Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kuliner

Ada Apa dengan Mamet?

Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya.  Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...

Diary Ramadan #8 Nggak Sabaran

Kalau sekarang lagi viral kasus food reviewer yang diblacklist restoran, saya juga pernah se-savage itu ketika makan di luar. Saya pernah jadi sosok yang selalu ingin mendapatkan pelayanan yang memuaskan di tempat makan yang saya kunjungi.  Waktu itu bulan puasa, saya dan teman saya, Biru, memesan es campur di warung yang ramai pengunjung. Enak kali ya buka puasa pakai yang manis dan seger-seger. Saya menyebutkan pesanan dan menunggu. Saya melihat pembeli-pembeli lainnya berdatangan. Sampai akhirnya, pembeli yang baru datang belakangan kok pesanannya datang duluan? Belum cukup sampai situ, waktunya jam buka puasa telah dekat. Namun, tanda-tanda es campur datang belum terlihat. Perasaan saya jadi campur aduk. Saya dan Biru pun memutuskan untuk melakukan aksi ngambek dengan membatalkan pesanan. “Nggak jadi ya Mas,” ucap saya dingin. Lalu saya dan Biru keluar warung dan beli es teh di pinggir jalan untuk membatalkan puasa. Selesai melepas dahaga, kami lanjut jalan ke masjid Agung di m...

Resep Minuman Segar untuk Menyudahi Infinity War di Dunia Kuliner

Menurut pariwara di televisi, setiap perdebatan bisa diselesaikan dengan duduk bareng dan ngeteh. Ternyata minuman bisa menyelesaikan masalah. Kalau begitu, kita butuh resep minuman segar untuk meredam panasnya infinity war di dunia kuliner. Sate klatak yang dimakan Aprilia Kumala Sewaktu trailer Infin i ty War rilis, semua fanboy Marvel kelojotan. Mulai  bermunculan artikel-artikel yang memuat fakta terbaru dari film keroyokan superhero tersebut. Dari trailer yang berdurasi dua menitan itu tampak Steve Roger berewokan, bulu kuduk Peter Parker berdiri dan T.H.A.N.O.S. sudah mulai mengoleksi infinity stone. Entah mengapa Steve Roger berewokan, mungkin ikut #NovemberNoShave yang keterusan meski sudah ganti bulan. Bisa juga Peter Parker merinding bukan karena insting laba-labanya mulai aktif, melainkan karena dengar pengamen bersuara merdu bernyanyi di bus jemputan sekolah. Konflik utama Infinity War berkisar tentang perebutan bebatuan sakti antara T.H.A.N.O.S. dan A...

Rencanakan Pergi Wisata Kuliner ke Batam dengan Pegipegi

Batam terkenal sebagai surganya barang elektronik murah. Ketimbang kota lainnya, pedagang di Batam bisa banting harga sampai harganya miring. Selain jadi destinasi andalan untuk belanja barang elektronik seperti ponsel pintar, Batam juga punya koleksi destinasi wisata yang menarik. Sebut saja Jembatan Balerang yang punya nama lain Jembatan Habibie karena beliau jugalah yang merencanakan pembangunan jembatan tersebut. Lalu, ada Pantai Marina yang cukup populer dengan pemandangan bagus dan taman hijaunya. Di sekitar pantai, berkumpul penjual makanan dan minuman untuk para wisatawan. Mau menginap pun tersedia hotel yang harganya terjangkau dimari. Bukit Senyum juga nggak boleh dilewatkan jika kamu sedang plesir di Batam. Dari bukit inilah kamu bisa tersenyum melihat pemandangan malam hari kota di negara tetangga, Singapura. Ingin nostalgia masa kecil ketika masih sering minta uang ke pesawat? Dari sini kamu bisa melihat pesawat wara-wiri di bandara Changi. Batam yang berdekatan d...

Ekspedisi Selera dan Melawan Bosan Selama Naik Kereta Api

Kadang saya kangen dengan kota-kota yang pernah saya kunjungi. Salah satu yang bikin kangen tentu saja makanannya.  Mulai dari Cirebon, Solo, Jogja, Malang dan Surabaya. Dari petualangan itu, saya menemukan pencerahan kuliner. Sebuah pengalaman yang melibatkan rasa. Dimulai dari Cirebon. Tak lengkap jika tak mencicipi nasi jamblang. Dengan ditimpali sambel kerang, rasanya mantap betul! Tapi saya tak banyak makan kala itu meski rasanya pengen nambah lagi, nambah lagi. Sebab setelah itu dilanjut dengan menggerogoti empal gentong dan sate kambing H. Apud. Dari ekspedisi selera ini, Cirebon pastilah akan memanggil jiwa kelaparan saya di kemudian hari. Ketika main ke Solo, saya sempat mencicipi makanan yang namanya selat. Hebat memang orang Solo. Selat aja dimakan. Kalau di kota saya, Cilegon, selat itu diarungi pakai kapal feri dari pelabuhan Merak ke pelabuhan Bakauheni. Yak, Selat Sunda! Pertama diajak kawan ke warung makan di Solo, saya cukup kaget tatkala melihat menu...