Langsung ke konten utama

Ada Apa dengan Mamet?

Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya.  Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...

10 Nama Anak WNI yang Terinspirasi dari Anime, Tapi Masuk Akal & Tetep Acceptable di Warga Lokal!

Nama anak dari anime ternyata banyak dipakai oleh WNI! Dan itu sebenarnya bisa diterima. Saya kasih tau alasannya.

10 Nama Anak WNI yang Terinspirasi dari Anime, Tapi Masuk Akal & Tetep Acceptable di Warga Lokal!

Nama Anak Anime
Nama Anak Anime

Berikut adalah 10 nama karakter anime legendaris yang ternyata sangat acceptable dan masuk akal kalau dipakai oleh Warga Negara Indonesia (WNI):

1. Naruto Uzumaki

Alasan: Negara kita sendiri belakangan ini sering dirujuk dan dipanggil "Desa Konoha" oleh warganya sendiri di media sosial. Kalau negaranya saja sudah identik dengan Konoha, masa warganya tidak boleh memakai nama Hokage? Lagipula, kalau dipanggil tetangga sekitar, nama panggilannya kan bisa jadi "Narto".

2. Sasuke Uchiha

Alasan: Lidah warga Indonesia itu sudah sangat terbiasa dengan kata "Jasuke" (Jagung Susu Keju). Secara fonetik, nama Sasuke ini cuma beda huruf depan saja. Tinggal diberi alasan kalau orang tuanya penggemar kuliner lokal, lalu panggilan akrabnya cukup "Saskeee".

3. Nobita

Alasan: Kalau nama "Novita" terasa sudah terlalu mainstream sejak zaman SD, ganti ke "Nobita" itu cuma variasi fonetik yang tipis. Perubahan dari huruf 'v' ke 'b' adalah hal yang lumrah dalam penyebutan lokal. Panggilan hariannya tetap manis dan akrab: Nobi.

4. Doraemon

Alasan: Pelawak dan komedian Bintang Emon saja bisa sukses besar serta diterima hangat oleh masyarakat luas. Kalau Bintang Emon boleh, kenapa Dora Emon tidak? Apalagi jika harapan orang tua agar si kecil tumbuh menjadi sosok yang serba bisa dan kantongnya selalu ada isinya!

5. D. Luffy

Alasan: Memanggil anak tetangga dengan sebutan "Dek Lutfi" adalah hal yang sangat lazim di lingkungan komplek atau pos ronda. Jika di akta kelahiran ditulis "D. Luffy", terkesan keren dan misterius ala Kapten Bajak Laut, tapi saat dipanggil lisan oleh warga sekitar tetap terdengar ramah dan lokal. Dengan catatan, tanpa nama depan Monkey ya.

6. Suneo

Alasan: Indonesia punya sejarah panjang dengan nama-nama tokoh bangsa berawalan "Su-", seperti Sukarno dan Suharto. Secara etimologi kata, "Neo" memiliki arti "Baru". Jadi secara logika, Suneo bisa diartikan sebagai "Sesuatu yang baru dan membawa harapan". Alasan yang sangat filosofis, bukan?

7. Ussop

Alasan: Nama ini sebenarnya cuma variasi ejaan lokal dari nama panggilan "Ucup" atau nama religius "Yusuf". Bedanya cuma tipis di lidah, tergantung aksen saat dipanggil Ibu dari dapur. Sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia.

8. Shinchan

Alasan: Agar tidak terkesan asal mencopot nama dari komik, nama Shinchan bisa disiasati sebagai akronim atau gabungan nama kedua orang tuanya: Shinta dan Chandra. Terkesan puitis, genius, dan penuh makna kasih sayang keluarga!

9. Boruto

Alasan: Bagi keluarga besar dari Sumatra Utara atau suku Batak, nama ini sangat masuk akal dan bernuansa lokal. Panggilannya terasa pas dan natural: "Boruto... Iya to?" Dijamin langsung dapat lampu hijau dan restu dari Oppung!

10. Inuyasha

Alasan: Masih ingat dengan meme viral "Muhammad Ibnu"? Nah, nama ini bisa disiasati menjadi versi yang lebih formal di dokumen resmi, misalnya "Ibnu Yasha". Saat dipanggil sehari-hari cukup Inu.

Memberikan nama anak dari karakter anime tidak selamanya aneh atau kekanak-kanakan. Selama kita pintar menemukan celah kearifan lokal dan memiliki argumentasi yang pas, nama-nama di atas tetap bisa terdengar keren sekaligus ramah di telinga warga sekitar.

Dari 10 nama di atas, mana yang paling siap kamu daftarkan ke Kelurahan? Tulis di kolom komentar, ya!

Komentar