kamu dengan manja"
Wajar kalau disapa. Tapi kalau wajahnya kotor dan berdebu boleh disapu.
"Aku tahu kamu gak bisa nunggu."
Nah ini bahaya. Berarti cowoknya buffering-nya pendek.
Loading Circle belum muter dua kali udah panik.
"Kita berdua pergi ke-..."
Lho?
Ke mana?
Kok dipotong?
Ini kenapa?
Google Maps-nya belum selesai loading?
Atau mereka lupa tujuan?
Saya curiga mereka naik ojek online.
Driver-nya juga nanya,
"Tujuannya mana, Kak?"
"Pokoknya jalan dulu, Bang."
"Tahulah ke mana aja, ya wis terserah."
Saya gak tahu.
Makanya jangan nyuruh saya tahu.
Kalau saya tahu, saya jadi ikut kencan sama Naykilla dan bokinannya.
"Tapi matamu lirik cewek, eh, kok langsung gerah?"
Nah!
Ketahuan!
Saya kira cowoknya setia.
Ternyata matanya punya fitur Auto Tracking.
Kayak kamera Canon.
Ada objek perempuan langsung fokus.
"Coba lihat aku, aku paling laku."
Paling laku?
Sebentar.
Ini ngomongin hubungan atau flash sale?
Saya jadi ngebayangin si mbaknya kena samber GMV Max di TikTok.
"Kamu itu my mine gue."
Ini saya bingung.
Bahasa Inggris.
Bahasa Indonesia.
Bahasa Jaksel.
Semua dicampur.
"My."
"Mine."
"Gue."
Kalau diterjemahkan mentah-mentah jadinya,
"Punyaku milikku gue."
Saya yakin Duolingo langsung uninstall sendiri.
Akhirnya, Fatin yang punya lagu Kaulah Kamuku dapat saingan.
"Kamu buat aku jadi pusing meleleh."
Pusing varian mozarella.
"Kamu bukan main-mainan gue."
Syukurlah.
Saya kira selama ini cowoknya Woody Toy Story.
Yang kalau dicek bawah sepatunya ada nama pemiliknya.
"Pilih aku, pilih satu, yang lain enggak boleh."
Ini bukan pacaran, tapi sistem zonasi.
“Jalan-jalan cuma kita berdua (hok a, hok e)”
Kalau bertiga dikira regu cerdas cermat, mbak.
HOK a, HOK e, itu maksudnya Honor of Kings ya?
Nggak main Mobile Legends?
"Mau apa? Aku kasih semua."
Semua?
WiFi?
Motor?
Rumah subsidi?
THR?
BPJS?
Jangan ngomong semua kalau belum siap.
Nanti dimintain zakat mal juga.
"Kubuat kamu jadi lupa rumah."
Ini serius.
Kalau sampai lupa rumah, itu bukan cinta.
Itu gejala demensia.
Segera periksa ke dokter.
"Kamu bisa panggil aku Mama."
...
Sebentar.
Saya pause dulu lagunya.
Kenapa tiba-tiba jadi Mama?
Pacarnya umur berapa?
Namanya Lemon?
Biar kalau dipanggil bareng jadi Mama Lemon?
"Ini statement, aku yang paling baddie."
Baddie pasti berlalu. Berlalu-lalang.
"Ini statement, aku cewek yang paling centil (ah)"
Percaya. Diukur pakai centil meter juga pasti mentok rata kanan.
"Pakai baju pasar, aku masih sabi."
Nah ini saya suka. Artinya ekonomi sedang sulit.
Tetapi percaya diri tetap nomor satu. Inspiratif.
"Buat cewek yang di sana, jangan gampang menyerah."
Ini lagu ternyata seminar motivasi. Saya kira lagu cinta.
Ternyata ada sesi mentoring.
Women support women. Rafaela support Angela.
"Aku cari cara biar dibeliin bunga."
Kenapa muter-muter?
Langsung bilang aja.
"Beliin aku bunga."
Selesai.
Cowok itu makhluk sederhana.
Tapi daripada bunga, mending beliin obligasi aja sih, biar dapat kupon sebulan sekali.
"Kasih jeda sampai kamu peka."
Nah.
Inilah akar masalah percintaan Indonesia.
Satu pihak ngode.
Satu pihak loading.
Yang satu berharap.
Yang satu lagi main COC. Soalnya ada P.E.K.K.A di sana.
"Tapi lama-lama kamu yang lebih peka."
Lho.
Plot twist.
Cowoknya akhirnya naik level.
Dari NPC menjadi Aamir Khan. PK.
"Urusin semuanya, ku duduk manis saja."
Wah.
Ini bukan pacaran.
Ini outsourcing.
Lalu lagu ditutup dengan kalimat,
"Yang lain gak boleh..."
Diulang berkali-kali.
Saya jadi ngerti.
Ini sebenarnya bukan lagu cinta.
Ini SOP keamanan.
Tidak boleh ada orang lain masuk area proyek.

Komentar
Posting Komentar