Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Di 2025 ini, saya mengunjungi 3 negara untuk keperluan pekerjaan saya sebagai jurnalis game. Gimana rasanya berkunjung ke 3 negara berbeda? Begini ceritanya. 1. Malaysia Sebelumnya saya pernah ke Malaysia untuk family holiday tahun 2024. Saya dan keluarga main ke Legoland Malaysia yang letaknya di Johor Bahru. Tahun 2025, Malaysia memanggil saya lagi. Kali ini, saya pergi ke negeri jiran dengan tujuan meliput turnamen internasional PUBG Mobile di Kuala Lumpur. Waktu itu bulan puasa, saya jadi sahur di hotel sebelum imsak. Siangnya, saya kerja liputan. Sampai azan Magrib, saya buka puasa di food court. Nama restorannya Nasi Campur Padi. Kebayang nggak sih sedapnye? Jangan bayangin nasi campur padi beneran ya. Apalagi yang drummernya Yoyok itu. Kayaknya padi itu nama restorannya deh. Yang saya makan adalah nasi campurnya aja. Saya masih ingat betapa nikmatnya nasi yang disiram kuah kari dan lauknya adalah ayam goreng favorit Upin Ipin. Sepulang dari Malaysia, kata istri saya,...