Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Menurut saya, salah satu cara mengapresiasi sebuah karya adalah dengan memparodikannya. Salah satu film di tahun ini yang saya suka adalah sekuel The Maze Runner, yakni Scorch Trials. Ketika nonton film ini, dari awal sampai ending, saya dibikin tegang. Seru banget. Saking ngefans dengan film tersebut, saya menggandeng Mas Adit , membuat parodinya dalam bentuk komik. Komik ini ditayangkan di www.webtoons.com . Untuk episode perdana ini, kami mengangkat tajuk The Mess Runner. Bercerita tentang Alif, Isnanto dan Bang Roll yang tiba-tiba terjebak dalam sebuah labirin. Dalam universe Parade Parodi, The Mess Runner adalah novel tentang para karyawan yang mencoba kabur dari mess mereka dikarenakan mereka dipekerjakan secara kejam tanpa digaji.