Langsung ke konten utama

Ada Apa dengan Mamet?

Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya.  Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...

Ciri Ciri Orang NPD yang Sering Tidak Disadari, Korbannya Justru yang Masuk Ruang Terapi untuk Berobat

Ciri ciri orang NPD menjadi topik yang ramai dibahas di media sosial setelah sebuah thread di Threads memperoleh lebih dari 100 ribu tayangan. Isi unggahan tersebut menyoroti perilaku yang sering dikaitkan dengan Narcissistic Personality Disorder (NPD), terutama ketika orang di sekitarnya justru mengalami tekanan mental dan mencari bantuan psikolog.

Meski begitu, penting dipahami bahwa daftar ciri di media sosial bukan alat diagnosis. NPD adalah gangguan kepribadian yang hanya bisa ditegakkan oleh psikolog atau psikiater melalui pemeriksaan klinis. Seseorang bisa memiliki sifat narsistik tanpa memenuhi kriteria NPD.

ciri ciri orang npd
ciri ciri orang npd

Ciri Ciri Orang NPD yang Sering Dibahas

Perilaku berikut banyak disebut sebagai tanda yang sering muncul pada orang dengan kecenderungan NPD. Daftar ini bertujuan menambah wawasan, bukan untuk memberi label kepada seseorang.

1. Selalu Merasa Orang Lain yang Salah

Orang dengan kecenderungan NPD sering kesulitan mengakui kesalahan. Saat konflik muncul, penyebabnya hampir selalu dianggap berasal dari orang lain.

2. Minta Maaf Hanya untuk Mengakhiri Konflik

Permintaan maaf terkadang disampaikan bukan karena menyadari kesalahan, melainkan agar persoalan cepat selesai atau citra diri tetap terjaga.

3. Kritik Dianggap Sebagai Serangan Pribadi

Masukan sederhana dapat memicu reaksi berlebihan. Kritik sering dipandang sebagai ancaman terhadap harga diri sehingga dibalas dengan kemarahan atau pembelaan diri.

4. Sangat Ingin Dipuji tetapi Jarang Menghargai Orang Lain

Mereka senang menjadi pusat perhatian dan mengharapkan pengakuan terus-menerus. Sebaliknya, apresiasi terhadap keberhasilan orang lain sering terasa minim.

5. Merasa Aturan Tidak Berlaku untuk Diri Sendiri

Ada anggapan bahwa diri sendiri layak mendapat perlakuan khusus. Aturan yang berlaku bagi orang lain dianggap tidak selalu harus dipatuhi.

6. Membuat Orang Lain Merasa Bersalah

Setelah berbicara atau berdebat, lawan bicara justru sering mempertanyakan dirinya sendiri. Kondisi ini dapat membuat korban kehilangan rasa percaya diri.

7. Sering Melakukan Gaslighting

Gaslighting merupakan bentuk manipulasi psikologis yang membuat seseorang meragukan ingatan, persepsi, atau penilaiannya sendiri. Pola ini dapat berlangsung berulang dalam hubungan yang tidak sehat.

8. Empati Muncul Saat Ada Kepentingan

Empati bisa terlihat ketika ada keuntungan yang ingin diperoleh. Saat kepentingan itu hilang, perhatian terhadap perasaan orang lain ikut berkurang.

9. Selalu Menjadi Korban dalam Setiap Konflik

Meski menjadi penyebab masalah, mereka sering membangun narasi bahwa dirinya adalah pihak yang paling dirugikan. Pola ini dikenal sebagai victim mentality.

10. Orang di Sekitarnya Lebih Dulu Mencari Bantuan

Salah satu gambaran yang banyak dibahas di media sosial adalah korban hubungan dengan individu yang memiliki sifat narsistik sering mengalami stres, kecemasan, atau kelelahan emosional. Akibatnya, korban lebih dulu berkonsultasi ke psikolog dibanding pelakunya.

Apa Kata Ilmu Psikologi?

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5-TR) dari American Psychiatric Association, NPD ditandai oleh pola menetap berupa rasa diri yang sangat tinggi, kebutuhan besar untuk dikagumi, serta kurangnya empati terhadap orang lain. Pola tersebut muncul di berbagai situasi dan mengganggu fungsi sosial maupun pekerjaan.

Sementara itu, Mayo Clinic menjelaskan bahwa orang dengan NPD sebenarnya dapat terlihat sangat percaya diri. Di balik sikap tersebut, mereka sering memiliki harga diri yang rapuh dan sulit menerima kritik. Reaksi yang muncul bisa berupa marah, meremehkan orang lain, atau menarik diri ketika merasa dipermalukan.

Karena gejalanya dapat menyerupai kondisi psikologis lain, diagnosis NPD tidak bisa dibuat hanya berdasarkan unggahan media sosial, video singkat, atau pengalaman pribadi.

Jangan Mudah Memberi Label NPD

Belakangan, istilah NPD sering digunakan untuk menyebut orang yang egois, suka pamer, atau keras kepala. Padahal, belum tentu semua perilaku tersebut merupakan gangguan kepribadian.

Memberi label tanpa pemeriksaan profesional berisiko membuat seseorang salah memahami kondisi psikologis orang lain. Jika hubungan dengan seseorang membuat kamu terus merasa tertekan, bingung, atau kehilangan kepercayaan diri, langkah yang lebih tepat adalah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar situasinya dapat dinilai secara objektif.

FAQ

Apa itu NPD?

NPD atau Narcissistic Personality Disorder adalah gangguan kepribadian yang ditandai rasa diri yang berlebihan, kebutuhan tinggi akan kekaguman, dan rendahnya empati. Diagnosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan mental.

Apakah orang egois pasti NPD?

Tidak. Sifat egois atau narsistik tidak otomatis berarti seseorang mengalami NPD. Gangguan ini memiliki kriteria klinis yang harus dipenuhi.

Apakah gaslighting selalu dilakukan oleh orang NPD?

Tidak. Gaslighting dapat dilakukan oleh siapa saja. Meski sering dikaitkan dengan hubungan yang melibatkan individu dengan sifat narsistik, perilaku ini bukan ciri yang hanya dimiliki oleh NPD.

Mengapa korban sering merasa dirinya yang salah?

Manipulasi emosional yang berlangsung terus-menerus dapat membuat seseorang meragukan penilaian dan ingatannya sendiri. Kondisi ini sering ditemukan dalam hubungan yang tidak sehat.

Bagaimana jika merasa berhubungan dengan orang yang memiliki ciri NPD?

Jangan langsung menyimpulkan bahwa orang tersebut mengalami NPD. Fokuslah pada dampak hubungan terhadap kesehatan mentalmu. Bila tekanan emosional mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pertimbangkan berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Komentar