Langsung ke konten utama

Postingan

Ada Apa dengan Mamet?

Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya.  Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...

Rencanakan Pergi Wisata Kuliner ke Batam dengan Pegipegi

Batam terkenal sebagai surganya barang elektronik murah. Ketimbang kota lainnya, pedagang di Batam bisa banting harga sampai harganya miring. Selain jadi destinasi andalan untuk belanja barang elektronik seperti ponsel pintar, Batam juga punya koleksi destinasi wisata yang menarik. Sebut saja Jembatan Balerang yang punya nama lain Jembatan Habibie karena beliau jugalah yang merencanakan pembangunan jembatan tersebut. Lalu, ada Pantai Marina yang cukup populer dengan pemandangan bagus dan taman hijaunya. Di sekitar pantai, berkumpul penjual makanan dan minuman untuk para wisatawan. Mau menginap pun tersedia hotel yang harganya terjangkau dimari. Bukit Senyum juga nggak boleh dilewatkan jika kamu sedang plesir di Batam. Dari bukit inilah kamu bisa tersenyum melihat pemandangan malam hari kota di negara tetangga, Singapura. Ingin nostalgia masa kecil ketika masih sering minta uang ke pesawat? Dari sini kamu bisa melihat pesawat wara-wiri di bandara Changi. Batam yang berdekatan d...

Bermimpi Punya Perusahaan Sablon Kaos? Mulailah dari Sini

Apapun status saat ini, baik mahasiswa, atau lulusan sekolah yang belum bekerja, atau pegawai yang jenuh dengan pekerjaan kantor, kita semua bis a menjadi pengusaha. Salah satu peluang usaha yang bisa Anda coba geluti adalah bisnis dalam bidang design kaos. Siapa tahu dengan ketekunan Anda, akan membuahkan hasil menjadi sebuah perusahaan sablon kaos pada akhirnya. Memulai usaha memang tidak mudah, tapi bukan berarti sulit untuk dilakukan. Yang membuatnya terasa tidak mudah karena adanya beberapa permasalahan yang mungkin akan timbul sepanjang perjalanan bisnis yang akan Anda geluti. Karenanya perlu perencanaan yang matang dan strategi bisnis yang dipikirkan benar-benar. Salah satu usaha yang saat ini sedang naik daun adalah usaha sablon kaos dengan design sendiri. N ilai modal yang dibutuhkan tidak besar, tapi memberikan keuntungan yang menggiurkan. Anda tidak harus memiliki peralatan yang canggih seperti printer ...

Milly & Mamet (Ini Bukan Cinta & Rangga): Ini Bukan Hanum & Rangga, Ini Bukan Milli & Nathan

Film Milly & Mamet seperti sebuah perayaan bagi manusia-manusia medioker. Di film 'Ada Apa dengan Cinta?', karakter Milly digambarkan lemot dan hanya jadi badut di Geng Cinta. Sedangkan Mamet ditampilkan sebagai cowok culun yang berani-beraninya cinta dengan Cinta, akibatnya hanya dianggap lelucon. Kini keduanya dapat spotlight, berkat sang sutradara Ernest Prakasa yang dipercaya Miles Films untuk melanjutkan waralaba AADC. Courtesy of 21 Cineplex Pemilihan Ernest di kursi sutradara mungkin dilihat dari rekam jejaknya. Ernest sudah dua kali membuat film yang mayoritas pemerannya dari etnis minoritas (baca: Tionghoa), yakni 'Ngenest' dan 'Cek Toko Sebelah'. Namun, dua-duanya bisa disukai oleh banyak orang, tak hanya dari golongannya. Golongan kami pun suka dan tertawa menontonnya. Maka, dengan keahliannya itu Ernest dirasa bisa membuat tokoh Milly & Mamet menjadi layak dicintai penonton. Rangga yang diperankan Nicholas Saputra sudah biasa ja...