Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Sore itu, saya duduk di Bus Damri Bandara. Lalu saya dapat undangan untuk datang di Movie Magic 2018 dari seorang teman yang berstatus Potterhead penggemar Hobbit-nya J.R.R. Tolkien. Saya langsung mengiyakan. Sebab saya senang apabila bisa ketemu dengan Potterhead untuk nonton bareng Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald. Pada tanggal 18 November 2018, saya memenuhi undangan yang diselenggarakan oleh komunitas Indo Harry Potter (IHP) tersebut. Pukul 09:00 WIB, lobby CGV Grand Indonesia sudah ramai oleh orang-orang berseragam Hogwarts dari berbagai asrama. Yang paling mencolok mata adalah seorang gadis berkostum seperti Hermione Granger, lengkap dengan rambut blonde. Padahal kan Hermione aslinya kulit hitam. Di antara Potterhead yang sedang cosplay tersebut, muncul Grindelwald bersama cewek berkostum Occamy yang saya kira sedang menyerupai seekor burung. Ternyata Grindelwald jadi-jadian ini datang bukan untuk rekrut pengikut, melainkan untuk menyelenggarakan games di...