Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Ngomongin ajang pencarian bakat seperti Indonesian Idol, s aya lebih suka nonton audisinya ketimbang nonton kompetisinya. Soalnya di audisi, kerap ada orang yang aneh-aneh. Yang paling unik di antara peserta lainnya adalah Bagus Setiawan. Saya ngakak lihat dia nyanyi terus didiemin sama juri-juri. Ilustrasi: Indra Kenz, sumber: Youtube The Voice Saya sampe download videonya di Youtube. Saya tonton sampai diputar berkali-kali, masih tetap lucu. Adegannya kayak begini nih. Bagus nongol, terus ngomong, "Ya selamat malam, para juri. Perkenalkan nama saya Bagus Setiawan. Mau menyanyikan lagu nyanyian Angin." Lagu sama nyanyian bukannya sama ya? Hihi. Di sini aja saya udah ngakak. Terus Bagus mulai nyanyi. Nyanyinya datar banget. Juri-juri yang menyaksikan dia juga pada melompong. Bagus sempat lompat-lompat kayak ibu-ibu ngambil jemuran nyangkut di genteng waktu bagian "Ingin kugapai bintang." Improvisasi yang unik. Selesai nyanyi, Bagus ngomong, "Sudah, Pak." T...