Nama saya Rangga. Saya hanyalah seorang pelajar SMA biasa. Saya lebih memilih mengisi jam istirahat dengan baca buku di perpustakaan daripada baca koran di toilet khusus guru. sumber: Google Image Semua berubah ketika Pak Wardiman sang penjaga sekolah, tanpa sepengetahuan saya, mengikutkan puisi buatan saya dalam lomba cipta puisi tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Lomba tersebut berhadiah sepeda kumbang. Tak dinyana, puisi buatan saya menang. Pak Wardiman mengambil hadiah sepedanya, kumbangnya untuk saya. Setelah saya resmi jadi pemenang lomba puisi tanpa sengaja, ada cewek mading yang ngejar-ngejar saya untuk minta wawancara. “Kamu Rangga, kan?” tanya cewek mading tersebut sambil ngajak salaman. Tapi saya abaikan tangan halusnya yang terjulur. Berhubung lupa kobokan, tangan saya masih ada bumbu rendang. Sebab saya makan siang di RM Padang. “Bukan. Saya sebenarnya siluman tengkorak,” kata saya berpura-pura. “Oh.” Cewek itu langsung percaya dan...
Berkat LinkedIn dan Jobstreet, setiap orang bisa mencari kerja tanpa meninggalkan rumah. Namun, selain memanfaatkan dua situs pencari kerja tersebut, sepertinya kita juga harus mencari lowongan pekerjaan di aplikasi lain. Bahkan media sosial seperti Twitter bisa jadi media perantara yang mempertemukan pencari kerja dengan loker yang cocok untuknya. Inilah kisah saya yang sempat sibuk cari kerja di Jobstreet dan LinkedIn, tapi ketemunya di Twitter HRD Bacot. Awal tahun 2022 menjadi langkah pertama saya dalam mencari pekerjaan baru. Di LinkedIn, saya menemukan sejumlah perusahaan startup dan ternama sedang membuka lowongan pekerjaan. Saya langsung mengisi form lamaran dan apply sana-sini. Saya membayangkan bisa bekerja di perusahaan teknologi yang jasanya saya pakai sehari-hari, rasanya pasti membanggakan. Namun, sebelum mimpi saya kejauhan, saya mendapatkan banyak sekali surat penolakan di email. Bagi saya, LinkedIn sebatas menjadi media sosial untuk update karier dan portofolio ...